Jumat, 02 September 2016

LEMBAR KEGIATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDOENSIA KELAS XII- NOVEL- NOVEL SEJARAH




LEMBAR KEGIATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA XII
Standar kompetensi : Menganalisis novel dan novel bersejarah karya sastra Indonesia
Indikator         :
1.        Menemukan konsep novel dan novel bersejarah
2.        Menentukan unsur-unsur novel dan novel bersejarah
3.        Menemukan karakteristik novel dan novel bersejarah
4.        Menyimpulkan perbedaan karakteristik intrinsic novel dan novel bersejarah
5.        Menganalisis unsur intrinsic dan ekstrinsik novel dan novel bersejarah dalam karya sastra Indonesia
6.        Mengapresiasi novel dan novel bersejarah dalam tulisan bedah buku.

Langkah prosedural pembelajaran
  1. Kerja perorangan:
1.1   Bukalah jejaring yang berkualitas untuk mencari novel sejarah dalam sastra Indonesia!
1.2   Bacalah dengan cermat salah satu informasi jejaring tentang novel sejarah tersebut, kemudian tulislah identitas buku tersebut, meliputi judul, pengarang, loenerbit, tahun terbit, cetakan keberapa, desain sampul, jenis kertas, dan lain-lain!
1.3   Unduhlah ringkasan cerita novel sejarah tersebut! Jangan lupa sertakan penulis ringkasan,  sumber jejaring, dan kapan diunduh! Ringkasan atas sinopsis tersebut maskimal 2 (dua) halaman, ukuran A-4, dicetak 2 halaman per kertas, lantas ditempel di Buku Ekspresi!
1.4   Isilah kolom data buku secara lengkap untuk ditempel di sebelah kiri naskah tersebut!
1.5   Berdasarkan data tersebut buatlah klasifikasi novel sejarah itu, termasuk periodisasi sastra mana? Beri alasannya!
  1. Bentuklah kelompok belajar, dengan perincian sebagai berikut: 1) anggota maksimal 5 orang; 2) campuran laki-laki dan perempuan!
  2. Manfaatkanlah daring secara baik dan benar dalam pembelajaran!
  3. Kerjakan soal berikut!
4.1   Tulislah periodisasi dalam sastra Indonesia berdasarkan pendapat ahli tertentu! Lacak secara daring dan jangan lupa tuliskanlah teknis pengutipan dengan benar!
4.2   Buatlah analisis karakter karya novel dalam setiap periodisasi tersebut! Berilah conoth klarya dan pengarangnya!
4.3   Tulislah unsur-unsur struktur pembangun sebuah novel?
4.4   Belakangan ini juga tumbuh subur novel sejarah. Mengapa hal itu terjadi?
4.5   Bagaimanakah kita membedakan novel dan novel sejarah? Dimensi atau unsur apa sajakah yang bisa digunakan sebagai pembeda?

4.6   Lakukanlah kerja kelompok selanjutnya berdasarkan tabel berikut!

No.
Kelompok
Fokus Isi Novel
Judul-Pengarang
1
I + V
Patriotisme

2
II + VI
Historia

3
III + VII
Nasionalisme

4
IV + VIII
Humanisme


4.7   Lakukanlah bedah-analisis buku atas novel tersebut dengan struktur tulisan yang benar seperti berikut ini!
4.7.1        Sampul:
Halaman luar dengan struktur sebagai berikut: 1) judul (dan anak judul manakala ada), lambang almamater, pengarang-kelompok  (nama anggota, nomor absen) kelas, nama almamater, kota tempat almamater, dan tahun dibuiatnya tulisan tersebut.
Halaman dalam relatif sama dengan halaman luar, hanya saja tidak disertai dengan lambing almamater.
4.7.2        Halaman kata pengantar
4.7.3        Daftar isi
4.7.4        Bab I Pendahuluan, memuat 1) latar belakang masalah; 2) tujuan; 3) rumusan masalah
4.7.5        Bab II Analisis, memuat 1) landasan teori; 2) analisis dan pembuktian
4.7.6        Bab III Penutup, berisi kesimpulan atas analisis bab sebelumnya.
4.7.7        Daftar pustaka
4.7.8        Lampiran (jika ada)
4.8   Ukuran kertas A-4, dijilid dengan sampul plastik transparan.
4.9   Siapkan materi power point untuk presentasi kelompok! Kelompok yang maju akan diundi di kelas secara langsung.



Selamat mengerjakan!


LEMBAR KEGIATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA XII

Klasifikasi Data Buku

No.
Identitas
Keterangan
1
Judul

2
Pengarang

3
Penerbit

4
Tahun terbit

5
Cetakan ke-

6
Jenis kertas

7
Perancang desain sampul

8
Nomor ISBN



Foto Desain Sampul Buku:
















Palembang, ……………………………2016




...............................................................






Senin, 25 Januari 2016

LKS MEMBERIKAN TANGGAPAN-SANGGAHAN-PENOLAKAN PENDAPAT KELAS XII MIPA 5 TAHUN 2015/2016

Konsep memberikan tanggapan, sanggahan, dan penolakan secara dasar sudah kalian pahami lengkap melalui pelacakan berbagai referensi, baik melalui buku atau jejaring, yang hasilnya kalian tulis di Buku Latihan. Pemahaman perihal tersebut menuntut tindak lanjut aplikasi dalam konteks yang benar. Proses pembelajaran berikutnya adalah mewujudkan hal itu dalam konteks lebih luas tatkala kita memperoleh, menerima, dan menghadapi suatu informasi dalam era yang serbacanggih ini.
    Suatu informasi hendaknya disikapi secara berjarak, dalam arti menyikapi secara kritis perihal kebenarannya. Setiap orang memiliki hak untuk menerima atau menolak suatu informasi. Sikap ini lebih baik apabila dibarengi dengan sistem atau pola pikir yang sahih dan benar.
      Beberapa kaidah dan prinsip penalaran secara inti sudah kalian pahami, begitu juga dengan bentuk-bentuk kesalahan penalaran yang sering kita temukan di dalam kehidupan sehari-hari melalui opini seseoarng yang kian marak bertaburan. Nah, kini saatnya kalian menyikapi opini dalam wacana di bawah ini dengan sikap kritis dan berdasar sehingga ketika memberikan tanggapan, sanggahan, atau penolakan tercermin kecerdasan kalian menyikapi pola pikir suatu gagasan atau informasi.

Langkah Kerja Memberikan Tanggapan atau Penolakan Pendapat!

1.      Tentukan kalimat-kalimat inti gagasan opini yang terdapat dalam wacana!
2.      Berdasarkan kalimat inti gagasan tersebut tentukan simpulan pendapat! Simpulan pendapat  sama dengan K dalam silogisme. K dalam silogisme memiliki rumus yang mengandung term C=B!
3.      Berdasarkan hal tersebut disusun Pm= C=A; Artinya kalian harus membuat term A, yaitu term hantaran (penghubung) antara PM dan Pm. Ingat, bahwa A adalah term suatu komunitas, dan di dalamnya terdapat C!
4.      Bila sudah ditentukan term A, kita restrukturisasi dalam susunan silogisme:

PM (PU)           :                 A       =         B
Pm (Pk)            :                 C       =         A
K                      :                 C       =         B

Manakala langkah kita benar, kalian sudah melewati tahap validitas. Artinya, langkah kerja kalian sudah memenuhi sebagian kaidah silogisme dari sisi term, proposisi, dan rumusnya. Langkah kalian sudah valid, sahih.
5.      Langkah berikutnya adalah meneliti kebenarannya (truth). Di sinilah kita lihat sisi kebenaran dari segi fakta berbicara. Apabila pernyataan itu terdapat atau berlaku untuk suatu komunitas, kebenaran sudah diakui. Tulislah poin-poin kalimat inti yang menurut kalian merupakan gagasan kesalahan penalaran!
6.      Berdasarkan data-data di atas kalian memberikan tanggapan atau sanggahan dalam bentuk paragraf! Apabila kalian menemukan 1 (satu) kesalahan penalaran, kalian memberikan sanggahan minimal dua paragraf, di samping paragraf pembuka dan penutup. Jadi, empat paragraf! Dua paragraf sanggahan berisi 1) paragraf paparan kekurangan atau kelemahan opini lawan yang kalian temukan, ditulis terurai atau rinci dari umum ke khusus hingga semakin memperlihatkan kelemahan penalaran opini yang kalian sanggah; 2) paragraf sanggahan yang mengemukakan pola pikir dan alternatif kemungkinan lebih baik, lebih logis, lebih realistis sehingga memperlihatkan gagasan kalian jauh lebih tepat dan lebih sesuai dengan kebutuhan dan keadaan.
7.      Kriteria penilaian didasarkan pada isi, konstruksi, dan bahasa yang secara proporsional berbanding 40-30-30.
8.      Harap diingat, kaidah tata tulis mutlak memengaruhi hasil akhir penilaian! Kesalahan tata tulis dikenakan pengurangan skor sesuai jumlah yang ditemukan.
9.      Jawaban dimasukkan melalui komentar. Jawaban yang dikirim hanya a) restrukturisasi silogisme, dan b) tanggapan-sanggahan-penolakan pendapat! Kalian bisa menentukan sendiri pilihan tanggapan, sanggahan, atau penolakan. Secara prinsip, ketiganya memiliki level yang berbeda dengan konsekuensi logis yang sesuai.
10.  Kriteria penilaian berhubungan dengan variabel isi (40%), konstruksi (30%), dan bahasa (30%).
11.  Jawaban diterima bila memenuhi persyaratan yang ditentukan: 1) MENGGUNAKAN EMAIL NAMA SAH; 2) menuliskan nama, kelas, dan nomor absen. Tidak ada perbaikan atau kesempatan mengirim ulang.
12.  Guru berhak menyeleksi jawaban yang dimunculkan di daring.
13.  Tabel lokasi soal dan pemberi tanggapan-sanggahan-penolakan.



Tabel nomor soal yang harus dikerjakan!

Wacana 1

No.
No. Paragraf
No. Absen yang Mengerjakan
1
1-2-3
1; 9; 23; 24; 31
2
4-5-6
2; 10; 22; 25; 32
3
7-8-9
3; 11; 21; 26
4
Judul-10-11
4; 12; 20; 27

Wacana 2


No.
No. Paragraf
No. Absen yang Mengerjakan
1
1-2-3
5; 19; 28, 33
2
4-5-6
6; 13; 18; 29
3
7-8-9
7; 14; 17; 30
4
10-11-12
8; 15; 16;34


Selamat mengerjakan!


WACANA 1
”Ngupi-ngupi” di Lereng Merapi


  1. Menyeruput kopi sambil menikmati simfoni serangga malam di sejuknya lereng Merapi. Itulah asyiknya ”ngupi-ngupi” di kedai Melcosh, di Jalan Kaliurang, Kilometer 23, Sleman, DI Yogyakarta. Ada jadah bakar, tempe mendoan, dan pisang bakar, jajanan rakyat sebagai kawan menikmati kopi hangat.
  2. Sejuk kala malam dan teduh di hari siang. Itulah kedai Melcosh berada di kaki Gunung Merapi, sekitar 2 kilometer ke bawah dari tempat wisata Kaliurang, Kedai dirancang semioutdoor alias setengah terbuka. Didesain oleh arsitek Andreas Hartono dan Aryanto Sujarwo, Melcosh menggunakan atap dengan kerangka bambu, dengan penutup berbahan elastis. Lengkung-lengkung atap dan tiang membentuk rongga-rongga mirip bunga terompet yang meredam panas siang.
  3. Kedai tidak menggunakan dinding penyekat sehingga kita bisa leluasa melihat kebun seluas 3,4 hektar lebih di sekeliling. Udara dari pepohonan teduh di kebun itu mengirimkan rasa sejuk. Kebun itu pula yang menjadi arena pergelaran simfoni serangga malam. Atmosfer itulah yang menemani kita menikmati kopi dan hidangan Melcosh.
  4. Malam itu jarum jam menunjuk pukul sembilan lebih delapan menit. Kafe temaram dengan nyala lilin. Secangkir kopi dari Siborongborong sudah tandas. Ini kopi dari tanah Tapanuli Utara, Sumatera Barat, dengan elemen rasa rempah, herbal yang kuat. Kopi siborongborong menjadi salah satu kopi pilihan Melcosh, selain kopi kintamani dari Bali, gambung dan ciwidey (Jabar), mandailing (Sumut), raung (Jatim), gayo (Aceh), toraja (Sulut), timika (Papua), dan kopi merapi.
  5. Semua kopi diracik sejak dalam bentuk biji, kemudian digiling sesaat sebelum diseduh. Jadi dijamin, kopi sampai ke meja dalam rasa dan aroma primanya. Maklum, pendiri Melcosh, Y Deni Sulistiwawan Pr, adalah penikmat kopi. Ia hanya menghidangkan kopi yang sudah lulus dari uji cecapnya. Jika ia mendapati rasa kopi yang kurang pas menurut indera pencecapnya, ia tidak akan menghidangkan kepada tamu. Jika mendapat kopi di bawah standar alias jelek, Deni akan komplain kepada pihak penggarang biji kopi (roastery).
  6. ”Ada yang roasting-nya (penggarangan) tidak merata. Tapi, ada yang terlalu medium dark. Kalau mendapat kopi seperti itu, kami akan lakukan roasting ulang. Kadang kami blend (campur) dengan kopi lain sehingga bitter (rasa pahit kopi), acid (keasaman) fruity-nya sebanding,” kata Deni yang mengakui bahwa dia bukan ahli kopi, tetapi hanya penikmat berat.
  7. Sebagai pengantar menikmati kopi, Melcosh menyediakan sejumlah pilihan menu ndeso. Di antaranya adalah jadah, mendoan, pisang bakar, dan tempe garit. Jadah adalah penganan khas Kaliurang yang biasanya disajikan bersama tempe bacem. Jadah bakar di kedai ini disajikan dalam beberapa pilihan, mulai dari ”original” alias polosan, hingga jadah bertaburan cokelat keju dan kacang tumbuk. Jadah dihidangkan dalam bentuk pipih, setengah lingkaran, sehingga mudah dipotong dan digigit.
  8. Ada yang agak unik, yaitu Nasi Goreng Melcosh. Ini sebenarnya nasi goreng biasa, tetapi bentuknya kerucut seperti tumpeng. Gunung kecil itu diletakkan di atas telur dadar agak kering yang memberi rasa gurih. Ia seperti lautan pasir di sekitar Merapi ”Ada lahar panas dan lahar dinginnya lho ha-ha…,” kata Deni. Kaki gunung itu dikitari ”lahar panas” berupa mayones yang menyumbang rasa manis. Adapun ”lahar dingin” berupa potongan daging ayam dan bakso yang gurih. Dan awas, di dalam gunung itu ada ”magma” berupa cabai. ”Ya, karena kita di Merapi, bentuknya kami bikin seperti Gunung Merapi,” kata Deni.
  9. Kafe Melcosh dikelola sebagai bagian dari upaya menghidupi Sekolah Menengah Kejuruan Sanjaya yang membawahi 11 sekolah di Kabupaten Sleman. Mulai buka pada Juli 2014, kedai dan perangkat pendukung dirancang dengan basis pendidikan. Misalnya, di lahan seluas 3,4 hektar itu nanti akan dibangun lahan perkemahan tempat orang bisa belajar tentang lingkungan hidup. Selain itu, siswa-siswa SMK Sanjaya juga bisa berpraktik di kedai. ”Jadi, secangkir kopi itu sangat berarti untuk pendidikan mereka. Tetapi, kami tak sepenuhnya berorientasi ke bisnis murni sehingga misi pendidikannya hilang,” kata Deni.
  10. Melcosh, dikatakan Deni, dirancang sebagai semacam lounge, kedai santai, bukan rumah makan formal. Bukan dirancang sebagai tempat orang datang, makan, dan kenyang. Kedai dirancang sebagai arena tempat orang bisa bercerita kepada kawan, saudara, pacar, atau siapa pun. Atau tempat bermenung-menung. ”Jadi lebih sebagai tempat refleksi emosional, personal. Orang menjadi terhubungkan dengan orang lain,” kata Deni.
  11. Berjarak lebih dari 20 kilometer dari kota, tak menghalangi warga ”Kota Gudeg” untuk ngupi-ngupi ke Melcosh. Suatu malam, misalnya, dua warga Pakualaman meluncur ke Melcosh untuk menjamu rekan-rekannya yang penikmat kopi. Sambil mengobrol ngalor-ngidul mereka menikmati cold brew, kopi dingin yang ternyata berkenan di lidah tamu yang mengaku tidak biasa ngopi itu.
  12. Deni menceritakan, ada sejumlah pelanggan yang datang untuk duduk berlama-lama membaca buku, atau menulis, menikmati secangkir kopi, dan makanan ringan. ”Ada juga orang datang berlama-lama di sini, tetapi enggak pesen-pesen. Kalau orientasi hanya profit, kami mungkin akan rugi. Tapi, orang seperti mereka itu datang ke sini dan mendapatkan inspiring moment. Hal itu jauh lebih memuaskan kami karena itulah tujuan kami,” kata Deni.


WACANA 2


Layar Jajak – Industri Musik Redup oleh Digital

1.      Toko musik Disc Tarra yang berada di salah satu mal terkenal di Jakarta Selatan melakukan ”cuci gudang” dengan diskon hingga 70 persen untuk produk kaset, CD, dan DVD. Beberapa pengunjung pada Kamis (24/12/2015) tampak melihat-lihat cakram musik di jajaran rak yang isinya mulai kosong di toko tersebut. Toko musik yang pernah berjaya pada era 1990-an itu dikabarkan akan menutup sebagian besar gerainya.

2.      Kondisi toko musik Disc Tarra seolah menjadi penanda jejak industri musik konvensional yang pernah mengalami masa kejayaan. Sebelum Disc Tarra, salah satu pengecer musik legendaris, Aquarius Mahakam, sudah terlebih dahulu gulung tikar pada akhir 2013. Situasi ini mengilustrasikan redupnya industri musik yang dulu mengandalkan penjualan kepingan kaset atau CD.

3.      Perkembangan teknologi digital telah mengubah gaya hidup generasi muda, termasuk dalam cara dan kebiasaan mengonsumsi musik. Kondisi itu juga tergambar dari hasil jajak pendapat Kompas yang diselenggarakan Agustus 2015. Hanya 1 persen dari 734 responden yang berhasil terjaring dalam jajak pendapat ini yang mengaku masih mendengarkan musik lewat perangkat pemutar kaset atau CD.

4.      Mayoritas responden kelompok muda lebih terbiasa menikmati musik melalui internet, baik dengan cara mengunduh maupun mendengarkan langsung secara streaming. Tidak kurang dari 62 persen dari 734 responden mengaku biasa mengunduh lagu dalam format digital di internet. Selain itu, sekitar 15 persen lainnya mengakses melalui streaming musik di laman Youtube. Semakin muda kelompok usia responden, semakin kuat juga kebiasaan mereka mengonsumsi musik dalam bentuk digital.

5.      Hasil penelitian Global World Index menyimpulkan bahwa jumlah orang yang mendengarkan musik lewat internet meningkat hingga 76 persen selama periode 2012-2015. Mayoritas orang yang memanfaatkan teknologi tersebut adalah mereka yang berusia 16 hingga 24 tahun. Data lain dari organisasi industri rekaman dunia International Federation of Phonographic Industry (IFPI) mencatat sebanyak 46 persen pendapatan industri musik secara global pada 2014 sudah dikuasai rekaman musik digital.

6.      Sementara itu, rekaman musik fisik sebesar 46 persen dan 8 persen sisanya dari pertunjukan dan sinkronisasi (pemanfaatan untuk iklan, film, games, program TV). Tren pertumbuhan nilai pendapatan di industri musik digital pun menunjukkan prospek yang cerah, rata-rata 9,4 persen per tahun pada periode 2009-2014. Pada 2009, pendapatan industri musik digital global meraup 4,4 miliar dollar AS. Lima tahun kemudian kembali melonjak menjadi 6,9 miliar dollar AS.

7.      Perkembangan teknologi gawai dan telekomunikasi semakin memanjakan konsumen. Jenis aplikasi dan layanan streaming musik berbasis internet terus berkembang menyediakan jutaan koleksi lagu yang dapat diakses baik secara gratis maupun berbayar. Aplikasi gratis untuk mengunduh musik antara lain Youtube yang menyajikan berbagai tayangan termasuk musik dalam format video. Sementara aplikasi Soundcloud menyediakan koleksi musik dalam format audio. Kedua aplikasi tersebut dapat dengan mudah diakses melalui telepon genggam.

8.      Sementara bagi mereka yang mengutamakan kualitas suara (video), beberapa aplikasi menawarkan layanan berbayar dengan cara berlangganan. Laman/aplikasi berbayar ini antara lain Vevo, Deezer, Guvera, MixRadio  Spotify, dan Joox.Tidak ketinggalan produsen telepon pintar dan operating system juga fokus pada pasar penikmat musik dengan layanan aplikasi semacam iTunes dari Apple, atau aplikasi musik yang disediakan di Google Play Store bagi pengguna Android. Warga menikmati musik melalui berbagai aplikasi yang tersedia di gawai di Jakarta, Selasa (5/1).

9.      Industri musik yang mengandalkan bentuk rekaman fisik tergilas oleh industri musik dalam format digital. Industri musik Tanah Air pernah mengalami masa keemasan pada periode 1990-an dengan puncak penjualan album musik yang mencapai 77,5 juta kopi.

10.  Resesi ekonomi pada 1998 sempat menyusutkan angka penjualan menjadi 41,6 juta kopi. Meski demikian, kembali meningkat dengan capaian 64,5 juta kopi di tahun 1999. Selepas tahun 2000, industri musik di Tanah Air mulai lesu dan terus merosot hingga saat ini. Bahkan, penjualan rekaman musik pada 2011 hingga 2013 tercatat rata-rata hanya 5 juta keping per tahun (Kompas, 27/11). Pasar kaset, CD, dan DVD terus merosot, antara lain, juga sebagai akibat bergesernya cara konsumsi dan gaya hidup konsumen. Faktor lain yang mempercepat lumpuhnya industri musik konvensional ini antara lain juga akibat kemudahan teknologi yang mendorong maraknya pembajakan.

11.  Model pembajakan ini tak hanya berupa penggandaan rekaman dalam bentuk kaset, CD, atau DVD ilegal. Lebih dari itu, masyarakat demikian mudah menggandakan musik dari format cakram ke bentuk digital untuk kemudian dibagikan secara bebas dan terbuka di internet. Hasil survei Asosiasi Industri Rekaman Indonesia tahun 2013 menyebutkan terjadi sekitar enam juta kali pengunduhan ilegal lagu setiap hari melalui internet. Hal ini mengakibatkan industri rekaman menanggung kerugian hingga Rp 6 miliar per hari. Ini berarti industri musik Tanah Air kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 180 miliar per bulan atau Rp 2,16 triliun per tahun.

12.  Tidak bisa dimungkiri kehadiran teknologi internet yang menghadirkan dunia digital telah mengubah banyak hal secara masif dan luas. Perubahan gaya hidup masyarakat mengakibatkan berbagai media yang sebelumnya melekat dalam keseharian menjadi tidak relevan lagi. Kaset, CD, dan DVD sangat mungkin tidak lagi mendominasi, tetapi akan tetap bertahan dan beradaptasi seperti piringan hitam yang sempat berjaya di masa silam.