Sabtu, 16 Agustus 2014

PENDEKATAN, METODE, DAN MODEL PEMBELAJARAN


Bersamaan dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 secara serempak setanah air, banyak persoalan yang muncul seirama dengan intensitas upaya sosialisasi dan implementasinya. Pesoalan tersebut bisa berkaitan dengan pembentukan kerangka berikir baru (mindset) para pendidik maupun tenaga pendidik, serta faktor-faktor lain yang terkait.

Sehubungan dengan  pengimplementasian Kurikulum 2013, manakala tahap perubahan mindset secara perlahan terbentuk dan terkerangka, relevansi logisnya adalah pola, sistem, dan bentuk layanan guru dalam membimbing, membina, mengendalikan, dan  mengawasi pembelajaran.

Untuk itu, hal yang urgen adalah sebagaimana dikemukakan oleh Achmad Sudrajat dalam jejaringnya: https://akhmadsudrajat.wordpress.com. Berikut ini konsep yang perlu kita pahami dengan sebaik mungkin demi layanan ke depan.


Pendekatan dan Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013
Dalam draft Pengembangan Kurikulum 20013 diisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui observasi (menyimak, melihat, membaca, mendengar), asosiasi, bertanya, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Disebutkan pula, bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered active learning) dengan sifat pembelajaran yang kontekstual. (Sumber: Pengembangan Kurikulum 20013, Bahan Uji Publik, Kemendikbud).

Apakah ini sesuatu yang baru dalam pendidikan kita? Saya meyakini, secara konseptual proses pembelajaran yang ditawarkan dalam Kurikulum 2013 ini bukanlah hal baru. Jika kita cermati  kurikulum 2004 (KBK) dan Kurikulum 2006 (KTSP), pada dasarnya menghendaki proses pembelajaran yang sama seperti  apa yang tersurat dalam Kurikulum 2013 di atas. Pada periode KBK dan KTSP, kita telah diperkenalkan atau bahkan kebanjiran dengan aneka konsep pembelajaran mutakhir, sebut saja: Pembelajaran Konstruktivisme, PAKEM, Pembelajaran Kontekstual, Quantum LearningPembelajaran Aktif, Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Pembelajaran Inkuiri, Pembelajaran Kooperatif dengan aneka tipenya, dan sebagainya.

Jika dipersandingkan dengan Kurikulum 2013, konsep-konsep pembelajaran tersebut pada intinya tidak jauh berbeda. Permasalahan muncul ketika ditanya, seberapa jauh konsep-konsep pembelajaran mutakhir tersebut telah terimplementasikan di lapangan?

Berikut ini sedikit cerita saya tentang contoh kasus implementasi pembelajaran mutakhir selama periode KBK dan KTSP, yang tentunya tidak bisa digeneralisasikan. Dalam berbagai kesempatan saya sering berdiskusi dengan beberapa teman guru, dengan mengajukan pertanyaan kira-kira seperti ini:
Anggap saja dalam  satu semester terjadi 16 kali pertemuan tatap muka, berapa kali Anda melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan konsep pembelajaran mutakhir?
Jawabannya beragam, tetapi sebagian besar tampaknya cenderung menjawab bahwa pendekatan yang sering digunakan adalah pendekatan pembelajaran konvensional dengan kekuatan intinya pada penggunaan metode ceramah (Chalk and Talk Approach).
Berkaitan dengan permasalahan implementasi pendekatan dan metode pembelajaran mutakhir dalam KBK dan KTSP, setidaknya saya melihat ada 2 (dua) sisi permasalahan yang  berbeda, tetapi tidak bisa dipisahkan:

1.  Masalah keterbatasan keterampilan (kemampuan).
Untuk masalah yang pertama ini dapat dibagi ke dalam dua kategori: (a) kategori berat, yaitu mereka yang menunjukkan ketidakberdayaan. Jangankan untuk mempraktikan jenis-jenis pembelajaran mutakhir, mengenal judulnya pun tidak. Yang ada dibenaknya, ketika mengajar  dia berdiri di depan kelas – atau bahkan hanya duduk di kursi guru- sambil berbicara menyampaikan materi pelajaran mulai dari awal sampai akhir pelajaran, sekali-kali diselingi dengan tanya jawab. Itulah yang dilakukannya secara terus menerus sepanjang tahun;  dan (b) kategori sedang. Relatif lebih baik dari yang pertama, mereka sudah mengetahui jenis-jenis pembelajaran mutakhir tetapi mereka masih mengalami kebingungan dan kesulitan untuk menerapkannya di kelas, mereka bisa mempraktikan satu atau dua metode pembelajaran mutakhir tetapi dengan berbagai kekurangan di sana-sini.

2. Masalah keterbatasan motivasi (kemauan).
Untuk masalah yang kedua ini, pada umumnya dari sisi kemampuan tidak ada keraguan. Mereka sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang pembelajaran mutakhir yang lumayan, tetapi sayangnya mereka kerap dihinggapi penyakit keengganan untuk mempraktikannya. Mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari berbagai pelatihan dan workshop yang diikutinya. Sepulangnya dari kegiatan pelatihan, semangat mereka berkobar-kobar, nge-full bak batere HP yang baru di-charge, tetapi lambat laun semangatnya memudar dan akhirnya padam, kembali menggunakan cara-cara lama. Hasil pelatihan pun akhirnya menjadi sia-sia.

Kembali kepada persoalan Pendekatan dan  Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Pemerintah saat ini telah menyiapkan strategi pelatihan bagi guru-guru untuk kepentingan implementasi Kurikulum 2013. Hampir bisa dipastikan, salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan ini yaitu berkaitan dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan pendekatan dan  metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013.

Pelatihan untuk penguatan keterampilan guru tentang teknis pembelajaran memang penting. Kendati demikian saya berharap dalam rangka implementasi Kurikulum 2013 ini, tidak hanya bertumpu pada sisi keterampilan saja, tetapi seyogyanya dapat menyentuh pula aspek motivasional. Dalam arti, perlu ada upaya-upaya tertentu untuk membangun kemauan dan komitmen guru agar dapat menerapkan secara konsisten berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan Kurikulum 2013. Bagi saya, upaya menanamkan dan melanggengkan motivasi dan komitmen ini tidak kalah penting atau bahkan mungkin lebih penting dari sekedar menanamkan kemampuan.

Jika ke depannya kita bisa secara konsisten menerapkan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013, niscaya kehadiran Kurikulum 2013 akan lebih dirasakan manfaatnya. Dan tampak disini pula letak perbedaan yang sesungguhnya antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum sebelumnya.  Tetapi jika tidak, lantas apa bedanya antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum sebelumnya?


Jumat, 08 November 2013

Memberi Komentar atau Tanggapan tentang Kasus Korupsi


Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya bahwa kasus kporupsi di negara ini demikian kompleks tak berkesudahan untuk dibahas. Mengapa hal ini terjadi. Persoalan ini muncul setelah masa reformasi terjadi, sedangkan pada masa-masa sebelumnya, ketika Orde Lama dan orde bari masih berkuasa, hal itu tidak terungkap sama sekali, dengan demikian persoalan itu bagaikan tersumbat di leher botol (bottle neck) yang terus menggelontor begitu katub lubang dibuka.

Opini masyakarat Indonesia tentang kasus korupsi pun bermacam-macam. Ada yang menyatakan muak, malu, jijik, prihatin, protes, marah, sinis, dan lain-lain, namun, bagaimana juga hal itu merupakan reaksi pribadi seseorang atas informasi fakta yang diterimanya. Suatu informasi fakta akan menyebabkan timbulnya reakasi dalam benak seseorang. Rekasi itu amat dipengaruhi juga oleh kekayaan gagasan dan konsep yang ada dalam syaraf memori seseorang. Di sisi lain, kekayaan konsep dalam syaraf memori pun amat dipengaruhi oleh mindset atau kerangka berpikirnya. Kecerdikan, kecerdasan, dan kebijakan akan memengaruhi bentuk reaksi seseorang.

Persoalan tersebut tentu memunyai kaitan logis dengan kemampuan berbahasanya. Banyak orang pintar, cerdik, pandai tak meiliki nilai berguna bagi orang lain atau masyarakat sekitar, atau ,manusia pada umumnya manakala ia tidak mampu mengungkapkan olah pikirannya dalam kemasan bahasa yang baik dan benar.

Maka, marilah kita ungkapkan hasil olah pikir kita ke dalam kemampuan berbahasa. Kali ini hal itu kita tuangkan dalam bentuk kemampuan berbahasa secara lisan. Ungkapkanlah tanggapan kita secara lisan tentang kasus korupsi di negara kita. Secara logis dari segi isinya, hal ini amat mirip dengan kegiatan menulis, Hanya saja dalam berbicara kita melengkapinya dengan salam pembuka dan salam penutup.


Salam pembuka merupakan salam sapa terhadap pihak atau kalangan yang mendengarkan atau lawan bicara kita. Salam penutup berisi pengakhiran bicara kita, bisa berisi penguatan atas kesimpulan pembicaraan, harapan pembicara terhadap pendengar, ucapan terima kasih atas perhatian lawan bicara, permohonan maaf bila ada kesalahan kata yang kurang berkenan di hati pendengar.

Kamis, 07 November 2013

Mengungkapkan Gagasan tentang Korupsi

Marilah kita menulis wacana deskripsi tentang korupsi yang sejak reformasi hingga kini, lebih dari sepuluh tahun selalu diungkap di negara kita, namun hingga kini belum selesai! Topik ini selalu muncul di berbagai tayangan televisi yang memberikan kesan yang membuktikan bahwa bangsa kita memiliki mental yang kurang baik dari segi kejujuran.

Demikian sering informasi atau berita korupsi di negara ini kita peroleh sehingga secara sengaja maupun tidak sengaja semakin banyak hal tersebut tersimpan dalam syaraf memori kita. Meskipun secara  pasif kita semakin memperkaya fakta, konsep, dan gagasan tentang korupsi. Hal ini kurang kita sadari bahwa secara faktual kita memiliki demikian banyak pengetahuan tentang korupsi. Oleh sebab itu, manakala kekayaan hal itu kita manfaatkan dalam bentuk produktivitas kreasi kecerdasan merangkai gagasan akan terwujudlah tulisan-tulisan kreatif.

Apabila ingin menulis tentang korupsi, bagaimana caranya?
Secara teoretis kita bisa memulainya dengan menyusun kerangka karangan. Sebagaimana kita ketahui kerangka karangan terdiri atas pendahuluan, isi, dan penutup. Lantas kita juga berpikir apa sajakah yang ada dalam bagian per bagian tersebut.

Bagian pendahuluan memiliki latar belakang masalah, tujuan, dan rumusan atau ruang lingkup pembahasan, kemudian bagian isi terdiri dari atas rujukan teori, fakta permasalahan-persoalan, análisis-sintesis, dan disusul bagian penutup yang mengungkapkan kesimpulan dari pembahasan. Bagian ini bisa juga disertai dengan saran yang diberikan kepada pihak yang terkait.

Apakah hanya dengan cara begitu yang bisa dilakjukan? Tentu saja ada cara lain yang bisa kita gunakan. Kali ini kita akan menggunakan pola pengembangan paragraf sebagai salah satu cara mengembangkan kemampuan kitas menulis. Sebagaimana kita ketahui bahwa paragragf adalah hasil pengembangan sebuah gagasan atau ide pokok. Sebuah kalimat ide pokok bisa kita kembangkan menjadi sebuah karangan, baik dalam bentuk sederhana maupun kompleks. Bagaimana caranya?

Langkah pertama, kita persempit terlebih dahulu topik korupsi ke dalam sub-subtopiknya. Misalnya menjadi, 1) korupsi adalah cermin kebobrokan moral suatu bangsa; 2) korupsi merugikan masa depan bangsa; 3) korupsi adalah perbuatan dosa; 4) korupsi dilakukan oleh berbagai kalangan pemerintahan.
Langkah kedua, dari sekian banyak gagasan itu kita cukup mengambil salah satu di antaranya. Misalnya, kita mabil kalimat subtopik keempat (4): korupsi dilakukan oleh berbagai kalangan pemerintahan. Lantas bagaimana mengembangkannya?

Langkah ketiga, kita kembangkan kalimat gagasan tersebut dengan menggunakan pola pengembangan kalimat ide pokok atau paragraf. Apa saja?

Pola pengembangan ide pokok menjadi sebuag paragraf bisa dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya adalah 1) paragraf definisi; 2) paragraf contoh; 3) paragraf sebab; 4) paragraf akibat; 5) paragraf porses; 6) paragraf perbandingan-persamaan; 7) paragraf klasifikasi; 8) paragraf kronologis-waktu; dan lain-lain.

Tanpa kita sadari jika hal itu dikerjakan dengan runut dan benar akan terwujudlah sebuah artikel karya tulis kita.


Penjabaran Pola Penmgembangan
Bagaimana membuat paragraf definisi. Caranya, kita tentukan kata kunci yang ada dalam kalimat ide pokok tersebut. Sebuah kalimat ide pokok minimal memiliki subjek (pelaku) dan predikat (tindakan). Kata kunci yang ada dalam subjek dan predikat kita beri batasan pengertiannya. Misalnya, kata kunci topik 4) di atas adalah korupsi dan kalangan pemerintahan. Gunakan kamus sebagai rujukan! Ingatlah, perlu dicatat sumber kamus tersebut tentang penulis, tahun terbit, penerbit, dan kota tempat diterbitkan. Hal ini bisa digunakan sebagai rujukan dalam menulis objektif, benar, dan ilmiah. Kode etik menulis adalah menyebutkan sumber gagasan yang kita peroleh dari buku atau sumber di luar gagasan pikiran kita.

Pola pengembangan yang paling mudah adalah mengembangkan dengan memberi contoh. Langkah berikutnya adalah memberi contoh-contoh tidakan korupsi yang terjadi di negara kita. Bagaimana caranya? Apabila kita menggunakan sumber tertulis haruslah kita mencari gagasan untuk contoh dari sumber tertulis, misalnya dari buku, suat kabar, tabloid, majalah, atau sumber lain. Kita kutip intisari contoh kausus korupsi dengan menyebutkan sumber kutipannya. Semakin banyak contoh yang kita peroleh akan semakin memperkokoh gagasan kita di hati pembaca. Lantas tinggal kita seleksi contoh-contoh manakah yang sesuai digunakan sebagai gagasan pendukung.

Langkah berikutnya adalah mengembangkan gagasan tersebut dengan menggunakan cara análisis sebab-akibat. Kita mulai saja paragraf itu dengan kata mengapa? Mengapa korupsi bisa terjadi? Mengapa korupsi dilakukan oleh seseorang? Jawaban atas pertanyaan itu secara sederhana pun akan menghasilkan paragraf yang baik.

Berikutnya adalah mengembangkan kalimat ide pokok dengan menggunakan pola pengembangan proses. Caranya bagaimana? Kita mulai dengan kata tanya bagaimana? Bagaimakah seseorang bisa melakukan korupsi? Bagaimanakah jika tindakan korupsi dihukum mati? Bagaimanakah jika korupsi digunakan untuk orang miskin? Bagaimanakah jika korupsi tidak diketahui?

Pola lainnya adalah mengembangkan gagasan dengan menggunakan tipe perbandingan-persamaan. Samakah korupsi itu dengan tindakan maling? Samakah tindak korupsi itu dengan tindakan kriminal, seperti perampokan? Samakah tindak korupsi itu dengan pembunuhan berencana? Apa bedanya tindak korupsi itu dengan penjarahan? Apakah sama korupsi itu dengan kejahatan kerah putih (white cholar crime)? Penalaran atas jawaban kalimat tersebut sudah merupakan paragraf yang dimaksud.

Di sisi lain pola pertentangan juga bisa digunakan. Pola ini mempertentangkan tindak korupsi dengan dimensi atau sudut pandang lain, misalnya segi agama, segi moral, segi nurani atau budi pekerti, dan lain-lain. Pertentangan konsep bersifat menghadapkan dua gagasan yang berlawanan sudut pandangnya. Penjabaran gagasan tersebut akan menjadi tipe paragraf pertentangan.

Pola lainnya adalah pola klasifikasi. Maksudnya, pola pengembangan ini digunakan dalam melakukan penggolongan atas pemilahan dari pilihan-pilihan yang dilakukan dari sutau komunitas. Isinya berupa rangkaian logika atas dasar penggolongan serta deskripsi hasil penggolongan tersebut. Misalnya, yang termasuk dalam klasifikasi koruptor kelas kakap adalah 1) siapa, dari mana, kasus apa; 2) siapa, dari mana, kasus apa; 3) siapa, dari mana, kasus apa ; 4) siapa, dari mana, kasus apa. Di Departemen Keagamaan pun terdapat … yang bisa diklasifikasikan koruptor kelas ini.

Pola berikutnya adalah pola kronologis, yaitu mengungkapkan gagasan pokok korupsi secara berurutan dari segi waktunya. Misalnya rangkaian peristiwa korupsi yang terjadi setelah masa Reformasi. Gagasan ini akan memunculkan banyak fakta korupsi, dimulai sebelum kasus Gayus Lumban, Akil Mochtar, hingga Andy Malarangeng. Fakta-fakta itu disusun runtut dari sisi waktu sehingga menghasilkan paragraf yang lengkap dan terpercaya.

Apabila langkah di atas kita ikuti dengan baik akan terwujudlah serangkaian paragraf yang terbentuk dalam satu kemasan tulisan yang menarik perhatian banyak pihak. Akan lebih bagus lagi apabila tulisan itu direvisi atau ditinjau ulang untuk dilakukan pengeditan, penyempurnaan, pengurangan atau penambahan gagasan, dan melengkapi yang dirasa belum proporsional. Masih banyak kemungkinan pola pengembangan ide pokok dengan pola pengembangan yang lain. Kreativitas, kejujuran, dan kekayaan referensi amat memengaruhi hasilm tulisan yang dituangkan.


Ingat, tulisan yang baik tentu saja memiliki topik menarik, dikemas dalam bahasa yang akrab dengan pembaca tanpa meninggalkan kaidah kebahasaan, serta memberi masukan batiniah berupa informasi, konsep, gagasan, atau daya nalar baru bagi pembacanya sehingga pembaca merasa puas selesai membaca tulisan kita. 

Minggu, 22 September 2013

LKS MEMBERIKAN TANGGAPAN DAN PENOLAKAN PENDAPAT KELAS XII IPA 3 TAHUN 2013-2014

1. Bacalah wacana berikut dengan cermat, teliti, dan cerdas!  
2. Analisislah wacana tersebut dari segi penalaran wacana atau si penulis! Jadi, tentukan opini-opini utama penulis tentang topik yang dibahas!
3. Berilah tanggapan atas opini wacana melalui penulisnya secara kritis dengan memberikan butir-butir ikon yang dijadikan sasaran!
4. Buatlah penolakan gagasan wacana atau penulis dengan melihat kelemahan pola pikir dan opini penulis dalam memanfaatkan data!
5. Kerjakan dalam Komentar dengan menuliskan nama, kelas, dan nomor absen! Email harus sesuai dengan nama dalam daftar nama. Yang tidak memenuhi persyaratan akan kena eleminasi secara otomatis-langsung!
6. Kerjakan sesuai dengan alokasi soal dan penjawabnya!

Alokasi soal dan penjawab:;1. No. absen 1-7; soal nomor 5 dan 10;2. No. absen 8-15; soal nomor 4 dan 9;3. No. absen 16-24; soal nomor 3 dan 8;4. No. absen 25-32; soal nomor 2 dan 7;5. No. ansen 33-40; soal nomor 1dan 6.

Catatan: Naskah ini masih seperti aslinya, belum diedit.

Wacana 1:
Pemuda Bangkitlah!
OPINI | 22 September 2013

Banyak sekali yang kita dengar dan  sejarah pun menuliskan tentang pemuda dengan perubahan-perubahan besarnya. Perubahan tersebut bukan hanya sekedar perubahan sekejab saja, namum perubahan yang sangat signifikan. Banyak sekali tokoh – tokoh muda yang dituliskan dalam sejarah di dunia maupun di Indonesia yang telah membawa perubahan – perubahan dari setiap perjuanganya.

Kita mengetahui Bagaimana seorang pemuda bernama Muhammad Al Fatih. Yang dapat menaklukan konstatinopel di umur yang ke 23. Begitu juga dalam sejarah Islam,banyak pemuda yang mendampingi Rasulullah dalam berjuangan sperti Mushaib bin Umair ,Ali bin Abi tholib,Aisyah dll.Waktu itu banyak yang masih berusia 8,10 atau 12 tahun.

Begitu juga Dengan  pemuda- pemuda indonesia dengan semangat nasionalismenya saat itu dan  dengan pemikiran- pemikiran besarnya, sehingga dapat  menghasilkan sumpah pemuda. Bila kita melihat betapa semangatnya Dr. Sutomo ketika mendirikan organisasi pergerakan yang pertama, Budi Utomo, dalam usianya yang belum genap 20 tahun, bagaimana perjuangan luhur pemuda dalam memperkenalkan konsep persatuan bangsa.

Kita juga mengetahui bahwa Kemerdekaan bangsa Indonesia pun diproklamasikan dengan campur tangan pemuda di dalamnya. Kita dapat mengetahui pemuda seperti Chairil Saleh, Yusuf, dan Wikana menjadi actor pemuda yang turut membantu terlaksananya proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 17 Agustus 1945. Dan yang masih ingat dalam memori kita semua adalah peristiwa reformasi yang berhasil menumbangkan rezim Orde Baru pada tahun 1998.

Semoga kita dapat menjadi bagian dari perubahan perubahan besar yang ada,karna kita masih muda, masih banyak karya yang bisa kita buat. PEMUDA BANGKITLAH!!!



Wacana 2:
Gue Jomblo, Masbuloh?
REP | 21 September 2013

Jomblo sering diasumsikan dengan kesendirian. Tanpa pasangan atau kekasih. Ya, bisa jadi juga seperti itu. Lantas apakah jomblo selamanya sendiri? Apakah para Jomblo bisa merasakan kebahagiaan tanpa pasangan atau kekasih?

Beberapa waktu lalu,saya membaca kalimat ini dari kompasianer *EllenMaringka* katanya: Bahagia tidak selalu mutlak diperoleh hanya karena seseorang memiliki pasangan. Bahagia itu adalah menyukai dan menyayangi diri sendiri.Saya sangat setuju dengan kata ini.

Berbicara tentang jomblo…apakah sahabat saat ini adalah jomblo? Apa yang sahabat rasakan saat jomblo? Sebenarnya para jomblo itu nggak selalu sendiri loh. (Meskipun kadang-kadang…he-he) Para jomblo itu bukannya tidak ingin memiliki kekasih, pasangan atau tidak ada hasrat kepada lawan jenis apalagi di bilang tidak laku (para jomblo nanti perotes loh :D) melainkan mungkin itulah cara mereka saat ingin benar-benar mengekspresikan suka dan sayang kepada diri mereka sendiri.Sederhana bukan?
WARNING! Saya ingatkan sekali lagi. Jomblo itu nggak selalu sendiri loh! Banyak yang bisa dilakukan jomblo untuk meramaikan hari-harinya. Kayak gini nih :

1. Mengakrabkan diri dengan Tuhan
Ini adalah salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan para jomblo kapan saja. Hitung-hitung nambah pahala buat masa depan. Mengakrabkan diri dengan Tuhan , yeah… misalnya buat yang beragama islam : dari shalat wajib yang lima kali sehari ditambah dengan shalat sunah, mengaji dst. Sejujurnya, saya tidak bisa menolak jika menginginkan kekasih yang seiman dan shaleh. So…dimulai dari diri sendiri. Sesuatu yang tidak mungkin jika Anda menuntut ini dan itu kepada pasangan sahabat sementara sahabat sendiri tidak memulai atau menanamkannya pada diri sendiri.
2. Nimbrung bareng Sahabat, Teman atau Saudara
Yang satu ini lebih mudah lagi dilakukan. Setiap sahabat pasti mempunyai dari ketiga yang telah saya sebutkan. Ketika nimbrung bareng sahabat, teman atau saudara ini mungkin kita tidak menyadari sesuatu hal yaitu : Bisa jadi loh, dari awalnya sering nimbrung bareng mungkin ada seseorang yang menaruh hati kepada sahabat. Alias cinlok atau cinta lokasi. Ciyeee…ciyeee. Cinta itu nggak selalu jauh kok sahabat. So, jadi nggak jomblo lagi kan?
3. Mengerjakan Pe-eR atau Tugas
Buat kita –kita ini nih yang lagi sekolah atau kuliah tidak bisa lepas dari yang namanya pe-er dan tugas. Belum lagi kan kalau guru atau dosennya killer abis. Mau nggak mau wajib ngumpulin. Segera! Berasa muka sudah berubah menjadi pe-er dan tugas. Itu guru atau dosen ngeselin banget yaah? Waktunya mepet banget suruh ngerjain ini. So, daripada ngeluh, ngegalau nggak jelas karena mikirin penyebab jomblo apaan…lebih baik memanfaatkan waktu untuk ngerjain pe-er dan tugas-tugas sahabat.
4. Jomblo itu Menyiapkan
Menyiapkan? Apanya yang disiapkan ya? Mungkin ini yang menjadi pertanyaan di benak sahabat. Yuk dikupas bersama…jomblo itu menyiapkan berbagai macam hal sebelum menjadi utuh bersama pasangan. Seperti (a) karir, banyak dari para jomblo mengejar karirnya terlebih dulu sebelum mengejar pasangan. Ada yang bilang, kalau karir udah sukses nanti jodoh datang sendiri lah. Jodoh kita sudah disiapkan sama Tuhan kok. (b) Sekolah. Merampungkan sekolah juga bisa jadi sebagai hal yang dipersiapkan.

Memiliki gelar dari jenjang S1,S2 dan S3 adalah hal yang sangat dibanggakan dan ingin dimiliki seseorang setelah menempuh, PAUD, TK, SD, SMP, SMA. Sambil menunggu umur, setelah sekolah nanti juga akan tiba saatnya di mana sahabat akan mengenal dan memahami benar saatnya tiba untuk menemukan kekasih. (c) Mental. Yang ke tiga ini sangat berpengaruh loh dalam jomblo. Karena untuk mendapatkan kekasih tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mental sangat diperlukan untuk menyatakan rasa sayang dan suka kepada si dia. Iya nggak sahabat? Apalagi yang namanya cewek untuk memulai atau mengakui rasa sukanya kepada lawan jenis itu mahal harganya. Cewek itu kebanyakan nunggu si dia nyatain perasaannya. Inilah nggak enaknya jadi cewek, nunggu dan nunggu. Sedih banget kalau si dia nggak peka dengan perasaan yang ada untuk dia ini. Huuuft!

Wacana 3:

LDR Itu Horor
REP | 21 September 2013

LDR (Long Distance Relationship)

LDR adalah suatu hal yang sangat horor, kenapa horor? Karena LDR ini salah satu faktor yang bikin hubungan antara cewek dan cowok rusak. Makna rusak disini tuh nggak hanya putus ya, tapi bisa-bisa jadi musuh bebuyutan.
Kenapa jadi musuh bebuyutan?

Nih beberapa masalah yang dialami pasangan jarak jauh:
· Cari pacar lagi ( buat malem mingguan)
Nah ini nih masalah yang paling horror, hiiiii nggak brani deh.
· Cari gebetan (kebanyakan masalah yang ini ada dipihat cewek, tau kenapa?)
Ya buat traktir makan mereka di malem minggu selagi pacarnya jauh. Dengan menggunakan jurus “aduh aku bt nih di rumah” padahal sih itu kode.
· Si cowok “cewek gue tuh marah-marah terus, bikin gue bad mood”
Alasannya minta ngilangin bad moodnya, padahal mau ngajak main dengan alasan lagi tertekan gara-gara pacar marah-marah.
· Temen curhat pacar berlainan jenis (maksudnya cewek cowok ya bukan siluman atau pampir kayak film twilight)
Ini jurus jaman megalitikum banget, bikin si temen curhat kasian terus dijadiin pacar gelap deh.
Ih jangan pilih yang jauh kalau bisa, stok yang deket masih banyak kok.
Tapi nggak semua orang yang menjalani hubungan jarak jauh itu bakalan rusak ya, banyak juga kok yang berhasil sampai nikah. Tapi, ada tapinya lagi nih hubungan akan baik-baik aja kalau dibumbui dengan kepercayaan dan kesetiaan ditambah lagi dengan hiperikangenia alias rasa kangen yang pake banget, wah pasti akan indah saat ketemuannya.
Nah sekian celoteh dari saya, selamat membaca.

Wacana 4:
Move-ON itu Nggak Susah Kok!
OPINI | 21 September 2013

Pertama niat gue buat nulis sekaligus ngeshare tulisan ini ga lain niatnya cuma buat berbagi pengalaman aja, sama ga ada salahnya buat saling berbagi nasihat dalam kebaikan. Awalnya sihh karena sering bgt pas buka sosmed (Ex.Pesbuk) isinya tuhh kebanyakan dipenuhin dengan keluhan2 para penghuninya, kalo mau coba disurvey pasti deh hampir setiap orang yang punya akun FB pasti pernah ngelu di statusnya termasuk diri gue sendiri sihh. Padahal udah sering dibilangin sama om Mario Teguh ama Om Darwis Tereliye kalo jangan suka pamer kegalauan atau keluhan di FB. Dan yang kebanyakan sering update status galau itu ya usia remaja2 gitu, anak2 SMP, SMA, dan ga sedikit dari kaum Mahasiswa juga.

So, karena disini gue mencoba memposisikan diri berada di posisi korban sekaligus pelaku juga, korban dari orang yang suka update status galau atau ngelu sehingga bikin wall gue jadi agak sumpek dilihat plus gue juga pernah jadi pelaku yang udah menuh2in wall FB temen2 gue dengan status gue yang semacam galau n ngelu gitu. Ya, gak pake mungkirin, gue pernah ngrasain galau juga sebagai manusia biasa, dan Alhamdulillah udah hampir beberapa bulan terakhir gue udah ga pernah upadate status ngelu lagi, ehm.. emang udah agak jarang juga sihh buka FB.

So, ga ada salahnya gue sharing cerita dan pengalaman gue saat ngalamin sesuatu yang menyebabakan gue suka update status semacam galau, dan pada akhirnya gue bisa ga galau lagi alias bisa sukses MOVE-ON. Setiap orang pasti punya cerita tersendiri dalam hidupnya, termasuk dalam menghadapi masa2 suram alias masa2 galau alias masa2 menyedihkan dalam hidupnya. Dan tentunya tiap orang punya cara berbeda hingga akhirnya bisa sukses menghadapi situasi atau keadaan ga mengenakan tersebut. dan inilah cara gue, dimana hampir 2 th lebih gue ngalamin hal tersebut sampai akhirnya gue bisa dengan bangga nyatain kalau gue udah bisa MOVE-ON.

Seperti yang gue bilang tadi, gue ngalamin keadaan kayak gitu kurang lebih 2th lebih, saat itu dimana gue ngalamin suatu keadaan yang akhirnya gue namain sebagai suatu kegilaan dalam hidup gue, saat dimana gue merasa ketergantungan sama seseorang yang bahkan bukan siapa2 gue. Tapi bukan berarti pada masa itu gue suram banget, masa2 itu dimana gue berstatus mahasiswa, gue juga masih bisa produktif dan menunaikan tugas sbg mahasiswa dg baik meskipun ‘kegilaan’ tadi emang cukup berpengaruh dan bikin gue sempat kehilangan fokus sama target gue saat itu. Yah, sebagai remaja dan sbg lumrahnya manusia gue juga pernah menyimpan rasa suka sama seseorang bahkan udah 4 tahun gue simpen dalam ati, meskipun selama kuliah gue juga pernah sempet digosipin deket sama salah satu temen juga pas itu. But anyway yang pengen gue ceritain disini alias yang gue sebut sebagai ‘kegilaan’ tersebut bukan itu, bukan rasa suka gue sama seorang cowok tersebut, karena gue anggap itu adalah hal yang wajar selama gue bisa mengendalikan perasaan itu dan ga mengumbar2nya, toh gue perasaan itu udah dari SMA dan sekarang juga udah pisah jauh bgt sama orangnya. Jadi gue yakin aja, kalo emang jodoh pasti bakal ketemu, kalo ga jodoh ya pastinya ada yang lebih baik dari pd dia yang udah disiapin Allah buat gue.
Justru yang gue sebut sebagai suatu ‘kegilaan’ tadi itu adalah rasa ketergantungan dan rasa ingin dianggap adik oleh seseorang yang namanya ga perlu disebut disini begitupun juga dengan cerita mengenai ini yang ga perlu aku ceritakan lebih lama disini. Mungkin menurut beberapa orang, hal tersebut alias ‘kegilaan’ itu adalah suatu keanehan. Bahkan memang ada yang udah pernah bilang seperti itu. Entahlah. . . setiap orang pasti punya pengalaman, kisah, dan masa lalunya masing2.

Dan gue sama sekali ga menyesalinya, karena gue anggap itu semua adalah bagian dari kisah hidup, proses perjalanan gue yang tentunya banyak hikmah yang bisa gue petik dan itu membantu mendewasakan gue. Oke, singkat cerita… akhirnya gue menyadari kalo gue harus berubah.. dengan mendapat beberapa masukan, nasehat, kritik, protes, dan semacamnya dari beberapa orang yang dekat atau mengenal gue, meskipun masukan, nasehat, kritik tersebut ga cukup datang sekali aja, tapi juga melalui proses ga sebentar yang akhirnya gue bisa meyakinkan diri gue harus bisa berubah ke keadaan yang lebih baik.

Salah satu hal yang membuat gue akhirnya berniat untuk beneran MOVE ON yaitu karna gue peduli ama orang2 terdekat gue yang perduli sama gue, selain itu juga karena gue peduli ama diri gue sendiri. Gue sadar, udah terlalu lama gue menyakiti diri sendiri dengan kegalauan, kesedihan, kegelisahan yang gue rasakan selama ini.

Dan gue gak mau semakin lama lagi menyakiti diri sendiri kayak gitu. Gue kembali meyakinkan diri gue, bahwa ada hal yang lebih indah yang harus gue lakuin dan persiapkan buat masa depan gue yang lebih baik. Masih banyak hal yang lebih bermanfaat buat dilakukan dan masih banyak hal yang lebih indah untuk difikirkan dan dinikmati dari pada hanya sekedar memikirkan sesuatu yang menyedihkan, menyakitkan, dan gak bikin gue lebih bahagia.

Gue anggap keadaan yang gue anggap sebagai suatu ‘kegilaan’ tadi itu ibarat suatu kesalahan yang pernah gue lakuin, dan kesalahan yang terjadi dalam hidup gue itu bagaikan lagi nulis disebuah kertas dan tulisan itu ada yang salah, lalu gue cukup menghapus kesalahan tersebut yaitu dengan memaafkan, baik memaafkan orang yang jadi sumber kegalauan, kesedihan, kegelisahan hidup kita, juga memafkan diri sendiri. Dan setelah menghapusnya tentunya masih meninggalkan bekas, agar gue gak terus keinget atau kebayang bekas itu, gue cukup harus membuka lembaran baru di kertas yang baru dimana gue bisa memulai hari yang lebih indah dari sebelumnya. Seriuss deh… gue bisa ngomong kayak gini, karena gue udah ngalamin sendiri akhir2 ini. Gue jadi lebih optimis menatap hidup, lebih percaya, lebih belajar menjadi orang yang bijak, dan belajar menjadi lebih dewasa.

Mungkin bagi loe yang pengen MOVE ON juga, baik MOVE ON dari kenangan loe ama mantan, teman dekat, sahabat, dan siapapun itu, hal pertama yang harus loe tanamin yaitu niat. Karena sekeras apapun usaha yang loe lakuin, kalo loe ga ada niat buat MOVE ON maka itupun akan sia2, begitu juga sebaliknya. Loe harus percaya juga, bahwa lagi2 orang yang baik itu disiapkan untuk orang yang baik juga. Jadi misalnya nih, seperti banyak kasus yang dialamin remaja saat ini. Misalnya dikecewain atau dikhianatin ama pacarnya, berarti kan orang yang udah bikin kita kecewa, bikin sakit hati ampek galau bahkan ada yang ampek hilang semangat hidupnya kayak gitu kan berarti bukan oran yang baik buat kita. Cukup diambil hikmahnya dan ga usah disesali terus menerus. Kembali lagi loe harus percaya, bahwa dia buka orang yang terbaik buat loe. Cukup loe harus fokus memperbaiki kualitas pribadi loe agar mendapatkan orang yang berkualitas baik juga nantinya.

Gue rasa ga perlu harus membenci, un-friend atau block pertemanan di FB maupun didunia nyata. Karena kan sebagai sesama umat manusia kita harus tetep jaga silaturrahim. Tapi kalo emang dengan loe hapus nomernya, hapus PIN nya, Whatsappnya, Fbnya, Twitternya, Fotonya, dan segala tentangnya itu bisa bikin loe lebih cepat buat MOVE-ON??, So, kenapa ga buat loe lakuin. Yang terpenting loe harus yakin loe bisa, dan loe ingin menjadi orang yang lebih baik dan memilik masa depan yang baik pula. Emang bener kata orang, terkadang ga apa2 kalo kita nengok spion (red: masa lalu) tapi kalo kelamaan liat spion juga ga bagus, nantinya loe bisa nubruk alias kembali gak fokus sama rencana2, tujuan dan masa depan loe.

Dan kalo dengan segala cara yang udah coba dilakuin tapi tetep aja masih keinget atau kebayang sama hal yang bikin loe tambah galau, cara terbaik yang perlu loe coba yaitu loe serahkan semua kegalisahan, kesedihan, kegalauan itu sama Allah, loe curhat sama Allah. Dari pada loe penuh2in FB dg status galau loe, mending loe curhat sama Allah. Curahkan semua… insyaAllah dehh ketenangan, ketentraman dan kedamaian akan bisa dirasakan dibanding dengan curhat di FB yang bisa gue bilang itu akan sia2 aja, malah loe bisa memperburuk image diri loe sendiri dimata temen2 FB loe.

 Wacana 5:
Tinggal di Eropa Malam Minggu kok Malah OL Mantengin Kompasiana, Hanya Si Anu Saja Saya Rasa

OPINI | 22 September 2013
Ini tentang si Anu yang hoby nulis tidak jauh dari si anu dan ntu..herman saja..malam minggu gini..ngaku tinggal di Njerman-Ngeropah..tapi kok ya..masih sempat-sempatnya OL mantengin Kompasiana.

Apa tidak ada kegiatan lain selain hanya mantengin Kompasiana..?mengapa tidak Hangout dengan relasi bule-nya ,atau malam mingguan nonton konser music,nonton sirkus,atau makan bareng di Restaurant dengan konco-koncone..atau malah ke stadion sepak bola nonton pertandingan kalau ada.
Atau setidaknya ngetem di lampu merah atau discotik barang sejam-dua jam,namanya juga malam minggu..lah ini kok malah mantengin website tanah air..kompasiana tepatnya.

Kesannya kasihan saja ya.. kayak orang tidak gaul dan tidak punya teman bule sama sekali,atau barangkali tidak punya duit buat keluar rumah..? hingga setiap malam minggu hanya mendekam saja di sarang sambil bikin kompor di Kompasiana.?

Ah..ga seru..ada wakil kita di Njerman tapi,kagak gaul dan hanya mendekam saja di sarangnya..padahal kan kita pengin juga dengar cerita dari si anu alias bu eldehem..tentang kehidupan malam di njerman lengkap dengan dunia hesex-hesexnya..atau dunia hingar bingarnya di negara maju saat malam minggu.
Bukan malah si anu..nyaingi ngademin kompasiana..OL 24jam di sini,walau malam minggu sekalipun..saya rasa ngademin Kompasiana saja  yg notabene dibayar pasti males-malesan jika malam minggu harus jaga di sini.

Ini kok yg bukan ngademin..malah aktiv banget malam mingguan OL di Kompasiana..!apa perlu diangkat jadi staf ngademin yang baru nih..?

Wis..jan babar blasss gak seru..nih orang..ketahuan kerjanya sepertinya hanya seputar dapur-sumur-kasur..sumur dapur-ngebul.

Kalau di timur tengah malam minggu lain lagi yakni malam jumat dan malam sabtu ,enaknya  mancing atau jalan-jalan ke mana saja..!

Wacana 6:
Cinta dan Zina
REP | 21 September 2013

pernah saya kagum dengan seorang wanita muda yang menurut saya sangat luar biasa, dia berkepribadian menarik, tampak cerdas & aktif, tenang, ramah, dan tentunya cantik.
bagi saya tiada hari tanpa memikirkannya, walau terpisah jarak yang jauh, namun selalu terasa dekat, ya mungkin saat itulah saya merasakan cinta untuk pertama kalinya semenjak beberapa tahun lalu.
pada awalnya saya sangat bersemangat, dan sangat ingin berkomitmen. saya tidak ingin pacaran, karena saya pikir dia terlalu indah untuk dipacari. dengan hanya menjaga komunikasipun saya sudah sangat amat senang.

namun segalanya berubah, ketika saya mendengar kata zina hati, suatu kata yang sangat asing untuk saya dengar dari teman saya.

dia berkata “awas loh nanti malah jadi zina hati, mending gausah mikirin dulu deh daripada ga ngapa-ngapain aja udah dosa”, dan sayapun terdiam saat itu juga. tidak lama saya mencari tau apa itu zina hati, mengapa harus dihindari?

agama saya islam, agama yang mengenalkan cinta kepada sesama termasuk lawan jenis. islam tidak melarang kita mencintai atau menyukai seseorang asalkan sesuai batasan. dan menurut islam, cara mencintai dan menyukai seseorang lawan jenis muslim lainnya yaitu dengan cara “DIAM”. dan itulah yang sekarang sedang saya coba lakukan.

saya diam, menjaga diri dari pandangan, pikiran, dan perasaan yang berlebihan. mencoba untuk menjadi muslim yang baik, dan saya berpikir ketika saya sudah mampu saya akan mengkhitbah langsung kepada orang tua/wali nya.

kembali lagi ke zina hati, lalu saya bertanya kepada teman saya “gimana ya biar ga zina hati?” lalu ia menjawab, “ya jangan dipikirkan secara berlebihan dan disengaja, kalo emang kepikiran sendiri mah gpp wajar kan namanya juga orang suka”.
ya, semoga kita terhindar dari perbuatan tersebut. aamiin :))

Wacana 7:
Maaf… Aku Pura-pura Mencintaimu
REP | 20 September 2013

Sebenarnya ini sudah episode lama dalam hidupku,sebuah cerita yang hampir aku lupa awalnya.Yang masih membekas dalam ingatanku aku mengenal laki laki ini di sebuah media social,entah bagaiman kami tiba tiba begitu dekat.Namanya sebut saja Reyhan,dia benar benar terlihat seksi dimataku,karena pemikiran pemikirannya membuatku nyaman.Aku bisa berjam jam duduk depan laptopku membaca tulisan di blognya,coretan coretan status di facebooknya,serta artikel artikelnya di kompasiana.Kami sering chat lewat email awalnya,kemudian di facebook,akhirnya BBMan dan tukar nomer telepon.Jika di bilang tidaktertarik bohong rasanya,tapi sebenarnya ini lebih tepat di katakana aku suka gaya berfikirnya,cara pandang dia dan bagaimana dia menulis dengan bagus.Secara fisik dia jauh dari kata ganteng,simpatiku berawal ketika kami membahas tulisannya ketika dia bercerita tentang cintanya yang terabaikan karena masalah ekonomi.

Entah bagaimana aku berusaha membuat dia berbaik sangka pada perempuan,aku bilang”Rey kalau cewek itu tidak matre berarti dia kehilangan 99% kewanitaannya”.”haha…..berarti cewek itu harus matre?termasuk mantanku?”katanya tertawa.Rey sosok yang sedikit misterius,ketika aku Tanya tentang Rey pada teman –temannya mereka jarang tau tentang Rey.Artinya Rey punya dunia sendiri yang tidak semua orang boleh masuk dan menikmatinya.

Aku semakin tertantang untuk tau tentang Rey,keluarganya,teman –temannya.Aku dekati anak buah ayahnya ,kebetulan ayahnya seorang pengusaha ikan(rajungan)jadi aksesku untuk tau tentang keluarganya cukup terbuka.Jika Rey bisa bertahan dengan penantian hatinya selama dua tahun,selama rentang waktu yang cukup lama untuk seharusnya bisa membuka hati untuk wanita lain ketimbang mendiamkan hatinya untuk perempuan yang menyingkirkan perasaannya karena faktor ekonomi.

Aku dan Rey benar benar dekat,hingga suatu hari tiba tiba dia mengungkapkan perasaannya.Aku kelabakan,padahal aku sudah merasakan sinyal itu sebelumnya aku tidak ingin kehilangan teman diskusiku tapi aku juga tidakbisa menerima Rey karena aku sudah memiliki kekasih.Aku yakin Rey akan menjauh seperti teman teman chatingku yanglain,yang ketika tau aku punya pacar mereka memilih berhenti  berkomonikasi dan aku belum siap kehilangan Rey dengan  segala keunikan dan pemikiran pemikirannya yang yang belum sepenuhnya bisa aku baca.Aku bercerita pada sahabatku vina,solusinya malah menggila”udah terima aja cinta dunia maya itu mungkin hanya bertahan 3 bulan,lagian dia jauh di negeri seberang”aku semakin bingung Rey benar benar istimewa dia unik,aku tidak ingin kehilangan dia tapi aku tidak mau hubungan kami lebih dari sekedar teman.

Aku coba berbicara baik baik tapi aku menyembunyikan statusku yang sudah memiliki kekasih,banyak alasan aku kemukakan tapi Reyterus memaksaku untuk mencoba,bahkan dia berkeyakinan aku juga menyukainya “dari mana kamu tau aku suka kamu Rey?GR banget kamu” kataku suatu hari.”aku udah Tanya Tanya sama aisyah adik aku,kamu itu suka sama aku”katanya.”hahaha aku ngak kenal aisyah “kataku

Entah bagaimana aku mengiyakan ajakan Rey untuk berpacaran,banyak topik yang kami bicarakan.Dari kedekatan itu aku tau Rey orangnya lucu,baik,smart banyak hal yang tidak orang banyak tau terungkap dari kedekatan kami,tapi tetap saja ini lucu dan penuh dengan kepalsuan.Aku gak pernah bisa mencintai Rey dengan sungguh –sungguh,ada rasa bersalah ketika tiba tiba Rey menelpon dan tiba-tiba mengakhiri obrolan kami dengan kissbye(muuaacch).Aku pernah berfikir mengakhiri cerita yang penuh kepura-puraan ini,ketika aku minta untuk mengakhiri tiba tiba Rey sakit dan masuk rumah sakit.Hal itu aku tau dari temanku vina yang juga dekat dengan Rey,aku ungkapkan perasaanku pada vina bahwa aku tidak bisa mencintai Rey dan vina tau aku sudah punya kekasih.Saran temanku ini memang selalu aneh tapi kali ini sedikit masuk ke otakku
`
“kamu putuskan Rey pas dia pulang ke Indonesia,kalau dia sakit seperti ini gara gara kamu putusin atau malah lebih parah dia mati gimana?dia itu masih manusia,anak orang kamu bikin sakit”kata vina
`“tapi vin kalau lama lama  membohongi,pura-pura mencintai apa itu tidakmalah lebih menyakitkan?”kataku
`“tapi paling tidak kalau di Indonesia ada keluarganya,ada orang orang yang bisa memotivasi dia,dan kamu tidak terlaluberesiko.kalau sekarang dia saja sudah terkapar di RS atau malah nanti mati hayooo..”
“gak mungkin Reyhan mati,dia itu pintar kalau dia sampai bunuh diri jauh sekali kemungkinannya aku tau Reyhan”kataku
“cinta itu bisa melakukan apa saja,perempuan itu mungkin tidak bisa membuat lelaki tolol jadi bijak tapi bisa membuat lelaki bijak dan pintar  seperti Rey menjadi tolol”kali ini pernyataan vina membuatku benar benar berfikir,antara rasa bersalah,iba,takut.Aku benar benar ingin mengakhiri semuanya sebelum cinta Rey semakin besar,jika dia bisa membiarkan hatinya selama 2 tahun pasca putus bagaimana nanti kalau dia tau aku hanya pura-pura?aku tidak ingin kehilangan Rey,tapi aku lebih tidak mau membohongi Rey.Rey terlalu baik untuk disakiti tapi aku sudah menyakiti dia dengan pura –pura mau menjadi pacarnya hanya demi egoku mencari teman diskusi yang bagus.

Aku membiarkan Rey tetap menjadi pacarku,aku takut terjadi apa-apa padadirinya .Berharap Rey cepat pulang ke Indonesia dan aku menjelaskan semuannya,dengan resiko aku kehilangan Rey tapi aku pikir itu masih lebih baik dari pada aku tersiksa dan terus harus berpura-pura mencintainya.
Malam itu 20 January,aku jalan jalan ke mall dengan kekasihku.Saat di tangga escalator aku melihat sosok yang mirip Rey,dan benar saja dia menghampiriku.

“Rey”katanya mengulurkan tangannya
“kapan datang,kokgak ngasih kabar?”aku menyambut uluran tangannya.Mas adi kekasihku  menatapku
“oh ya..ini mas Adi”kataku mengenalkan ,Rey menyambut uluran tangan mas Adi dan mengernyitkan dahinya mewakili kebingungannya,aku mencoba mengatur detak jantungku,mencoba sekuat tenaga mengatur kata kata yang tercekat di tenggorokan.
“mas  Adi ini Rey temanku,dan Rey ini mas Adi pacarku”
“ooo yaaa…aku ingat kamu pernah cerita,kalau gitu aku mau cari oleh oleh dulu buat pacarku.Senang bertemu kalian”kata Rey dan berlalu dari hadapan kami.

Selama perjalanan ke rumah hatiku berkecamuk,aku benar benar jahat tega melakukan ini pada orang sebaik Rey,dan aku pasti kehilangan Rey lebih cepat.

Sampai di rumah mas Adi hanya mengantarkanku sampai pagar karena ada urusandia tidakmampir,saat masuk kedalam rumah aku lihat Rey duduk di temui kakakku.Saat melihat aku datang kakakku masuk kedalam hanya tinggal aku dan Rey.

“ini untukmu,aku gak bisa ngasih oleh oleh apapun”katanya menyerahkan boneka lebah kepadaku,”sebenarnya aku sudah nyiapkan cincin buat pertunangan ,aku pengen bawa kamu ketemu ibu.Tapi sepertinya itu tidak mungkin”kata Rey aku hanya bisa diam,hanya air mata mewakili penyesalanku yang aku tau takkan pernah bisa menghalangi kepergian Rey.”kamu tau,banyak Tanya KENAPA yang ingin aku tanyakan tapi semuanya takkan pernah aku ungkapkan kamu tau kenapa?karena aku sangat mencintaimu,menyayangimu”setelah itu Rey pergi.

Rey pergi dan tak menoleh lagi,sejak malam itu kami tak pernah lagi berhubungan aku menyesal membiarkan Rey pergi dari kehidupanku,tapi aku lebih menyesal telah berpura –pura mencintai Rey.Karena sampai tulisan ini aku buat aku tak pernah bisa mencintai Rey,aku hanya inginmenjadi sahabatnya.Sebagai seorang sahabat aku berharap Rey menemukan perempuan yang baik.

Wacvana 8:
Secret Admirer : Bisakah Perasaan Dipendam Selamanya?
REP | 21 September 2013

Ternyata, menjadi dewasa itu memang rumit ya.
Jika saat masih kecil kita tahu bahwa menjadi dewasa itu artinya akan banyak yang harus dipertanggungjawabkan, terlalu banyak yang ditanggung di pundak, mungkin harapan kita waktu kecil bukanlah “aku pengin cepet gede”, tapi “aku pengin kecil terus”.

Salah satu yang cukup rumit adalah urusan hati. Menjadi dewasa berarti harus siap melakukan hal yang baik meski nggak disukai, dibandingkan melakukan hal yang disukai meski nggak baik buat orang lain, dan diri sendiri tentunya. Aku masih ingat sewaktu kecil aku dihantui rasa sakit di lutut karena jatuh, bukan rasa sakit di hati karena ditinggal pacar, misalnya. Waktu kecil tiap Minggu pagi aku lebih susah disuruh beranjak dari depan TV dibanding (saat sekarang) beranjak dari satu hati yang sudah nggak menginginkanku lagi. Waktu kecil aku lebih suka ngejahilin dan bikin nangis anak perempuan yang aku suka dibanding harus “mengabdi” cuma buat cari perhatiannya. Dan yang terpenting, setelah menangis, walau kita musuhan, tapi tetep nggak tahan buat gak saling bicara, saling ejek.

Tapi ya memang begitulah hidup. Kita harus move on ! Meski memang nggak semudah kedengarannya, minimal kita berusaha dulu. Banyak hal yang harus kita move-on-in dalam hidup. Move on dari masa kecil adalah satu contoh yang bisa aku kasih. Masak udah segitu

banyaknya move on yang pernah dijalanin, move on dari dia aja gak bisa ? Masak LDR aja kuat tapi move on-nya nggak ?Ini mungkin saatnya kamu untuk move on. Seperti yang kamu lakukan pada saat move on-move on yang terdahulu.

Salah satu move on favoritku adalah ketika dari keinginan egois untuk memendam sayang sendiri, move on ke membagi rasa itu kepada orang yang disayang dengan cara mengungkapkannya. Kenapa harus berani ? Karena cepat atau lambat, kenyataan akan menampar kamu untuk jadi berani. Guru terbaik buat move on itu bernama kenyataan, ‘Cinta itu bukan harta karun!’ Ini pelajaran penting yang aku dapat. Kalau cinta itu harta karun, aku, si pemuja rahasia—Secret Admirer bahasa kerennya—pasti sudah kaya banget.

Namun, jangankan untuk ngomong langsung tentang perasaan aku ke wanita yang aku puja, ngomong via messenger atau SMS pun udah bisa bikin lutut aku keriting gemeteran.

Anyway… menjadi seorang secret admirer itu memang nggak mudah. Aku jadi punya kegiatan rutin setiap harinya. Bangun tidur, yang pertama kali aku cek adalah Facebook dan BBM-nya untuk tahu dia telat bangun apa nggak. Agak siang sedikit, melongok BBM-nya biar tahu dia makan siang sama siapa. 

Kadang aku berniat ngajak dia makan bareng, kemudian aku ketik SMS; “Hey, makan siang, yuk!”… tapi akhirnya pesan itu hanya menjadi penghuni abadi di kotak draft. Sebelum tidur aku selalu ngintipin timeline-nya, merhatiin kapan dia ngucapin selamat malam, eh yang ada aku selalu ketiduran karena terlalu lama menunggu. Ngarep.

Meskipun kadang dapat fakta yang pahit dan bikin galau, seorang Secret Admirernggak pernah kapok ngelakuin itu semua. Tapi, apa benar perasaan bisa dipendam selamanya…?”

Wacana 9:
Antara Transisi, Visi, dan Ambisi
OPINI | 23 September 2013

Mahasiswa baru, identik dengan suatu kepolosan. Bagaimana tidak? Lihat saja, saat pertama kali menapaki kehidupan kampus saja harus melalui step wahid dan paling wajib, apalagi kalau bukan OSPEK. Disini Saya tak akan membahas apa saja yang terkait dengan ospek. Saya disini hanya ingin melihat dari sisi kacamata Saya (maklum berkacamata-red) apa saja yang berkaitan dengan mahasiswa baru apalagi jika mereka adalah perantau. Anda yang sekarang membaca chapter pembuka ini, yang berstatus maba juga seperti Saya, bisa jadi ini adalah cerminan bagi diri Anda. Atau Anda yang telah lama bergelut dalam status ke-mahasiswa-an Anda atau yang telah sukses men-download toga, bisa jadi ini merupakan memori yang mengingatkan Anda pada masa lampau. Dan Saya tegaskan disini, Saya membuat tulisan ini bukan untuk menghakimi Anda-Anda yang memiliki koneksi jaringan yang maaf, lemot dalam men-download toga. Namun ini sebagai cambuk dan cerminan untuk Saya dan juga kita bersama pastinya, bahwa kita bisa mencapai apa yang kita inginkan. Man jadda wa jadda.

Saat kelas XII SMA, apa yang ada di benak Anda? Ingin cepat lulus? Ingin meninggalkan kota yang Anda sudah singgahi selama kurang lebih 17 atau 18 tahun? Atau niat Anda ingin cari jodoh? Beuuhh… Untuk contoh yang terakhir ini forgot it aja yaaa… Satu hal, apa yang terbesit di benak Anda manakala Anda memakai baju putih dan celana abu-abu. Masa-masa terindah? Ngangenin? Atau malah nyebelin? Yep, masa-masa SMA yang manis asem asin itu pasti banyak menorehkan kenangan di hati kita selama tiga tahun. Namun, apakah masih adem ayem saat Anda duduk di jenjang terakhir, yaitu kelas XII? Kelas XII dimana saat itu kita ingin cepat-cepat meninggalkan SMA dengan segala embel-embelnya lalu ambisi kita menapaki jenjang selanjutnya. Masih jelas di pikiran Saya, pergolakan batin saat kebingungan memilih jurusan favorit dan universitas incaran masing-masing.

Jati diri. Ya, dua kata yang menancap jelas di sudut hati dan pikiran saat kita menduduki jenjang terakhir dalam sekolah itu. Waktu itu, Saya dituntut untuk memilih nyawa. Nyawa yang akan membuat perubahan hidup dalam diri Saya. Dan setelah mantap dan tawakkal Alhamdulillah niat itu tercapai. Bagi Saya yang mendapat kesempatan mengenyam ilmu di kota pelajar, itu merupakan kesempatan emas yang tak boleh disia-siakan. Bagaimana tidak, Saya telah mengalahkan banyak pesaing dan berhasil. Kebanggaan tersendiri pastinya.

Namun, apa yang harus dilakukan saat status mahasiswa telah resmi menancap pada diri kita? Senang? Bilang WOW sambil koprol? Atau bilang WOW aja? Untuk kasus Saya kemarin, Saya harus bertransisi. Ya, transisi dari siswa SMA menjadi mahasiswa. Pikiran kita saat SMA yang sebagian besar hanyalah orang yang menjadi nrimo ing pandum, kita ubah menjadi tabur tuai. “Apa yang kau tabur, engkau kan menuai hasilnya”. Saya selalu berusaha untuk mengingat mantera itu. Kita yang hanya malas-malasan di kampus, tak yakin akan mendapatkan tuaian yang sempurna, stagnan. Istilah kasarnya, cuma jalan di tempat.

Untuk selanjutnya, visi. Visi atau tujuan ini pastilah sangat penting dan paling utama dalam dunia perkuliahan. Ibarat sedang menyetir, hanya berleak-leok tak ada tujuan dan tak punya arah, tidak jelas. Saya sendiri Alhamdulillah sudah ada visi dalam kuliah ini setelah bingung menemukannya saat masih SMA kemarin. Untuk kasus kebingungan visi, seharusnya kita malu pada Suzan. Ya, tokoh boneka yang dengan keyakinannya selalu koar-koar dan ceplas-ceplos saat ditanya “Kalau gede mau jadi apa?”. Sepele memang, namun walaupun begitu kenapa kita tidak mengambil segi positifnya meskipun hanya dari sebuah boneka. Namun, belum mendapatkan visi bukanlah suatu hal yang fatal menurut Saya. Sebagai contoh nyata, Saya ada teman baru saat Sospem (Sosialisasi Pembelajaran-red). Sebenarnya, Dia sudah kuliah tahun lalu. Dia mengambil jurusan Matematika kalau Saya tidak salah ingat. Namun karena Dia merasa ada hal yang mengganjal, tidak enak dan merasa jurusan yang diambil bukan jalannya, akhirnya Dia memutuskan untuk keluar dari zona ketidaknyamanannya itu dan memilih untuk pindah ke jurusan lain yang Ia suka. Sekarang Dia mengambil jurusan Sosiologi, satu fakultas dengan Saya. Ini membuktikan, tak ada kata terlambat dalam visi, meskipun harus menjadi beginner kembali, mulai dari awal.

Dan jika kita sudah bertransisi, visi sudah jelas. Apakah yang kita perlukan? Ambisi. Ya, tentu saja ini hal yang mudah untuk kita dapatkan, karena itu didalam kita sendiri. Namun, apa karena mudah kita dapatkan dalam diri kita itu bisa dengan leluasa kita menggunakannya atau mengaplikasikannya? Belum tentu. Memang ambisi itu datang manakala kita sedang dalam keadaan good mood. Dalam keadaan bad mood, memang sulit untuk menumbuhkan ambisi. Penyakit bad feeling seperti putus asa, mudah menyerah, patah semangat dan yang paling mainstream adalah galau itulah yang menghambat ambisi kita. Mau tak mau, harus dihilangkan jika Anda masih menginginkan ambisi itu datang dan membakar semangat Anda. Karena untuk kasus ini, hal yang menyangkut bad feeling adalah berkaitan dengan pribadi masing-masing.

Jika Anda sudah menerapkan ketiga hal tersebut, yakin deh Anda-Anda para mahasiswa dan khususnya maba bisa men-download toga dengan lancar tanpa koneksi lemot. Saya, yang maba juga masih berusaha serius kok dalam men-download toga. Pokoknya dibawa serius tapi jangan serius amat, dibawa santai tapi jangan santai amat. Susah? Tak usah mengeluh begitu. Ingat mantera Saya tadi: “Apa yang kau tabur, engkau kan menuai hasilnya”.
Wacana 10:

Kejamnya Aksi Remaja ‘Neo Nazi’
REP | 17 September 2013

Peristiwa perih kembali terjadi yang melibatkan remaja Neo Nazi dalam aksi pemukulannya terhadap seorang pelajar berusia 15 tahun bernama Felix (nama samaran). Seperti pada paham Nazi itu sendiri bahwa Ras lain selain bangsa jerman adalah ‘haram’ hukumnya bagi mereka. Felix sendiri merupakan darah keturunan Cina dari ayahnya dan kini ia merasa sangat takut akan nyawanya yang terancam pasca pemukulan membabi buta yang dilakukan oleh teman-temannya di toilet sekolah yaitu di Gymnasium (Sekolah Menengah Pertama) yang berlokasi di Bad Schandau. Disana pula ia tinggal di sebuah Jugendherberge atau asrama pelajar bersama siswa lainnya. Kisah ini juga bukan untuk yang pertama kalinya, dimana banyak anak remaja disana sengaja ‘dirasuki’ oleh para pengikut setia paham 
Nazi guna meneror warga asing di Jerman.

Felix dipukuli dan kepalanya dibenamkan dalam lubang toilet pada saat jam istirahat, dimana teman-temannya yang sudah terbawa paham Nazi itu meledeknya dengan berkata rasis terhadapnya. Kawasan Bad Schandau memang terkenal dengan tempat lahirnya sosok Nazi ‘Adolf Hitler’ dan pengikutnya yang sekarang pun masih setia menerapkan pahamnya’, ia bernama Martin Mutschmann yang pada tahun 2007 pernah mengeluarkan plakat bertuliskan “”Deutsche Schulen für Deutsche Kinder!” yang artinya Sekolah Jerman hanya untuk anak-anak Jerman. Slogan yang penuh dengan unsur rasis itu sangat disayangkan oleh warga Jerman yang memiliki sikap netral terhadap pendatang, karena pada dasarnya warga Jerman yang sadar sangat tidak sepaham dengan para pengikut Neo Nazi tersebut. Saat berita tersebut diterbitkan pada hari senin kemarin kondisi Felix masih harus terbaring lemah di rumah sakit kota Hamburg.

Peristiwa itu membuktikan bahwa pemerintah Jerman belum benar-benar menerapkan rasa aman bagi warganya, khususnya warga pendatang yang telah menikah dengan warga Jerman dimana anak–anak mereka menjadi ancaman bagi para pengikut Neo Nazi yang mungkin sudah menyebar di seluruh antero Jerman. Berdasarkan pengalaman saya pribadi saat menetap di wilayah Jerman Timur yang kawasannya lebih rentan bagi warga asing dimana saya pun pernah menerima sikap rasis dari seorang wanita Warga Negara Jerman pada saat berwisata di kota Berlin.

Kala itu saya diteriakkan olehnya “Hey, Du bist Auslaenderin..Du darfst nicht an diesem Museum fotografieren.” yang artinya “Hey Kau, orang asing tidak boleh memotret di museum ini.” .

Di mana saat itu saya baru akan memotret sebuah gedung museum fotografi yang ada di kota Berlin. Mendengar wanita itu berbicara keras tentu saya merasa khawatir karena bisa jadi ia bersikap kasar pada saya setelahnya namun syukur warga lain yang melihat hal itu langsung mengatakan pada saya untuk tidak memperdulikannya, karena dia sudah gila. Lalu ada orang lain juga yang langsung mengusir wanita sutris (baca: stress) itu untuk segera pergi dari kawasan tersebut. Sungguh benar-benar pengalaman ter-rasis yang pernah saya alami sendiri. Yah, begitulah sekelumit kisah nyata dari cucu-cucu Neo Nazi yang ternyata masih membuat rusuh di negeri pengolah sosis Jerman.