Sabtu, 25 Februari 2012

KARYA TULIS SISWA-UJIAN KELAS XII IPA 4 2011/2012


Karya tulis merupakan kreasi hasil buah pikiran seseorang berkaitan dengan keluasan pengetahuan dan wawasannya serta kehendak hati untuk menyampaikannya kepada pihak lain guna berbagi gagasan dan pengetahuan tentang  apa pun  yang berhubungan cipta, rasa, dan karsa. Dengan demikian seseornag akan selalu mengembangkan diri dan sadar dengan penuh pikiran bahwa belajar amat penting bagi diri seseorang dan manusias pada umumnya. Hal ini akan membuat orang amat berkemauan pengembangan diri serta kebiasaan untuk selalu menambah pengetahuannya diimbangi kesadaran belajar sepanjang hayat.

Perihal seperti ini amat penting bagi generasi muda sekarang. Oleh sebab itu, budayaqmembaca dan menulis amat diperlukan. Memang tidak semua kaum muda yang mempunyai budaya seperti itu. Oleh sebab itu, menjadi tanggung jawab guru dan sekolah, selain keluarga dan masyarakat untuk menggiring generasi muda ke arah memiliki budaya tersebut.

Tulisan di sini merupakan kreasi siswa sebagai bagian hasil belajarnya. Yang diutamakan di sini adalah kejujuran mengakui pendapat diri sendiri dan orang lain secara objektif dalam kaitannya dengan pola dan kaidah penulisan sesuai dengan kode etik dan tuntutan akademis. Bagi siswa  SMA menulis harus menjadi kebiasaan produktif berbahasa sebab mereka tak lama kemudian akan memasuki komunitas ilmiah akademis yang secara lahir dan batin harus siapsegara  mereka alami.

Makalah yang ada di sini merupakan karya tulis siswa SMA Xaverius 1 sebagai syarat dan bukti ujian praktik tertulis mata pelajaran Bahasa Indonesia. Terlepas dari kekurangan yang masih ada, karya tulis ini adalah kerasi dan buah pikiran siswa dalam waktu yang sempit di sela-sela kesibukannya. Layak dihargai karya mereka sebagai langkah awal publikasi karya tulis sendiri. 

Akhir kata, keberanian dan pembuktian bahwa seseorang memiliki karya tulis disertai dengan tekad memublikasikannnya adalah  titik positif amat berharga dalam diri generasi muda Indonesia. Terima kasih atas karya dan atensi kalian membutikan diri bahwa kalian memang bisa.

Selamat berkarya.

320 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  2. Peranan Teknologi Informasi dalam Penyebaran Budaya Sumatera Selatan bagi Generasi Muda


    Zaman sekarang, teknologi sudah sangat berkembang. Bukan hanya di bidang teknologi saja, namun di bidang komunikasi informasi pun sudah berkembang pesat. Hal ini di karenakan perkembangan teknologi menunjang perkembangan bidang lainnya. Dampak dari perkembangan teknologi tidak hanya dirasakan sektor komunikasi saja. Namun juga, dirasakan sektor-sektor lain seperti, industri, ekonomi, sosial, budaya.
    Di bidang budaya, teknologi juga memberikan dampak yang signifikan. Hal itu dapat dilihat dari cara menyebarnya budaya daerah. Contohnya budaya Indonesia. Indonesia memiliki berbagai macam budaya dari pakaian hingga makanan. Dahulu sebelum ditemukannya internet yang merupakan buah dari perkembangan teknologi, Indonesia di bagian barat tidak mengetahui sama sekali budaya Indonesia di bagian timur. Tetapi, sejak ditemukannya internet, setiap warga di Indonesia dapat melihat berbagai macam budaya daerah Indonesia.
    Tetapi, kemajuan teknologi juga memiliki dampak negatif. Dampak-dampak negatif itu berupa, masuknya kebudayaan asing. Contohnya cara berpakaian orang amerika. Dampak negatif ini biasanya diikuti generasi muda. Generasi muda sangat mudah terpengaruh karena bagi mereka kebudayaan asing tersebut keren ataupun gaul.
    ***

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. Dalam hal kebudayaan dan sosial kita lebih sering cenderung melihat pada sisi negatif hal ini dikarenakan pertukaran informasi terutama melalui internet yang sangat tak terbatas dan bebas, sayangnya dalam hal ini kita kadang sulit untuk memfiltrasi atau memilah mana informasi yang bermanfaat atau merugikan bagi diri kita. Padahal apabila kita dapat memfiltrasi itu dengan baik maka kita dapat memperoleh suatu ilmu dan pengetahuan didalamnya. Mempengaruhi dalam bidang sosial tentunya sangat kita rasakan dan sadari terutama dengan munculnya berbagai situs jejaring sosial yang tentunya mempunyai pengaruh positif maupun negatif (http://zanna-chobitha.blog.ugm.ac.id/2011/09/22/pengaruh-teknologi-informasi-dalam-kehidupan/, 25 Maret 2012, pukul 7.03) .
      Pengaruh positif teknologi informasi secara umum adalah mempermudah manusia dalam memproses, menyampaikan dan menyimpan informasi dalam berbagai bentuk dan berbagai kebutuhan tertentu yang bermanfaat dalam menunjang dan mendukung kehidupan. (http://zanna-chobitha.blog.ugm.ac.id/2011/09/22/pengaruh-teknologi-informasi-dalam-kehidupan/, 25 Maret 2012, pukul 7.08 WIB) .Teknologi informasi juga sangat berpengaruh dalam perkembangan, perubahan dan kemajuan suatu kebudayaan. Kebudayaan dapat berkembang bahkan hilang oleh suatu kemajuan teknologi informasi, sebagai contoh kebudayaan indonesia yang berkiblat pada budaya timur sekarang sudah dan sedang tanpa kita sadari atau tidak serta sedikit demi sedikit telah mewarnai dan mempengaruhi kebudayaan indonesia (http://zanna-chobitha.blog.ugm.ac.id/2011/09/22/pengaruh-teknologi-informasi-dalam-kehidupan/, 25 Maret 2012, pukul 7.12) .
      Adapun pengaruh negatif yang ditimbulkan. Pengaruh negatif tersebut yang pertama adalah merubah pola pikir manusia pada arah yang negatif atas berbagai pengaruh dari konten-konten yang tersedia didalamnya dalam arti menjadikan manusia melupakan hal-hal yang sebenarnya penting karena kehidupan tidak hanya terbatas dalam teknologi saja. Yang kedua menimbulkan suatu kejahatan dunia maya yang sebenarnya sangat merugikan dan menghambat perkembangan teknologi informasi dan yang paling merasakan dampak tersebut adalah penciptanya dan sebenarnya manusia secara umum sebagai konsumen dari teknologi informasi. Penyalahgunaan tersebut dapat lebih cenderung pada pelanggaran norma dan hukum seperti penipuan via internet, video dan gambar porno yg terdapat di internet maupun hand phone yang dapat merusak moral kita sebagai manusia terlebih sebagai generasi penerus bangsa. (http://zanna-chobitha.blog.ugm.ac.id/2011/09/22/pengaruh-teknologi-informasi-dalam-kehidupan/, 25 Maret 2012, pukul 7.28) .

      Hapus
    3. Secara spesifik Teknologi informasi membantu penyebaran kebudayaan lewat internet. Kebudayaan Sumatera Selatan yang dahulunya tidak diketahui sekarang telah dikenal banyak orang. Hal itu karena adanya program Visit Musi yang diselenggarakan pemerintah provinsi Sumatera selatan guna menarik pengunjung dari luar kota Palembang dan juga dari luar negeri. Program ini ditujukan bagi semua orang terutama para turis dan generasi muda Indonesia dan negara asing. Dengan begitu, penghasilan pemerintah dapat berlipat ganda.
      Salah satu dampak penyebaran yang begitu besar dari teknologi informasi adalah penyebaran makanan khas daerah Palembang. Makanan khas Palembang adalah pempek. Pempek dahulunya belum diketahui banyak orang. Seiring perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, informasi tentang pempek menyebar pula. Alhasil, banyak daerah-daerah di Indonesia mengetahui pempek dan mencoba membuka bisnis restoran pempek di luar Palembang.
      Selain makanan khas, pakaian adat kota Palembang pun terkenal. Pakaian adat kota Palembang itu adalah Kain songket. Bahan baku kain songket Palembang ini adalah berbagai jenis benang, seperti benang kapas atau dari bahan benang sutera. Untuk membuat kain songket yang bagus digunakan bahan baku benang sutera berwarna putih yang diimpor dari India, Cina atau Thailand. Sebelum ditenun, bahan bakudiberi warna dengan jalan dicelup dengan warna yang dikehendaki. Warna dominan dari tenun songket Palembang ini, merah. Namun, saat ini penenun dari Palembang sudah menggunakan berbagai warna, yaitu warna yang biasa digunakan untuk tekstil (http://palembangbari.blogdetik.com/2009/02/14/teknik-pembuatan-songket-dan-pemeliharaanya/, 25 Maret 2012, pukul 8.36) . Kain ini biasanya dibeli sebagai oleh-oleh oleh orang dari luar Palembang bagi keluarga mereka.
      ***

      Hapus
    4. Sebagai generasi muda penerus bangsa, sebaiknya kita terus melestarikan kebudayaan daerah. Terutama daerah kita sendiri yaitu kebudayaan Sumatera Selatan. Karena, seiring perkembangan zaman, mugkin saja kebudayaan ini akan punah. Hal ini dikarenakan adanya globalisasi di seluruh bidang (industri, kebudayaan, ekonomi). Globalisasi ini timbul karena perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat berkembang. Tetapi, kita juga tidak boleh menolak globalisasi. Karena globalisasi merupakan proses agar negara kita dapat berkembang. Dampak globalisasi ini dirasakan kaum muda. Maka dari itu, diharapkan kaum muda memiliki semangat yang tinggi dalam melestarikan kebudayaan daerah Palembang dan melakukan penyebarannya Palembang ke daerah lainnya. Dengan begitu, kebudayaan Palembang tidak musnah.

      Hapus
    5. Daftar Pustaka
      http://palembangbari.blogdetik.com/2009/02/14/teknik-pembuatan-songket-dan-pemeliharaanya/. Diakses 25 Maret 2012, pukul 8.36 WIB
      http://zanna-chobitha.blog.ugm.ac.id/2011/09/22/pengaruh-teknologi-informasi-dalam-kehidupan/. Diakses 25 Maret 2012, pukul 7.12 WIB

      Hapus
  3. Pengaruh Durasi Menonton Televisi terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XII IPA 4

    Karya : Prima Shella
    Kelas : XII IPA 4
    No : 27

    Informasi adalah salah satu hal yang sangat dibutuhkan manusia. Karena tanpanya, manusia tidak dapat mengetahui hal-hal disekitarnya. Informasi dapat dicari sendiri oleh individu tersebut atau melalui media telekomunikasi, contohnya adalah telefon genggam, internet, koran, majalah dan televisi. Televisi adalah salah satu media telekomunikasi yang paling banyak digunakan sekarang ini. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan”. Televisi ditemukan oleh John Logie Baird pada tahun 1925. Ia berhasil menunjukan cara pemancaran gambar-bayangan bergerak di London pada tahun 1925, diikuti gambar bergerak monokrom pada tahun 1926. Cakram pemindai Baird dapat menghasilkan gambar beresolusi 30 baris (cukup untuk memperlihatkan wajah manusia) dari lensa dengan spiral ganda. Sejak saat itu televisi terus berkembang dari gambar yang berwarna hitam putih, sampai memiliki berjuta-juta warna seperti sekarang ini.
    Televisi dapat menampilkan informasi dengan menarik, karena televisi menampilkan informasi dengan gambar, suara, tulisan maupun data dan grafik, berbeda dengan radio yang hanya menampilkan suara, ataupun koran dan majalan yang hanya menampilkan gambar dan tulisan. Televisi juga menampilkan berbagai macam siaran, seperti berita, pertandingan olahraga, kuliner, infotainment, kartun, film, dan sebagainya. Oleh karena itu menonton televisi menjadi salah satu kebiasaan yang dilakukan semua orang dari semua umur, salah satunya adalah pelajar SMA. Dengan menonton televisi remaja dapat menggali informasi teraktual dengan penyajian yang menarik. Mereka juga dapat melepaskan stress dengan menonton film atau kartun di televisi.
    Namun, banyak orang beranggapan bahwa menonton televisi terlalu lama akan memberikan banyak dampak buruk pada pelajar, seperti pada motivasi belajar dan prestasi belajar mereka. Kebanyakan orang tua melihat dampak buruk ini pada prestasi belajar mereka, karena prestasi belajar merekalah yang paling mudah untuk diamati. Untuk mengantisipasi hal ini banyak orang tua siswa yang membatasi durasi menonton televisi anaknya, bahkan tidak memperbolehkan mereka menonton televisi sama sekali. Seperti yang telah kita ketahui prestasi belajar sangatlah penting bagi pelajar SMA, terlebih jika mereka merupakan pelajar SMA kelas 12, sebab prestasi belajar adalah salah satu faktor yang akan menentukan apakah mereka akan lulus atau tidak. Apakah durasi menonton televisi mempengaruhi prestasi belajar remaja SMA? Marilah kita gali lebih lanjut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ****
      Remaja (dari bahasa Latin : adolescence berarti “tumbuh”) adalah tahap transisi fisik dan mental pembangunan manusia umumnya terjadi antara pubertas dan hukum dewasa ( usia mayoritas). Menurut Erik Erikson tahap-tahap perkembangan manusia, misalnya, dewasa muda umumnya orang berusia antara 20 dan 40, sedangkan remaja adalah orang antara usia 13 dan 19. Pelajar SMA kelas 12 memiliki kisaran umur dari 16 sampai 18 tahun, sehingga mereka dapat digolongkan sebagai remaja. Remaja merupakan masa paling rentan, karena remaja emosi remaja sangat labil dan sangat mudah terpengaruh oleh berbagai hal. Namun apakah mungkin menonton televisi akan mempengaruhi prestasi belajar remaja SMA? Prestasi belajar remaja kelas 12 sangatlah penting, karena kita mengetahui bahwa pelajar kelas 12 SMA akan menghadapi ujian nasional pada tanggal 16-19 April 2012 dan ujian sekolah. Standar kelulusan SMA tahun ini adalah 5,5 dengan faktor pembagi 40:60, yaitu 40 persen dari akumulasi rata-rata ujian sekolah dan 60 persen dari ujian nasional.
      Hal lain yang membuat prestasi belajar anak SMA amat penting adalah masa depan siswa tersebut. Kebanyakan dari pelajar SMA akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Setiap perguruan tinggi memiliki dua jalur penerimaan siswa baru, yaitu jalur tanpa tes dan jalur dengan tes. Siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi swasta pastinya ingin lulus jalur tanpa tes, selain biaya yang ditanggung lebih murah siswa juga tidak perlu repot mengikuti tes yang diselenggarakan di sekolahnya atau di kota lain. Sedangkan perguruan tinggi negeri juga menawarkan dua jalur penerimaan siswa baru, yaitu jalur tanpa tes dan jalur tes, yang biasa disebut dengan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Tentunya setiap perguruan tinggi memiliki standar yang berbeda satu sama lain, kebanyakan perguruan tinggi hanya akan menerima siswa dengan standar nilai tertentu. Sehingga yang dapat masuk ke perguruan tinggi tersebut hanyalah siswa yang memiliki prestasi belajar yang baik. Siswa dengan prestasi belajar yang baik pastinya akan dapat dengan mudah masuk ke fakultas yang sesuai dengan keinginannya, tetapi siswa yang memiliki prestasi belajar kurang baik akan kesulitan dalam mencari perguruan tinggi yang akan menerimanya masuk.
      Sebenarnya hal apakah yang menyebabkan prestasi belajar pelajar SMA kurang baik? Ada banyak hal yang dapat kita perhatikan, salah satunya adalah kebiasaan siswa tersebut. Ada banyak kebiasaan siswa dalam mengisi waktu luangnya, seperti berolahraga, belajar, membantu orang tuanya, tidur, pergi bersama teman-temannya, mengakses internet dan menonton televisi. Salah satu yang paling digemari adalah menonton televisi.
      Sekitar 90 persen dari penduduk di dunia ini memiliki televisi di rumah mereka. Televisi merupakan salah satu barang wajib yang ada di rumah mereka. Televisi dapat menampilkan berbagai macam acara dari berbagai belahan dunia, salah satunya adalah siaran olahraga seperti, sepak bola, basket, voli, bulu tangkis dan tinju yang sangat digemari oleh pria. Ataupun acara kuliner dan fashion yang digemari oleh ibu-ibu rumah tangga, dan juga kartun yang disukai anak-anak. Ada juga acara dakwah agama yang dapat ditonton oleh seluruh anggota keluarga. Remaja juga menyukai menonton televisi, acara infotainment, musik dan olahraga merupakan favorit para remaja. Namun apakah kebiasaan menonton televisi ini akan mempengaruhi prestasi belajar siswa tersebut?

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    3. Untuk mengetahui apakah mentonton televisi mempengaruhi prestasi belajar pelajar SMA, penulis melakukan pembagian angket yang dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2012 kepada seluruh siswa kelas XII IPA 4 di SMA Xaverius 1 Palembang. Pertanyaan yang diajukan adalah mengenai durasi menonton televisi setiap hari (0-1 jam, 1-2 jam, 2-3 jam, 3-4 jam & >4 jam) dan nilai rata-rata rapot (<70, 70-74, 75-78, 79-82 & >82). Berikut ini format angket yang dibagikan:

      Lingkari yang sesuai dengan diri anda
      1.Berapa lama anda menonton TV dalam sehari?
      a. 0-1 jam
      b. 1-2 jam
      c. 2-3 jam
      d. 3-4 jam
      e. >4jam
      2.Berapakah nilai rata-rata rapor anda?
      a. <70
      b. 70-74
      c. 75-78
      d. 79-82
      e. >82
      Terima kasih atas partisipasinya :)

      Pada pertanyaan pertama mengenai durasi menonton televisi, sebanyak 52,5 persen dari koresponden menonton televisi lebih dari 3 jam sehari, disusul dengan durasi menonton televisi kurang dari 2 jam sehari dengan 35 persen dan 12,5 persen koresponden dengan durasi menonton televisi 2-3 jam. Sedangkan pada pertanyaan kedua mengenai nilai rata-rata, sebanyak 52,5 persen koresponden memiliki nilai rata-rata 74-78, kemudian nilai 79-82 dengan 25 persen, 70-74 dengan 20 persen dan 2,5 persen dengan nilai diatas 82. Jika kita golongkan 0-2 jam sebagai durasi menonton televisi yang rendah, 2-3 jam sebagai durasi menonton televisi sedang dan diatas 3 jam sebagai durasi menonton televisi tinggi, maka ada 35 persen koresponden yang menonton televisi dengan durasi rendah, 12,5 persen dengan durasi sedang dan 52,5 persen dengan durasi tinggi. Koresponden yang menonton televisi dengan durasi rendah mayoritasnya memiliki nilai rata-rata 75-78 (11 orang / 78,6%), sedangkan koresponden yang menonton televisi dengan durasi sedang mayoritasnya juga memiliki nilai rata-rata 75-78 (3 orang / 60%), dan koresponden dengan durasi menonton televisi tinggi mayoritasnya memiliki nilai rata-rata 75-78 (7 orang / 33,3%) dan 79-82 (7 orang / 33,3%).
      ****

      Hapus
    4. Dari hasil angket kita dapat melihat bahwa siswa dengan durasi menonton televisi lebih dari 3 jam memiliki prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang menonton televisi kurang dari 3 jam. Hal ini berlawanan dengan asumsi banyak orang yang beranggapan bahwa menonton televisi memberikan dampak buruk bagi remaja, khususnya pada prestasi belajar mereka. Sebenarnya ada faktor lain yang harus diperhatikan dalam menonton televisi, yaitu siaran yang dinikmati dan motivasi belajar siswa itu sendiri. Jika siswa tersebut menikmati siaran berita dan siaran yang lain yang menambah wawasan, maka bisa dipastikan bahwa menonton televisi akan memberikan dampak baik bagi siswa tersebut. Kemungkinan lain yaitu motivasi belajar siswa yang tidak dipengaruhi oleh menonton televisi. Jika ini terjadi maka siswa ini dapat mengatur waktunya dengan baik dan menonton televisi pada saat waktu luangnya saja. Para orang tua siswa sebaiknya tidak membatasi durasi menonton tv anaknya, karena dengan membatasi durasi menonton tv anaknya, secara tidak langsung akan menghambat siswa tersebut dari proses memperoleh informasi. Orang tua juga harus memperhatikan saluran yang ditonton ank mereka, karena saluran yang menampilkan kekerasan, penyiksaan, pelecehan seksual, dan sebagainya hanya akan memberikan dampak buruk bagi anak tersebut. Para siswa juga harus terus mempertahankan motivasi belajarnya yang tinggi, agar prestasi belajarnya baik.


      Daftar Pustaka
      “Masa Remaja”. http://m39a.student.umm.ac.id/2011/08/12/masa-remaja/, diakses 24 Maret 2012, pukul 16.08 WIB.
      “Televisi”. http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi, diakses 24 Maret 2012, pukul 15.04 WIB.

      Hapus
  4. Pengaruh Kemajuan Teknologi Informasi terhadap Rasa Nasionalisme Siswa-Siswi SMA Xaverius 1

    Karya : Ignatius Aldo Winardi
    Kelas : XII IPA 4
    No : 12

    Di Palembang tepatnya di SMA Xaverius 1, terdapat berbagai macam tipe siswa-siswi terhadap nasionalisme negara kita. Namun bukan siswa-siswi tersebut yang akan dibahas disini, yang akan dibahas adalah menurunnya rasa nasionalisme siswa-siswi di SMA Xaverius 1. Seperti yang telah kita ketahui, Nasionalisme adalah rasa cinta terhadap tanah air, bangsa, dan negara. Nasionalisme yang menurun berakibat timbul aksi-aksi yang tidak perlu serta sikap-sikap yang tidak mencerminkan rasa cinta terhadap tanah air, bangsa, dan negara.
    Telah terjadi banyak kasus terhadap menurunnya rasa nasionalisme siswa-siswi SMA Xaverius 1. Kasus itu adalah tawuran yang pernah terjadi antar Geng di sekolah SMA Xaverius 1 dengan SMA lain. Kasus tersebut adalah salah satu contoh dari menurunnya rasa nasionalisme di SMA Xaverius 1. Sebenarnya, siapa yang bertanggung jawab terhadap hal ini? Mengapa mereka dapat berbuat demikian? Oleh karena itu, peran sekolah sangat diperlukan. Sekolah dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya rasa nasionalisme. Hal ini juga dapat meningkatkan rasa nasionalisme di diri siswa-siswi SMA Xaverius 1.
    Tujuan pembuatan artikel ini adalah; (1) Mengetahui pengaruh sekolah terhadap rasa nasionalisme siswa-siswinya. (2) Mengetahui cara meningkatkan rasa nasionalisme siswa-siswi sekolah SMA Xaverius 1 dan rumusan masalah yang akan dibahas adalah; (1) Bagaimana pengaruh sekolah terhadap rasa nasionalisme siswa-siswinya? (2) Bagaimana cara meningkatkan rasa nasionalisme siswa-siswi sekolah SMA Xaverius 1?
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menteri Pemuda dan Olahraga, Adyaksa Dault mengatakan, sudah saatnya kaum muda di negeri ini bangkit membangun bangsa dan negara. Tekad membangun bangsa dan negara dari para pejuang perlu diteruskan oleh kalangan pemuda, sehingga ke depan cita-cita luhur, adil, makmur dan sentosa dapat terwujud. Saat ini, menurutnya kecenderungan nasionalisme kalangan pemuda merosot, sehingga diperlukan berbagai upaya untuk menumbuhkembangkan melalui penyuluhan yang berwawasan kebangsaan. Adyaksa mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan nasionalisme kalangan pemuda merosot antara lain, kesibukan mencari nafkah, kemiskinan, sumber daya manusia yang kurang memadai dan kurangnya rasa persatuan dan kesatuan. Sebagaian siswa-siswi SMA Xaverius 1 mengalami tingkat kesibukan yang sangat tinggi. Tugas, pekerjaan rumah, ulangan, remedial, kuis, dan lain-lain. Selain itu dengan adanya internet, siswa-siswi ini lebih sering bermain internet daripada belajar. Hal ini menyebabkan siswa-siswi SMA Xaverius 1 lupa tentang pentingnya nasionalisme di diri mereka sendiri. Maka dari itu sering kita lihat siswa-siswi terlibat dalam aksi tawuran atau aksi kriminal lainnya. Bukan itu saja, siswa-siswi ini ada yang mengalami depresi berat terhadap apa yang ia alami saat ini. Apabila hal ini tidak diatasi secepat mungkin, maka rasa nasionalisme di siswa-siswi ini akan semakin memburuk. Jika terus menerus memburuk, maka Indonesia tidak akan mempunyai generasi muda yang kompeten, handal, dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Hal ini membuat Indonesia mungkin akan kembali dijajah bangsa lain dikarenakan rakyatnya tidak cinta terhadap tanah airnya. Siswa-siswi SMA Xaverius 1 sekarang lebih menggemari life style western atau gaya hidup budaya barat. Pakaian, makanan dan pola hidup kebarat-baratan menjadi kegemaran dan favorit anak-anak muda dalam pergaulannya. Mereka lebih senang makanan dari Jepang ataupun Korea namun mereka tidak menyukai makanan tradisional seperti gado-gado. Siswa-siswi ini semakin tidak memiliki kebanggaan terhadap bangsa sendiri. Merosotnya rasa nasionalisme dikalangan pelajar sangat disayangkan karena pudarnya rasa nasionalisme dapat membahayakan kemakmuran, kesejahteraan dan keselamatan bangsa dan negara.

      Hapus
    2. Maka dari itu, rasa nasionalisme harus segera ditingkatkan demi menciptakan sebuah negara yang makmur, aman, sejahtera, berbudipekerti luhur, serta memiliki jiwa nasionalis. Pertama, supaya rasa nasionalisme itu muncul, maka haruslah dimulai dari diri kita sendiri. Hal ini dapat kita lakukan dengan menghargai setiap pendapat, kritik, saran, serta karya orang lain. Hal ini menimbulkan kejujuran didalam diri kita dan membuat kita semakin termotivasi untuk membuat karya-karya baru yang dapat mengharumkan nama bangsa dan negara.
      Irfan Ramadhan mengemukakan beberapa cara meningkatkan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara yaitu:
      1. Mulailah menggunakan barang-barang hasil bangsa sendiri, Karena bisa menambah rasa cinta dan bangga akan hal yang di buat oleh tangan-tangan kreatif penduduknya.
      2. Mulailah memperhatikan perjungan para pahlawan dalam mempertahankan bangsa ini, dengan keringat, darah bahkan nyawa meraka rela korbankan untuk bangsa ini. Bisa dilakukan dengan beberapa perbuatan misalkan membaca, menonton, mengunjungi hal-hal yang berkaitan tentang sejarah bangsa ini lahir. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan jiwa nasionalisme yang sudah ada dari masing-masing individu.
      3. Mulailah menciptakan prestasi dalam semua bidang misalkan dar bidang olah raga, akademik, Teknologi dan lain-lain. Hal ini bertujuan untuk menambahkan rasa bangga dan sikap rela bekorban demi bangsa. Biasanya hal inilah yang paling banyak membuat pegaruh dalam diri seseorang dalam menigkatkan jiwa nasionalisme. (Ramadhan, 2011)

      Kedua, timbulkanlah rasa cinta terhadap tanah air, bangsa, dan negara dengan menggunakan produk-produk dalam negri. Kita harus bangga terhadap karya-karya negara kita. Jika kita berfikir dengan seksama, produk dan hasil karya negara kita tidak kalah dari negara-negara maju lainnya bahkan lebih baik. Negara lain saja ingin merebut budaya kita, produk kita, karya-karya bangsa kita, mengapa kita harus malu untuk mengakuinya? Selain itu, kita tidak boleh melupakan dasar negara kita yaitu Pancasila. Kita harus mengamalkan Pancasila dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh agar kita tidak mudah goyah dalam menghadapi pengaruh-pengaruh luar yang dapat membuat rasa nasionalis kita berkurang.
      Ketiga, kembangkanlah bakat diri serta prestasi disegala bidang. Dengan ini, siswa-siswi memiliki rasa kebanggaan terhadap tanah air, bangsa, dan negara. Hal ini juga dapat memicu bakat didalam diri sendiri untuk semakin berkembang. Sebagai contoh, Taufik Hidayat merupakan atlet bulutangkis. Ia telah menjuarai berbagai macam turnamen hingga pertandingan-pertandingan kecil. Hal ini membuat nama Indonesia harum di negara-negara lain. Citra Indonesia berkembang hingga negara lain mengakui keberadaan Indonesia. Selain itu, rasa nasionalisme meningkat dan ingin membela nama Indonesia di liga internasional semakin termotivasi.
      ****

      Hapus
  5. Dampak Penurunan Rasa Nasionalisme terhadap Generasi Muda di Era Globalisasi

    Karya : Stefany Natalia
    Kelas : XII IPA 4
    No : 31

    Pada saat ini mungkin seluruh komponen Bangsa Indonesia sedang merasakan adanya penurunan rasa nasionalisme masyarakat Indonesia, terutama dari generasi muda Indonesia. Rasa patriotisme, rela berkorban, dan jiwa nasionalisme semakin luntur dan memudar. Ketertinggalan dan memudarnya semangat nasionalisme ini dikarenakan banyak hal, termasuk karena adanya arus globalisasi yang kini semakin merajalela di Indonesia. Globalisasi semakin meningkat akibat kemajuan teknologi dan informasi. Kemajuan teknologi dan informasi merupakan komponen utama dalam penyebaran globalisasi di seluruh dunia.
    Dampak Penurunan Rasa Nasionalisme terhadap Generasi Muda di Era Globalisasi merupakan judul yang dipilih karena di dalam artikel ini terdapat penyebab globalisasi dan dampaknya yang negatif bagi Bangsa Indonesia apabila di dalam diri generasi muda tidak ada lagi semangat nasionalisme yang berkobar akibat adanya arus globalisasi yang semakin kuat. Generasi muda harus bersikap kritis dalam menghadapi arus globalisasi. Bangsa Indonesia akan menjadi negara yang semakin terpuruk bila globalisasi telah mempengaruhi seluruh komponen bangsa. Kemiskinan dan kemelaratan akan semakin banyak terjadi di Indonesia. Artikel ini ditulis untuk mengetahui bagaimana sikap yang sebaiknya di lakukan generasi muda untuk menghindari diri dari dampak negatif globalisasi.
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    4. Setiap kali mendengar kata nasionalisme, di dalam pikiran langsung timbul kesan kuno dan ketinggalan zaman. Seakan- akan di era globalisasi ini, nasionalisme tidak diperlukan lagi. Benarkah nasionalisme tidak diperlukan lagi? Sama sekali tidak. Justru dalam keadaan arus globalisasi sekarang ini, Bangsa Indonesia sangat membutuhkan nasionalisme. Itulah yang bisa memperkukuh eksistensi bangsa di tengah bangsa- bangsa yang lain. Nasionalisme berasal dari bahasa Inggris, yaitu nation yang berarti bangsa. Ada beberapa tokoh mengemukakan tentang pengertian Nasionalisme, menurut Ernest Renan, nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara, menurut Otto Bauar nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib, menurut Hans Kohn, nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness atau dengan perkataan lain nasionalisme adalah formalisasi (bentuk) dan rasionalisasi dari kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri. Dan kesadaran nasional inilah yang membentuk nation dalam arti politik, yaitu negara nasional, sedangkan menurut L. Stoddard, nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa, dan menurut Dr. Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics mengemukakan empat unsur nasionalisme, yaitu hasrat untuk mencapai kesatuan, hasrat untuk mencapai kemerdekaan, hasrat untuk mencapai keaslian, dan hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa (blogspot.com, http://bangsakuindonesiaku.blogspot.com/2008/10/pengertiannasionalisme.html, diakses pada 24 Maret 2012).
      Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik. Globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi dunia. Ada pula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi (blogspot.com, http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/05/pengertian-globalisasi.html, diakses pada 24 Maret 2012).

      Hapus
    5. Globalisasi tidak dapat dihindari lagi dan globalisasi memiliki dua sisi, yaitu dari segi positif dan negatif. Sisi positif di bidang politik adalah pemerintahan dijalankan secara demokratis dan terbuka. Kemudian apabila dilihat dari aspek ekonominya, yaitu dengan terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa. Selain itu dari segi sosial budaya, masyarakat dapat meniru pola pikir yang baik seperti semangat kerja yang tinggi dan disiplin. Perkembangan IPTEK dari bangsa lain yang sudah maju juga dapat digunakan untuk meningkatkan kehidupan bangsa dan mempertebal rasa nasionalisme.
      Namun, disamping itu globalisasi juga membawa dampak negatif, diantaranya yaitu globalisasi mampu menyakinkan bangsa Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan dari ideology Pancasila menjadi ideology Liberalisme. Globalisasi juga mengakibatkan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri yang membanjiri Indonesia. Padahal ada 200 merk obat atau barang elektronika yang dimiliki dan apabila didukung dapat menjadi produk global. Dampak negative yang paling menonjol adalah globalisasi membuat menurunnya rasa nasionalisme generasi muda Indonesia yang kini semakin banyak yang lupa akan identitas diri sebagai Bangsa Indonesia.
      Arus globalisasi yang begitu cepat saat ini juga membawa dampak bagi kaum muda. Pengaruh globalisasi telah membuat banyak kaum muda kehilangan kepribadaian sebagai bangsa Indonesia. Dari cara perpakaian yang kurang sopan, seperti memakai pakaiana yang ketat dan pendek yang cemderung ke budaya barat. Mereka menggunakan pakaian minim yang memperlihatkan bagain tubuh yang semestinya tidak diperlihatkan. Selain itu, mereka juga suka mengecat rambut mereka dengan beraneka ragam warna. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya Bangsa Indonesia dengan berpakaian sopan dan tetap bangga memiliki rambut berwarna hitam. Teknologi internet merupakan teknologi yang dapat memberikan informasi tanpa batas. Apalagi bagi anak muda, internet sudah menjadi santapan sehari- hari. Jika digunakan dengan baik, maka dapat memberikan manfaat yang baik, tapi jika tidak maka akan mendapatkan hal- hal yang negatif dan merugikan. Rasa social dan peduli terhadap masyarakat menjadi berkurang karena mereka lebih disibukkan dengan urusan mereka sendiri, seperti kegiatan menggunakan internet berlama- lama.

      Hapus
    6. Jika rasa nasionalisme generasi muda semakin menurun maka bukan tidak mungkin Indonesia akan dikuasai oleh bangsa lain seperti pada zaman dahulu. Kemiskinan, kebodohan, dan kemelaratan akan menimpa bangsa Indonesia. Hubungannya yaitu dengan nilai nasionalisme yang semakin berkurang karena tidak ada rasa cinta terhdapa tanah air dan bangsa. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan. Sebenarnya banyak cara untuk meningkatkan rasa nasionalisme, misalnya dengan upacara bendera, peringatan hari-hari besar Bangsa Indonesia, atau dengan menumbuhkan rasa nasionalisme yang tangguh, misalnya dengan mencintai produk dalam negeri dan yang paling penting adalah masyarakat harus kritis dalam menghadapi arus globalisasi. Semoga dengan langkah- langkah itu masyarakat Indonesia bisa lebih menghormati, bangga dan mencintai Indonesia. Bagaimana bangsa lain akan menghormati Indonesia jika masyarakatnya sendiri saja tidak menghormati bangsanya sendiri. Akan lebih baik bila sikap nasionalisme ditanam di dalam diri generasi muda bangsa Indonesia untuk memajukan bangsa ini.
      ****

      Hapus
    7. Nasionalisme merupakan suatu hal yang sangat diperlukan oleh seluruh komponen bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa itu. Pada saat ini, rasa nasionalisme dan bangga terhadap negara Indonesia sedang menurun. Hal ini dikarenakan semakin kuatnya arus globalisasi di Indonesia yang didukung oleh kemajuan teknologi dan informasi di dunia. Pengangguran, kemiskinan, kemelaratan, dan pemerosotan moral sebagai Bangsa Indonesia akan semakin banyak terjadi. Generasi muda pada saat ini cenderung kehilangan jati diri sebagai Bangsa Indonesia sehingga mereka lebih senang hidup dengan gaya hidup orang Barat. Penurunan rasa nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda ini dapat membuat Indonesia hancur karena tidak memiliki generasi penerus bangsa yang baik dan berkarakter untuk memajukan Indonesia di masa yang akan datang.



      Daftar Pustaka
      http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/05/pengertian-globalisasi.html. “Pengertian
      Globalisasi”. Diakses pada 24 Maret 2012.
      http://bangsaku-indonesiaku.blogspot.com/2008/10/pengertian-nasionalisme.html.
      “Pengertian Nasionalisme”. Diakses pada 24 Maret 2012.

      Hapus
  6. Pengaruh Kebiasaan Keluarga yang Tinggal di Kota Metropolitan terhadap Karakter Anak

    Karya : Alvian Yayang Hilman
    Kelas : XII IPA 4
    No : 03

    Saat mendengar kata keluarga, orang cenderung membayangkan sebuah rumah yang ditempati oleh seorang laki-laki, seorang perempuan, dan anak-anak kecil yang bermain di sekitar mereka. Tapi apakah sebenarnya arti keluarga itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keluarga adalah ayah, ibu, dan anak-anaknya. Sebuah keluarga dimulai ketika ada seorang laki-laki dan seorang perempuan menikah. Namun, keluarga yang sesungguhnya tidak hanya terdiri dari suami dan istri saja. Keluarga yang sesungguhnya dimulai ketika ada kehadiran anak dalam keluarga tersebut. Perlu diketahui bahwa kehadiran anak bukan hanya pelengkap dalam kehidupan berumah tangga, terlebih lagi anak merupakan bagian utama dalam sebuah keluarga. Keluarga tanpa anak hanya akan seperti rumah tanpa penghuni.
    Seperti yang telah diketahui sebelumnya, kehadiran anak bukanlah suatu musibah bagi sebuah keluarga. Anak adalah sebuah berkat dari Tuhan yang Ia titipkan kepada pasangan suami istri untuk dibesarkan. Anak akan membawa kebahagiaan dan keceriaan dalam kehidupan berumah tangga setiap waktu. Kebahagiaan puncak dalam sebuah keluarga didapatkan ketika seorang anak lahir ke dunia ini dan masuk kedalam kehidupan ayah dan ibunya. Dapat dibayangkan bagaimana seorang calon ayah yang cemas menunggu-nunggu istrinya yang akan segera melahirkan. Setelah lama menunggu, terdengarlah sebuah tangisan bayi yang baru lahir. Betapa calon ayah itu sangat senang tidak terkatakan. Orang itu bukan senang karena statusnya berubah menjadi seorang ayah, tapi karena saat itu juga orang itu memiliki seorang anak. Jelaslah bahwa kehadiran seorang anak membuat sebuah keluarga menjadi benar-benar keluarga.
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setelah seorang anak lahir, bukan berarti tidak ada kebahagiaan lagi bagi pasangan suami istri. Bukan berarti semua kebahagiaan seperti saat menunggu kelahiran sang buah hati menjadi sirna. Terlebih lagi, ayah dan ibu harus mulai membina anaknya itu agar kelak memiliki akhlak yang mulia sehingga dapat mendatangkan kebahagiaan bagi semua orang terutama keluarganya sendiri. Hal-hal ini mungkin mudah diucapkan, tapi sulit dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Seorang anak seperti pisau bermata dua. Kehadiran anak tidak hanya membawa kebahagiaan saja ke dunia ini, tapi juga membawa tanggung jawab yang besar kepada orangtuanya. Orangtua harus membesarkan anaknya dari bayi hingga dewasa. Perkara ini bukan hanya satu dua minggu saja, tapi sampai bertahun-tahun lamanya. Orangtua pasti pernah berpikir bahwa saat seperti ini adalah masa-masa terberat dalam kehidupan berkeluarga. Orangtua harus mengorbankan, waktu, tenaga, bahkan pikirannya untuk membesarkan seorang anak dalam waktu yang lama itu.
      Perlu diketahui bahwa anak tidak sama seperti boneka. Jika boneka hanya duduk manis di tempat terakhir ia diletakkan. Lain halnya dengan anak karena anak cenderung bergerak kesana kemari menurut instingnya sendiri bahkan menangis. Berbahagialah orangtua jika anaknya tidak rewel dan tidak sering menangis seperti kebanyakan balita. Tapi kemungkinan seperti itu hanya satu berbanding seribu anak di dunia ini. Hal ini lah faktor utama yang menyebabkan orangtua hampir putus asa dalam merawat anaknya. Tapi tahukah anda bahwa kehadiran anak dalam kehidupan berumah tangga itu penting? Orangtua tanpa anak cenderung egois dan memikirkan kesenangannya sendiri. Tapi orangtua yang memiliki anak akan membagi sebagian besar perhatiannya kepada anaknya. Induk harimau bahkan tidak akan memakan anaknya sendiri. Terlebih lagi manusia yang memiliki akal dan budi. Mana ada orang tua normal yang tega menelantarkan anaknya.
      Kita tahu bahwa zaman sekarang, terlebih lagi di kota metropolitan, orang-orang cenderung sibuk bekerja. Jika pengangguran disuruh ini itu, apalagi disuruh merawat seorang anak, ia pasti akan mengatakan sibuk. Sibuk sebenarnya bukan lagi suatu hal baru bagi orang-orang yang tinggal di kota metropolitan, tidak lain kalau inilah suatu kemalasan yang dibiasakan mendarah daging dalam setiap manusia. Bagi sebuah keluarga yang memiliki anak balita, terutama yang memiliki pekerjaan, tentu sangat sulit memilih antara pekerjaan dan anak-anak. Kebanyakan orangtua akhirnya lebih memilih pekerjaan mereka, Mereka beralasan harus membayar cicilan TV, membayar uang kontrakan rumah, membeli makanan sehari-hari, cicilan motor, dan lain-lain(Sarumpaet, 1976:80). Tapi sebenarnya, pilihan yang ada hanyalah perlengkapan duniawi itu atau anak-anak. Orangtua bijak akan memilih anaknya daripada harus mengejar harta tapi masa depan anak-anaknya. Siapa lagi orang yang bisa merawat seorang anak dengan baik selain orangtua kandungnya sendiri.

      Hapus
    2. Manusia memang tidak akan langsung menyerah jika menemui suatu kesulitan. Orangtua di kota metropolitan yang biasanya sibuk akan menemukan cara-cara baru agar anaknya tidak terlantar. Jika ayah dan ibu tidak bisa merawat anaknya karena ada pekerjaan mendesak, mereka akan menitipkan anaknya kepada orangtua mereka. Jika tidak memungkinkan, mereka akan menyewa seorang babysitter untuk mengurus anak mereka selagi mereka bekerja. Ada ungkapan orang pernah berkata bahwa babu terbaik sekalipun yang mengurus seorang anak tidak akan melebihi orangtua yang mengurus anaknya sendiri(Sarumpaet, 1976:81). Tidak ada anak yang lebih memilih diasuh oleh pembantu daripada diasuh orangtua kandungnya. Hal ini merupakan peringatan keras bagi setiap orangtua terutama ibu yang akan meninggalkan anaknya sendirian hanya demi pekerjaan. Jika ayah sendiri yang bekerja, itu bukanlah suatu masalah yang besar karena memang tugas ayah adalah mencari nafkah untuk keluarganya. Tapi jika seorang ibu tega bekerja dan meninggalkan anaknya, hal itu adalah suatu kebodohan. Seorang ibu memainkan peranan terpenting dalam mengurus anaknya. Jadi, tidak ada alasan bagi seorang ibu untuk menelantarkan anaknya.
      Seorang ibu harusnya tidak berpikir jika hanya berdiri di sebelah anaknya, maka anaknya akan tumbuh baik-baik dengan sendirinya. Toh tidak ada pegawai yang akan diupah hanya karena mengisi absen kerja saja. Peran ibu dalam keluarga adalah pengasuh anak. Dalam mengasuh anak, seorang ibu harus disiplin dalam pembentukan karakter anak. Hal ini dimaksudkan agar anak tidak tumbuh sebagai pribadi yang manja dan berpikir bahwa orang-orang disekitarnya dapat melakukan apa yang seharusnya ia sendiri lakukan. Selama anak belum mengerti apa yang orang dewasa inginkan, bukan berarti seorang ibu harus menuruti apapun yang diinginkan anaknya. Hidup disiplin dalam keluarga berarti mengendalikan segenap isi rumah tangga agar rukun, harmonis, dan maju(Sarumpaet, 1976:76). Disiplin bukan berarti harus memerintah rumah tangga dengan tangan besi dimana ada budak dan majikan. Disiplin ini tentu harus didasari oleh cinta kasih orangtua kepada anaknya. Tujuan pertama dari disiplin dalam pola asuh anak adalah agar anak dapat mengendalikan diri. Anak harus dilatih untuk mengendalikan kemauannya agar anak tidak berkarakter manja serta dapat mengetahui alasan mengapa harus mengikuti petunjuk orang lain dengan pengertiannya sendiri. Tidak hanya membuat anak terlihat seperti hewan yang hanya menurut perintah. Tujuan kedua adalah membawa anak melihat dimana letak kesalahannya dalam berperilaku, kemudian mengajak anak membetulkannya. Membuat anak tidak mudah menyerah jika gagal. Dan tujuan terakhirnya adalah membuat anak menghormati orangtuanya. Orangtua harus menjaga wibawanya selama mendidik anak. Ini akan membuat anak segan kepada orangtua. Inilah alasannya orangtua terutama ibu, tidak boleh menelantarkan anaknya. Ibu harus dapat membimbing anaknya sendiri untuk hidup disiplin.
      Di sisi lain, seorang ayah memang perlu bekerja bagi keluarganya. Tapi bukan berarti ayah terlepas dari tanggung jawab mengasuh anaknya. Kebanyakan pekerjaan yang ada di kota metropolitan memang membuat tubuh cepat lelah. Tidak jarang orang yang setelah pulang kerja, segera tidur. Akan tetapi, hal ini pantang dilakukan ayah yang anaknya masih belum dewasa. Dalam kondisi selelah apapun, ayah yang pulang kerja harus tetap menyisihkan waktu sebelum tidur untuk anaknya(Sarumpaet, 1976:92). Ayah dapat bermain, membacakan dongeng sebelum tidur, bahkan menonton televisi bersama. Hal ini dimaksudkan agar anak dapat merasa nyaman dan merasa kehadirannya dihargai oleh ayahnya sendiri. Kedekatan ayah dan anak perlu dijaga dan dilestarikan agar anak merasa bahagia memiliki keluarga utuh. Saat libur kerja dapat ayah manfaatkan untuk bermain bersama anaknya diluar rumah. Banyaknya waktu yang dihabiskan bersama anak akan membuat anak senang memiliki seorang ayah. Pengaruh nyata memang tidak langsung dirasakan saat itu juga. Tapi perlu diingat bahwa ayah dan ibu adalah guru bagi anak dalam sebuah keluarga.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    4. Ada sedikitnya tujuh cara yang dapat dilakukan orangtua untuk mengontrol anaknya meski dalam keadaan benar-benar sibuk(Sarumpaet, 1976:103). Pertama, orangtua harus tahu dimana dan apa yang dilakukan oleh anaknya. Anak harus berada pada lingkungan yang dapat dikontrol oleh orangtua. Jika pada suatu waktu kedua orangtua berada pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk memperhatikan anak, orangtua harus mempercayakan anaknya pada orang lain yang dapat dipercaya. Tetapi hal ini tidak boleh dilakukan terus menerus karena orangtua bertanggung jawab membesarkan anaknya. Kedua, jaga wibawa orangtua. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki rasa segan terhadap orangtua. Ketiga, bawa anak-anak mengenal Tuhan. Setelah anak dapat membaca, ajak anak membaca kitab suci dan berdoa. Keempat, usahakan anak selalu sibuk. Anak-anak sangat aktif dalam bertingkah laku. Jika tidak melakukan pekerjaan yang baik, pasti melakukan pekerjaan yang tidak baik. Ketika anak melakukan hal yang tidak baik, coba alihkan mereka dengan sebuah ajakan, bukan larangan. Kelima, beri anak tanggung jawab. Hal ini bermaksud membuat anak percaya diri. Memang anak tidak dapat mengerjakan tugas itu sendirian. Karena itu, tugas orangtua untuk selalu berada di sekitar anaknya. Keenam, sediakan bacaan yang sehat. Orang tua menyediakan bacaan, kemudian menerangkannya kepada anak-anak. Terakhir, buatlah kehidupan rumah tangga terlihat menarik. Usahakan terus melibatkan anak dalam aktivitas keluarga sehingga anak akan merasa kalau ia dibutuhkan.
      ****
      Sebagian orangtua belum menyadari betapa pentingnya mengasuh anak dilakukan oleh orangtua sendiri. Hal ini diperparah dengan adanya wanita karir yang memiliki anak. Mereka harusnya memilih anak mereka sendiri daripada memilih pekerjaan. Tanpa pengasuhan dari orang tua, anak cenderung memiliki karakter yang kurang baik bahkan. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat anak-anak yang tumbuh besar di panti asuhan. Anak-anak itu tidak diasuh oleh orangtua mereka sendiri. Hal ini berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. Suatu hari nanti, generasi sekarang akan digantikan oleh anak-anaknya. Kita pasti mengharapkan agar kelak manusia bergerak ke taraf hidup lebih maju. Maka dari itu, ibu sangat bertanggung jawab untuk merawat anaknya sendiri agar anaknya tumbuh sesuai dengan yang diharapkan banyak orang.

      Hapus
    5. Daftar Pustaka


      Sunaryo, Adi. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
      Sarumpaet, R. I.. 1976. Pedoman Berumah Tangga. Bandung: Indonesia Publishing House.

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. Kemajuan Bangsa di Pengaruhi Tingkat Nasionalisme Generasi Muda

      Karya : Yusdi
      Kelas : XII IPA 4
      No : 40

      Bangsa Indonesia telah menghadapi banyak masalah, mulai dari kemiskinan, pengangguran, terorisme, dan sebagainya. Rendahnya nasionalisme generasi muda Indonesia juga termasuk salah satunya. Hal tersebut terjadi karena masyarakat lebih memilih untuk kelangsungan hidupnya daripada memikirkan hal-hal yang seperti itu yang dianggapnya tidak penting.Berbeda pada saat masa penjajahan Belanda, bangsa Indonesia termasuk generasi mudanya mencapai puncak rasa nasionalisme yang tinggi dimana masyarakat bersatu untuk bebas dari penjajahan Belanda dan meraih kemerdekaan pada tanggal yang bersejarah yaitu tanggal 17 Agustus 1945. Aksi terror bom di negara Indonesia ini sudah menunjukan bahwa nasionalisme di Indonesia menurun sangat drastis.
      Arti dari nasionalisme secara umum itu sendiri adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tidak beranjak dari situ. Saat ini, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri.
      Pada zaman sekarang, semua hal yang ada di dalam kehidupan pasti akan mengalami perubahan dan tidak terkecuali dengan kemajuan bangsa. Setiap bangsa pasti akan mengalami kemajuan, baik dalam bentuk pendidikan, teknologi, sosial budaya, dan keamanan. Bangsa ini akan terus mengalami perubahan, begitu juga dengan perubahan-perubahan yang dialami oleh para generasi muda. Bagi mereka yang terus mengikuti perkembangan bangsa yang ada secara benar, maka perkembangan tersebut bisa memperbaiki keadaan yang sebelumnya lebih buruk.
      ****

      Hapus
    3. Saat ini, Indonesia membutuhkan generasi muda untuk mereinterprestasikan ide nasionalisme yang secara fundamental telah dibangun oleh Soekarno pada jaman dahulu. Soekarno mampu membentuk nasionalisme Indoensia dengan membangun satu sistem berantai melalui penyatuan kepentingan. Dengan menurunnya rasa nasionalisme pada generasi muda Indonesia, bangsa ini perlu membangun karakteristik rasa nasionalisme agar dapat menaikan derajat bangsa Indonesia yang telah lama merosot. Nasionalisme tidak berdasarkan pada beberapa bentuk pada pemerintah tetapi seluruh badan negara.
      Karakteristik-karakteristik itu yang pertama adalah membangun pribadi bangsa dan sejarah kepahlawanan. Kedua, pembelaan dari kamu patriot dalam melawan pihak asing. Ketiga, membangkitkan tradisi masa lalu karena nasionalisme memiliki hubungan kepercayaan dengan kebiasaan kuno. Keempat, mengumandangkan bendera Indonesia dan lagu kebangsaan Indonesia dengan sungguh-sungguh demi menumbuhkan rasa cinta dan nasionalisme kepada tanah air tercinta Indonesia.
      Tidak hanya itu saja, masyarakat juga harus mengetahui bentuk-bentuk nasionalisme itu sendiri. Pertama, nasionalisme kewarganegaraan adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya. Kedua, nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asalh atau etnis sebuah masyarakat. Ketiga, nasionalisme identitas yaitu dimana negara memperoleh kebenaran politik hasil dari bangsa atau ras dan bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme. Contohnya, rakyat Tionghua yang menganggap negara adalah berdasarkan depada budaya. Unsur ras telah dibelakangkan di mana golongan Manchu serta ras-ras minoritas yang lainnya masih dianggap sebagai rakyat negara Tiongkok. Malah banyak rakyat Taiwan menganggap diri mereka sebagai nasionalis Tiongkok disebabkan persamaan budaya dan menolak RRC dikarenakan komunisme yang dianut negara RRC. Keempat, nasionalisme kenegaraan adalah variasi nasionalisme kewarganegaraan digabung dengan nasionalisme etnis yang rasa nasionalistiknya kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan.

      Hapus
    4. Menurut Dr. Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History dan Politics mengemukakan empat unsur nasionalisme, yaitu hasrat untuk mencapai kesatuan, hasrat untuk mencapai kemerdekaan, hasrat untuk mencapai keaslian, dan hasrat untuk kehormatan bangsa (blogspot.com, http://bangsaku-indonesiaku.blogspot.com/2008/10/pengertian nasionalisme.html, diakses pada 24 Maret 2012). Nasionalisme pada zaman sekarang yang sudah sangat merosot dengan adanya pratik korupsi yang marak dan seolah menjadi budaya menjadi bukti perlunya pendidikan berkarakter. Tujuannya agar generasi muda tidak hanya pintar secara akademis, tetapi memiliki akhlak mulia, bermoral, cinta tanah air,agama, bangsa dan negara.
      Saat ini masyarakat Indonesia merasakan krisis multidimensional melanda di bidang politik, ekonomi, hukum, nilai kesatuan dan keakraban bangsa menjadi longgar, nilai-nilai agama, budaya dan ideologi terasa kurang diperhatikan, terasa pula pembangunan material dan spiritual bangsa tersendat, discontinue, unlinier dan unpredictable. Dalam keadaan seperti sekarang ini sering tampak perilaku masyarakat menjadi lebih korup bagi yang punya kesempatan, bagi rakyat awam dan rapuh tampak beringas dan mendemostrasikan sikap antisosial, antikemapanan, dan kontraproduktif serta goyah dalam keseimbangan rasio dan emosinya (setneg.go.id, http://www.setneg.go.id/index.php?itemid= 219&id=2252&option=com_content&task, diakses pada 24 Maret 2012).

      Hapus
    5. Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab moral terhadap permalahan nasionalisme generasi muda zaman sekarang karena akan ada pengaruhnya terhadap kemajuan dan masa depan bangsa. Sekarang ini banyak generasi muda yang kurang berjiwa nasionalisme. Mereka cenderung melakukan hal-hal negatif, seperti tawuran antar pelajar, minum minuman keras, memakai narkoba, dan sebagainya. Jika rasa nasionalisme belum ada pada generasi muda sekarang, maka kemajuan dan perkembangan bangsa akan sulit terjadi. Ini yang mengakibatkan bangsa Indonesia masih menjadi negara berkembang. Rasa nasionalisme generasi muda tidak harus diidentikkan dengan berbagai perjuangan yang secara terang-terangan untuk ikut serta mengembangkan pembangunan negara. Masih ada berbagai cara sederhana lainnya yang bisa kita lakukan dalam meningkatkan rasa nasionalisme kita terhadap negeri yang kita cintai. Perkembangan era globalisasi yang begitu cepat sekarang ini mungkin membuat masyarakat jadi lebih terlena dengan diri sendiri, tapi dibalik itu ternyata ada juga rasa nasionalisme generasi muda yang tidak begitu kelihatan, karena memang efek dari perkembangan era globalisasi ini yang menutupi rasa itu.
      ****

      Hapus
    6. Nasionalisme adalah suatu pemikiran yang diperlukan untuk memajukan bangsa Indonesia. Merupakan tanggung jawab generasi muda sekarang untuk memajukan negara berkembang ini. Namun, pada kenyataannya justru generasi mudalah yang menghambat perkembangan bangsa dengan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mencoreng nama baik bangsa ini. Kemajuan bangsa harusnya di dukung oleh generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Generasi muda yang memiliki sikap dan karakter yang baik dapat membuat Indonesia menjadi negara yang maju dan dapat bersaing dengan negara-negara.



      Daftar Pustaka

      http://bangsaku-indonesiaku.blogspot.com/2008/10/pengertian-nasioanlisme.html.
      “Pengertian Nasionalisme”. Diakses pada 22 Maret 2012.
      http://www.setneg.go.id/index.php?itemid=219&id=2252&option=comcontent&task. “Penurunan Nasionalisme”. Diakses pada 24 Maret 2012.

      Hapus
  8. Daftar Pustaka

    Sunaryo, Adi. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
    Sarumpaet, R. I.. 1976. Pedoman Berumah Tangga. Bandung: Indonesia Publishing House.

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
  12. Manfaat Teknologi Informasi terhadap Pelestarian Bahasa Daerah

    Karya : Dionisius Marcellius
    Kelas : XII IPA 4
    No : 05

    Di era globalisasi seperti sekarang, peran bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari masyarakat mulai terabaikan. Hal ini secara langsung juga berpengaruh kepada kelangsungan dari bahasa daerah itu sendiri. Terabaikannya bahasa daerah membuat jumlah penutur bahasa daerah tersebut secara perlahan berkurang dan lama kelamaan akan berujung kepada punahnya bahasa daerah tersebut. Punahnya bahasa daerah tentu akan menjadi suatu kehilangan besar bagi kebudayaan kita. Hilangnya bahasa daerah juga akan berujung kepada hilangnya kebudayaan-kebudayaan lain yang berakar kepada bahasa daerah tersebut seperti sastra daerah, musik dan lagu daerah, serta kesenian tradisional lainnya.
    Salah satu faktor yang menyebabkan bahasa daerah mulai terabaikan saat ini adalah perkembangan teknologi informasi. Dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, masyarakat Indonesia lebih memilih untuk menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari sehingga peran bahasa daerah tereduksi menjadi pelengkap saja. Atas dasar tersebut, tidak sedikit orang yang menjadikan pesatnya perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat sebagai kambing hitam atas berkurangnya minat masyarakat terhadap bahasa daerah. Padahal masih banyak faktor lain yang turut berkontribusi terhadap berkurangnya minat masyarakat terhadap bahasa daerah.
    Rasanya tidak adil jika kita hanya menyalahkan perkembangan teknologi informasi sebagai penyebab berkurangnya minat masyarakat terhadap bahasa daerah. Perlu diketahui lebih lanjut faktor-faktor penyebab berkurangnya minat masyarakat selain perkembangan teknologi informasi. Teknologi informasi sendiri selain dapat menyampaikan informasi-informasi yang bersifat umum juga dapat digunakan untuk menyampaikan informasi yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan seperti materi pendidikan dan sebagainya. Teknologi informasi juga dapat menarik minat seseorang untuk mengikuti suatu tren baru. Oleh karena itu, bila digunakan dengan tepat, perkembangan teknologi informasi seharusnya dapat dijadikan sebagai sarana untuk menumbuhkan minat masyarakat, khususnya generasi muda dan kaum pelajar, terhadap bahasa daerah.
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut Dr. Arif Budi Wurianto dari Universitas Muhammadiyah Malang, bahasa daerah merupakan simbol paling sempurna sebagai sarana pengekspresian tata cara, adat, komunikasi sosial, dan pranata sosial. Ia tidak saja mengandung makna, tetapi juga tata nilai sebuah budaya. Terdapat kurang lebih 729 bahasa daerah di Indonesia, dengan sebagian besar dari bahasa daerah tersebut, yakni 271 bahasa, berada di wilayah Papua. Dalam rumusan seminar politik bahasa nasional tahun 1975, fungsi bahasa daerah ditentukan sebagai lambang kebanggaan daerah, lambang identitas daerah, dan alat perhubungan di dalam keluarga dan masyarakat daerah. Sedangkan dalam hubungannya dengan bahasa Indonesia, bahasa daerah berfungsi sebagai pendukung bahasa Indonesia, bahasa pengantar di sekolah dasar di daerah tertentu untuk memperlancar pengajaran dan alat pengembangan serta pendukung kebudayaan daerah.
      Dari penelitian terakhir, jumlah bahasa daerah yang terancam punah adalah 169 bahasa etnis, khususnya yang terletak di Indonesia bagian Timur. Hal ini menunjukkan betapa minimnya masyarakat dan pemerintah kita terhadap bahasa daerah. Minimnya perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap bahasa daerah menandakan ketidakmampuan masyarakat dan pemerintah untuk menghormati dan memiliki bahasa daerah. Kelangsungan bahasa daerah sendiri sebetulnya sudah diatur oleh pemerintah. Salah satunya adalah Pasal 32 UUD 1945 Ayat ke-2 yang berbunyi "Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional". Tetapi ini saja belumlah cukup jika tidak diikuti dengan tindakan yang nyata. Harus ada komitmen dan tindakan yang nyata dari semua pihak untuk menjaga kelangsungan bahasa daerah.
      Kelangsungan bahasa daerah dapat dijaga melalui beberapa tindakan sederhana dari masyarakat dan pemerintah. Salah satunya yaitu melalui pendidikan. Saat ini pendidikan bahasa daerah mulai ditinggalkan di sekolah. Sebagai contoh, Bahasa Jawa saat ini hanya berstatus sebagai materi muatan lokal (mulok) di pendidikan tingkat SD. Keadaan ini diperparah dengan semakin sedikitnya jumlah keluarga di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mengajarkan dan menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kondisi seperti ini, kedudukan bahasa Jawa dan juga bahasa-bahasa daerah yang lain tidak akan terangkat dari posisinya sekarang. Agar pendidikan bahasa daerah dapat berjalan dengan lebih efektif, diperlukan metode pendidikan yang lebih efektif dan mampu menjangkau kalangan yang lebih luas.

      Hapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
  15. Nama : Yunike
    Kelas : XII IPA 4
    Nomor : 39

    Pengaruh Keluarga Broken Home terhadap Perkembangan Mentalitas Anak

    Di dalam suatu keluarga pastinya dibutuhkan perhatian dan kasih sayang antara seluruh anggota keluarga. Tidak hanya perhatian dan kasih sayang antara orang tua saja, melainkan juga pada anak-anak. Tentunya, sebuah keluarga akan terasa kurang lengkap tanpa kehadiran anak dan sudah semestinya orang tua terus menyayangi dan memberikan perhatian kepada anak mereka. Anak belajar dari orang tuanya, ia pun akan meniru kebiasaan orang tuanya seperti layaknya sebuah pepatah, “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Anak adalah cerminan kedua orang tuanya, biasanya sifat dan kebiasaan orang tua akan menurun kepada anaknya.
    Banyak pasangan muda ataupun yang belum matang pemikirannya memutuskan untuk menikah. Mereka berpikir asalkan ada cinta maka semua masalah dalam rumah tangga pasti akan terselesaikan. Banyak impian mewujudkan suatu keluarga yang bahagia. Namun, mereka tidak menyadari kapasitas mereka sekarang yang belum siap membina suatu keluarga. Misalnya, seorang remaja manja yang hanya bisa mengandalkan kedua orangtuanya memaksa menikah secepatnya karena ia sangat mencintai pacarnya. Padahal ia belum memiliki modal atau keahlian apa pun untuk menjadi seorang kepala rumah tangga yang baik bagi keluarganya kelak, ia hanya berpikiran pendek dan tidak melihat masa depan.
    Sebenarnya, pernikahan di usia muda sah-sah saja asalkan pasangan-pasangan muda tersebut sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang dan siap mental serta spiritualnya untuk menikah. Konflik di dalam keluarga tidak hanya berasal dari keluarga muda saja, masih banyak konflik yang terjadi di dalam keluarga dari usia matang. Bahkan, di antara pasangan suami-istri yang telah menikah belasan tahun pun masih ditemukan konflik dan pertengkaran. Lama kelamaan konflik dan pertengkaran di dalam keluarga akan terus berlanjut dan menimbulkan masing-masing pihak yang bertengkar tidak lagi peduli satu sama lain, keharmonisan dalam keluarga pun akan hancur.
    Ketidakharmonisan dalam keluarga akan berdampak buruk bagi mentalitas anak-anaknya. Maka dari itu, orang tua seharusnya lebih memperhatikan perkembangan anak dan tidak hanya mementingkan egonya masing-masing seperti berpisah atau bercerai, karena sikap orang tua itu sangat berpengaruh pada perkembangan anak terutama remaja.
    Keluarga yang berantakan akibat orang tua tidak lagi peduli dengan situasi dan keadaan keluarga inilah yang sering kita sebut dengan istilah broken home. Orang tua tidak lagi perhatian terhadap anak-anaknya, baik masalah di rumah, sekolah, sampai pada perkembangan pergaulan di masyarakat. Riyanto (http://blogriyani.blogspot.com/ 2011/12/broken-home-di-indonesia.html, diakses 23 Maret 2012, pukul 12.02 WIB) mengatakan, “Broken home merupakan kondisi keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan layaknya keluarga yang rukun, damai, dan sejahtera karena sering terjadi keributan serta perselisihan yang menyebabkan pertengkaran dan berakhir pada perceraian”.
    ****

    BalasHapus
  16. Broken home juga adalah kurangnya perhatian dari keluarga atau kurangnya kasih sayang dari orang tua sehingga membuat mental seorang anak menjadi frustasi, brutal dan susah diatur. Broken home juga berpengaruh besar pada mental seorang pelajar hal inilah yang mengakibatkan seorang pelajar tidak mempunyai minat untuk berprestasi. Selain itu, broken home juga bisa merusak jiwa anak sehingga dalam sekolah mereka bersikap seenaknya saja, tidak disiplin di dalam kelas, selalu berbuat keonaran dan kerusuhan. Hal ini dilakukan karena mereka cuma ingin mencari simpati pada teman-teman mereka bahkan pada guru-guru mereka. Untuk menyikapi hal semacam ini orang tua perlu memberikan perhatian dan pengarahan yang lebih agar mereka sadar dan mau berprestasi.
    Lindha (http://lindha1309.blogspot.com/2011/11/broken-home-berakibat-buruk -untuk.html, diakses 23 Maret 2012, pukul 12.03 WIB) mengatakan, ”Pada umumnya penyebab utama broken home ini adalah kesibukkan kedua orang tua dalam mencari nafkah keluarga seperti hal ayah laki–laki bekerja dan ibu menjadi wanita karier”. Inilah penyebab anak tidak memiliki keseimbangan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan malah sebaliknya akan merugikan anak itu sendiri, contohnya, pada saat ia pulang sekolah, di rumah tidak ada orang yang bisa diajak berbagi dan berdiskusi, membuat anak mencari pelampiasan di luar rumah seperti bergaul dengan teman–temannya yang secara tidak langsung memberikan efek atau pengaruh bagi perkembangan mental anak.
    Anggrayessi (http://anggrayesi.student.umm.ac.id/2011/08/04/broken-home/, diakses 23 Maret 2012, pukul 12.11 WIB) mengemukakan,

    Adapun faktor-faktor yang menyebabkan broken home adalah :
    1. Terjadinya perceraian.
    2. Ketidakdewasaan sikap orang tua, ketidakdewasaan sikap orang tua salah satunya dilihat dari sikap egoisme dan egosentrime.
    3. Orang tua yang kurang memiliki rasa tanggung jawab.
    4. Jauh dari Tuhan segala sesuatu keburukan perilaku manusia disebabkan karena dia jauh dari Tuhan.
    5. Adanya masalah ekonomi dalam suatu keluarga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
    6. Kehilangan kehangatan di dalam keluarga antara orang tua dan anak
    Kurang atau putus komunikasi di antara anggota keluarga menyebabkan hilangnya kehangatan di dalam keluarga antara orang tua dan anak.
    7. Adanya masalah pendidikan.

    Banyak dampak buruk yang dapat terjadi pada seorang anak yang mengalami broken home, kondisi ini dapat menimbulkan dampak negatif yang sangat besar, terutama bagi mental anak-anaknya. Riyanto (http://blogriyani.blogspot.com/ 2011/12/broken-home-di-indonesia.html, diakses 23 Maret 2012, pukul 12.02 WIB) mengemukakan,

    Seorang anak dapat kehilangan jati dirinya, karena tidak sanggup menerima kenyataan yang terjadi dalam keluarganya. Tidak ada lagi perhatian dan kasih sayang dari keluarga yang terpecah belah, akan membuat sang anak merasa kehilangan pegangan serta panutannya dalam masa transisi menuju kedewasaan. Anak akan merasa kesepian tanpa adanya lagi kehangatan dan keharmonisan dari kedua orang tuanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mentalnya akan sakit melihat kekacauan yang terjadi dalam keluarganya, sehingga ia merasa kebingungan apa yang harus ia lakukan, bagaimana dengan masa depannya jika keluarganya tercerai berai? Anak akan merasakan kehilangan kasih sayang dari salah satu orang tuanya, entah kehilangan sosok ayah atau sosok ibu.
      Ketidakdewasaan orang tua juga berdampak buruk bagi anak, misalnya, ayah dan ibu bertengkar karena ayah tidak mau membantu mengurus anaknya yang kecil yang sedang menangis alasannya ayah akan pergi main badminton. Padahal ibu sedang sibuk di dapur. Ibu menjadi marah kepada ayah dan ayah pun membalas kemarahan tersebut, terjadilah pertengkaran hebat di depan anak-anaknya, suatu contoh yang buruk yang diberikan oleh keduanya. Egoisme orang tua akan berdampak kepada anaknya, yaitu timbulnya sifat membandel, sulit disuruh dan suka bertengkar dengan saudaranya. Sikap membandel ini adalah dampak dari rasa marah terhadap orang tua yang egois. Seharusnya orang tua memberi contoh yang baik kepada anak-anaknya seperti suka bekerja sama, saling membantu, bersahabat dan ramah.
      Selain itu, kesibukan orang tua dalam urusan ekonomi juga sering membuat mereka melupakan tanggungjawabnya sebagai orang tua. Jika hal ini terjadi maka anak-anak sering tidak diperhatikan baik masalah di rumah, sekolah, sampai pada perkembangan pergaulannya di masyarakat. Padahal seharusnya di meja makan atau di ruang keluarga, orang tua dan anak bisa saling mengobrol satu sama lain. Banyak hal yang bisa ditanyakan oleh orang tua kepada anak-anaknya seperti pelajaran sekolah, teman di sekolah, kesedihan dan kesenangan yang dialami anak, dan lain-lain. Dan anak-anak pun akan mengungkapkan pengalaman, perasaan dan pemikiran-pemikirannya tentang kebaikan keluarga termasuk kritik terhadap orang tua mereka. Jika orang tua tidak mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dengan anak-anaknya bisa mengakibatkan anak-anak menjadi tidak terurus secara psikologis, mereka bisa saja mengambil keputusan-keputusan tertentu yang dapat membahayakan dirinya seperti berteman dengan anak-anak nakal, merokok, minum minuman beralkohol, kebut-kebutan di jalanan, dan lain-lain.
      Ada pula keluarga broken home karena keluarga tersebut jauh dari Tuhan dan hanya mengutamakan materi dunia semata. Anak-anak yang lahir dalam keluarga ini juga akan tidak taat kepada Tuhan dan kedua orang tuanya. Mereka bisa menjadi orang yang berbuat buruk, yang dapat melawan orang tua, contohnya saja, ada seorang anak yang tega membunuh ayahnya sendiri karena ayahnya tidak mau memberikan uang kepadanya, bagi anak ini hartalah yang terpenting.

      Hapus
    2. Faktor penyebab keluarga broken home yang terakhir adalah masalah pendidikan orang tua. Nitasaras (http://nitasaras.wordpress.com/2011/03/25/dampak-broken-home-bagi-anak/, diakses pada 24 Maret 2012, pukul 13.35 WIB) mengemukakan,

      Jika pendidikan agak lumayan pada suami istri maka wawasan tentang kehidupan keluarga dapat dipahami oleh mereka. Sebaliknya pada suami istri yang pendidikannya rendah sering tidak dapat memahami lika-liku keluarga. Karena itu sering salah menyalahkan bila terjadi persoalan di keluarga. Akibatnya selalu terjadi pertengkaran yang mungkin menimbulkan perceraian. Jika pendidikan agama ada atau lumayan mungkin sekali kelemahan dibidang pendidikan akan di atasi. Artinya suami istri akan dapat mengekang nafsu masing-masing sehingga pertengkaran dapat dihindari.

      Febriyanto (http://dhikamon.blogspot.com/2011/11/makalah-broken-home.html, diakses 24 maret 2012, pukul 13.37 WIB) mengemukakan,

      Efek-efek kehidupan seorang broken home :
      1. Academic Problem, seseorang yang mengalami broken home akan menjadi orang yang malas belajar, dan tidak bersemangat serta tidak berprestasi.
      2. Behavioural Problem, mereka mulai memberontak, kasar, masa bodoh, memiliki kebiasaan merusak, seperti mulai merokok, minum-minuman keras, judi dan lari ketempat pelacuran.
      3. Sexual problem, krisis kasih mau coba ditutupi dengan mencukupi kebutuhan hawa nafsu.
      4. Spiritual problem, mereka kehilangan figur ayah sehingga Tuhan, pendeta atau orang-orang rohani hanya bagian dari sebuah sandiwara kemunafikan.

      Pengaruh keluarga yang broken home terhadap masing-masing anak akan berbeda. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini. Admin (http://dc430.4s.io/doc /s4rdTec /preview.html, diakses pada 23 Maret 2012, pukul 13.00 WIB) mengemukakan,

      • Faktor usia anak. Semakin muda usia anak maka akan menimbulkan akibat yang lebih fatal.
      • Siapa yang terlibat. Jika yang melakukan penganiayaan adalah orang tua, ayah atau ibu tiri, atau anggota keluarga maka dampaknya akan lebih parah daripada yang melakukannya orang yang tidak dikenal.
      • Seberapa parah. Semakin sering dan semakin buruk perlakuan yang diterima anak akan memperburuk kondisi anak.
      • Berapa lama terjadi. Semakin lama kejadian berlangsung akan semakin meninggalkan trauma yang membekas pada diri anak.
      • Jika anak mengungkapkan penganiayaan yang dialaminya, dan menerima dukungan dari orang lain atau anggota keluarga yang dapat mencintai, mengasihi dan memperhatikannya maka kejadiannya tidak menjadi lebih parah sebagaimana jika anak justru tidak dipercaya atau disalahkan.
      • Tingkatan sosial ekonomi. Anak pada keluarga dengan status sosial ekonomi rendah cenderung lebih merasakan dampak negatif dari penganiayaan anak.

      ****

      Hapus
  17. Dari semua pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa broken home yang marak terjadi di kalangan masyarakat besar yang sangat merugikan faktor psikologi anak yang menjadi korban rusaknya rumah tangga orang tuanya. Pertama, jika terjadi perceraian di antara kedua orang tua dapat menyebabkan dampak psikologi terhadap anak yang biasanya mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, namun kini setelah kedua orang tuanya berpisah membuat anak kesepian dengan keadaan ini.
    Belum lagi, ketidakdewasaan sikap orang tua terhadap masalah yang sedang mereka dihadapi dapat membuat anak menjadi korban dari pertengkaran kedua orang tuanya. Selain itu, ada juga orang tua yang kurang memiliki rasa tanggung jawab sehingga mereka selalu membiarkan anak-anaknya sendirian di rumah tanpa mempedulikan anak-anaknya tersebut. Hal ini dapat mengganggu keadaan lahir maupun batin anak-anak yang tidak menjadi perhatian kedua orang tuanya karena kesibukan pekerjaan kedua orang tuanya itu.
    Sebuah keluarga yang jauh dari agama dan Tuhan juga pasti mengalami broken home. Ketika keluarga semacam ini menghadapi suatu masalah yang sangat berat maka kedua orang tua tidak memiliki pegangan batin, mereka tidak akan mencurahkan isi hati ataupun meminta tolong dan bantuan kepada Tuhan. Anak-anak dari keluarga seperti ini juga pasti jauh dari Tuhan.
    Sedangkan dampak keseluruhan yang paling sering terjadi adalah anak menjadi malas belajar, tidak bersemangat, tidak berprestasi, memberontak, kasar, masa bodoh, memiliki kebiasaan merusak, seperti mulai merokok, minum-minuman keras, judi dan lari ketempat pelacuran, dan lain sebagainya. Maka dari itu, keharmonisan dalam keluarga sangatlah diperlukan. Jika keluarga tempat anak itu dibesarkan adalah keluarga yang broken home pastinya si anak akan menjadi anak yang berperilaku buruk seperti yang diuraikan di atas. “Anak adalah cerminan kedua orang tuanya”, apa yang orang tua lakukan kepada anaknya pasti akan ditiru dan juga dilakukan oleh anak-anaknya.

    BalasHapus
  18. Daftar Pustaka

    Admin. 2010. ”BROKEN HOM1”. http://dc430.4s.io/doc/s4rdTec /preview.html. Diakses 23 Maret 2012, pukul 13.00 WIB.

    Anggrayessi. 2011 “Broken Home”. http://anggrayesi.student.umm.ac.id/2011/08/04/ broken-home/. Diakses 23 Maret 2012, pukul 12.11 WIB.

    Febriyanto, Andhika. 2011. “Broken Home”. http://dhikamon.blogspot.com/2011/11/ broken-home.html. Diakses 24 maret 2012, pukul 13.37 WIB.

    Lindha. 2011. “Broken Home Berakibat Buruk untuk Mental Anak”. http://lindha1309. blogspot.com/2011/11/broken-home-berakibat-buruk-untuk.html. Diakses 23 Maret 2012, pukul 12.03 WIB.

    Nitasaras. 2011. “Dampak Broken Home Bagi Anak”. http://nitasaras.wordpress.com/2011 /03/25/dampak-broken-home-bagi-anak/. Diakses pada 24 Maret 2012, pukul 13.35 WIB.

    Rahmat Riyanto. 2011. “Broken Home di Indonesia”, http://blogriyani.blogspot.com/ 2011/12/broken-home-di-indonesia.html. Diakses 23 Maret 2012, pukul 12.02 WIB.

    BalasHapus
  19. Nama: Mathius Leo
    Kelas: XII IPA4
    No. Absen: 20

    Mulailah Pembentukan Karakter
    dari Keluarga!

    Pembentukan karkater atau biasa kita sebut pembentukan sifat pada diri seseorang. Pembentukan karakter ini dimulai dari seseorang itu lahir ke dunia. Pembentukan karakter seorang anak dominan terjadi di keluarga. Saat di keluarga merupakan saat-saat yang paling penting dalam pembentukan karakter, karena keluarga berperan penting dalam pembentukan karakter, dari sebuah keluarga seorang anak mengenal kasih sayang, kejujuran dan kebijaksanaan. Hal tersebut dipelajari oleh seorang anak dari sikap orang tuanya. Beberapa orang tua dalam sebuah keluarga mempunyai pekerjaan yang menyebabkan mereka tidak mempunyai waktu untuk bermain atau merawat anaknya. Hal ini membuat pembentukan karaktek anak di dalam keluarga tidak berjalan semestinya.
    Orang tua yang tidak mempunyai waktu untuk mengurus anaknya membuat pembentukan karakter seorang anak akan berjalan tanpa bimbingan. Anak-anak akan meniru apapun yang ia lihat jika dia melihat/menonton film yang tidak baik contohnya saja film Spongebob, film tersebut memperlihatkan karakter-karakter buruk dari berbagai tokoh di dalamnya seperti karakter serakah, amarah, pemalas dan rakus, jika anak terus menonton film ini tanpa bimbingan orang tua maka akan terbentuk karakter seperti pada tokoh-tokoh film Spongebob. Faktanya kegagalan pembentukan karakter dari keluarga karena orang tua yang sibuk membuat anak-anak berkembang menjadi karakter yang agresif, pemalas dan nakal. Kegagalan keluarga dalam membentuk karakter individu, membuat generasi muda tumbuh menjadi orang-orang yang memiliki karakter yang buruk, sehingga bukan suatu hal yang luar biasa jika melihat berita seorang anak berusia remaja yang membunuh seseorang, mencuri atau bahkan memperkosa. Semua itu merupakan dampak dari kegagalan keluarga dalam membentuk karakter individu.
    Melalui artikel ilmiah ini, penulis bertujuan menyadarkan para orang tua yang memiliki kesibukan tentang pentingnya peran keluarga terhadap pembentukan karakter anak. Pada artikel ilmiah ini juga penulis akan membahas mengenai bagaimana membentukk karakter yang baik pada diri seorang anak dalam lingkungan keluarga? dan bagaimana pembentukan karakter dalam keluarga dapat berlangsung?
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. Determinisme Psikis, pada dasarnya orangtua andalah yang berbuat begitu kepada anda. Pegasuhan anda, pengalaman masa anak-anak anda pada dasarnya membentuk kecenderungan pribadi dan susunan karakter anda. Itulah sebabnya anda takut berdiri di depan banyak orang. Begitulah cara orang tua anda membesarkan anda. Anda merasa sangat bersalah jika anda membuat kesalahan karena anda “ingat jauh di dalam hati tentang penulsan naskah emosional anda ketika anda sangat rentan, lembek dan berbantung. Anda “ingat” hukuman emosional, penolakan, pembandingan dengan orang lain ketika anda tidak berprestasi seperti yang diharapkan. (Covey, http://wapannuri.com /a.karakter/proses-pembentukan-karakter.html, diakses 23 Maret 2012, pukul 17.25 WIB).

      Perlakuan dan lingkungan keluarga sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter individu. Karena keluarga adalah lingkungan yang pertama kali dijumpai oleh individu. Kebiasaan-kebiasaan baik yang positif maupun yang berlangsung lama dan terbuka dalam lingkungan keluarga dapat tertanam secara kuat pada kepribadian seseorang. Kebiasaan tidur dan bangun cepat atau terlambat, kebiasaan menggosonk gigi, kebiasaan menyisir rambut dan berpakaian rapi atau tidak, yang terbawa dalam kepribadian seseorang, berlangsung dalam keluarga. Pada masa lampau pelajaran agama pun dilakukan dalam lingkungan ini. Anggota keluarga khususnya orang tua harus memperhatikan perkembangan karakter anak, jangan sampai karakter anak yang terbentuk karakter yang nakal, obsesif, agresif dan pemarah. Orang tua harus mengajarkan anaknya perilaku-perilaku yang baik seperti kasih sayang, kejujuran dan kesabaran agar karakter yang baik terbentuk pada anak. Sesibuk apapun orang tua harus memperhatikan anaknya dalam berbagai hal seperti acara televisi anak. Dalam keluarga pasti terjadi pertengkaran yang terkadang di dalam pertengkaran tersebut terdapat kata-kata kasar, teriakan dan kekerasan. Pertengkaran tersebut harus dihindari dari penglihatan anak, karena anak dapat meniru berkata-kata kasar dan mempraktikkan kekerasan. Pada dasarnya individu yang baru lahir itu seperti sebuah tumpukkan tanah liat yang siap dibentuk menjadi keramik yang cantik, sama hal nya dengan individu yang pada awalnya tidak memiliki karakter yang kemudian kita bentuk dengan contoh perilaku yang baik sehingga pada saat dewasa dapat menjadi orang yang memiliki karakter yang baik. Pembentukan karakter dini yang dimulai dari keluarga sangat berguna bagi anak itu sendiri, karena individu yang memiliki karakter yang baik cenderung mudah mendapatkan teman.

      Hapus
    3. Sangat baik untuk membuat anak berpikir bahwa daya tarik adalah bakat yang harus usahakan dan asah terus menerus. Sama halnya seperti memiliki kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal matematika atau melakukan permainan olahraga tertentu, mereka harus berlatih dan berusaha untuk mendapatkannya. Hal tersebut adalah hal-hal yang tidak dapat dikontrol seorang anak, dan dapat berubah seiring pujian-pujian yang Anda berikan. Cara Anda memujinya akan membantu mereka menghadapi pertambahan usia. Fokuskan pujian Anda pada hasil seperti 'kamu terlihat cantik', 'kamu hebat mendapatkan nilai 100' tapi pasangkan pernyataan tersebut dengan bagaimana mereka mencapainya. Contohnya, 'rambutmu terlihat cantik, apakah kamu menyisirnya sendiri?' atau 'karena belajar kemarin kamu mendapatkan nilai yang baik'. Cara ini tak akan membuat mereka berpikir bahwa mereka mendapatkannya karena mereka terlahir dengan kecantikan atau kepintaran, tetapi mereka akan berpikir untuk mendapatkan hal tersebut mereka akan berusaha. Jika awalnya anak Anda berpikir mereka berbakat, padahal semua itu hanyalah kesalahan dari cara Anda memuji untuk menyenangkan hati, mereka akan sulit untuk memperbaikinya. Beda halnya jika Anda sejak awal mengatakan bahwa proses dan usaha yang membuat mereka berbakat. Ketika mereka menemukan penghalang, mereka akan berusaha melewatinya dan meraih prestasi lebih tinggi.(Mark, http://kosmo.vivanews.com/news/read/252060-cara-membangu n-karakter-anak-lewat-pujian , diakses 25 Maret 2012, pukul 21.00 WIB).

      Setiap orang tua pasti ingin mendorong anaknya untuk mencintai dirinya sendiridan merasa percaya diri, dengan bahasa yang sederhana semua itu bisa terwujud. Bahasa sederhana yang dimaksud adalah dengan memberikan pujian, karena pujian merupakan salah satu cara untuk membentuk karakter anak, dengan pujian kecil disetiap apa yang anak lakukan seperti pada saat anak mulai mencoba memakai baju sendiri, walaupun caranya belum benar sebaiknya kita memberikan pujian “anak pintar” atau “anakku sayang kamu hebat”, kemudian kita contohkan kepadanya cara memakai baju yang benar, dengan pujian seperti itu kita dapat memotivasi anak diri sendiri untuk melakukan yang benar. Contoh sederhana lainnya, saat orang tua memuji penampilan atau kecantikan gadis ciliknya yang terlihat sangat manis dengan gaun baru dan rambut terikat rapi, atau saat anak mendapat nilai sempurna. Tidak ada salahnya dengan hal tersebut. Namun, penekanan sisi positif adalah kata kuncinya. Hal yang sederhana untuk membentuk karakter seperti memberikan pujian kepada anak ini sangat mudah dan sangat penting untuk dilakukan dengan pemberian pujian kepada anak, akan membuat anak mulai berpikir, jika dia melakukan hal yang baik dan benar maka dia akan mendapatkan pujian, pikiran anak itu akan membuat dirinya ingin terus melakukan hal yang baik dan benar, merupakan karakter baik yang akan terus tumbuh.

      Hapus
    4. Acara hiburan lain yang semata mengejar keuntungan tanpa menampilkan sisi edukasi. Lebih lanjut, ia menjelaskan, yang disajikan dalam tayangan sinetron umumnya hanya adegan kekerasan dan tingkah penuh kebencian. Hal itu akan membangkitkan pola pikir penonton untuk bersikap dan bertindak seperti yang ditontonnya. Sinetron sebenarnya bisa menjadi salah satu media yang baik untuk pembelajaran yang efektif bagi anak. Namun, dengan syarat sajian yang ditayangkan juga menggunakan nilai-nilai moral dan sosial untuk membangun karakter. Karena itu, peraih Piala Citra untuk pemeran utama pria terbaik tahun 1974 (Ranjang Pengantin) dan 1977 (Badai Pasti Berlalu) berharap lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi ikut andil dalam meminimalisasi proses destruktif itu dengan selalu menekankan pada nilai-nilai moral-sosial dalam melakukan pertunjukan seni. “Kalau bukan kita siapa lagi, hampir semua Rumah Produksi (PH) yang biasa memproduksi sinetron sudah tidak bisa diharap lagi untuk membantu membangun karakter bagi generasi bangsa ini,” ujarnya. (Rahardjo, http://www.surya.co.id/2011/01/20/sinetron-penghancur-karakter-bangs a, diakses 23 Maret 2012, pukul 18.34 WIB).

      Cara selanjutnya dengan melindungi atau mengkontrol acara televisi anak. Mengingat televisi merupakan sarana pembelajaran yang efektif bagi anak, beberapa saluran televisi menyajikan film cartoon atau sinetron yang mengandung pesan moral yang dapat dipraktikan anak dalam kehidapan sehari-harinya. Contoh film yang baik untuk membantu anak belajar membentuk karakter diri adalah film Laskar Pelangi, film itu menyajikan nilai-nilai perjuangan yang dapat anak tiru. Selain film-film yang menyajikan nilai moral adapula film sinetron yang menyajikan banyak tokoh yang berkarakter jahat dan alur cerita yang banyak menyajikan kekerasan dan kata-kata kasar. Tugas orang tua dalam hal ini dengan melindungi anak dari acara tersebut, jika anak terus menonton film yang tidak baik tersebut maka akan menjadi awal pembentukan karakter yang tidak baik dan akan terus berlanjut. Hal ini dapat terjadi karena seperti yang telah dijelaskan oleh kutipan Rahardjo bahwa televisi merupakan sarana efektif bagi pembelajaran anak, jika anak menonton film yang tidak baik maka anak itu akan belajar melakukan semua hal yang yang dilakukan oleh tokoh dalam film tersebut. Maka dari itu penting bagi orang tua untuk melindungi anaknya dari acara televisi seperti itu dan penting bagi orang tua untuk memberikan anaknya film-film yang menyajikan kebaikan dan nilai moral dalam membentuk karakter anak.
      ****

      Hapus
    5. Kesimpulannya pembentukan karakter sebaiknya dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah lingkungan pertama kali yang dikenal oleh individu, dari keluarga individu mengenal tentang yang baik dan tidak baik, mengenal norma-norma. Sesibuk apapun orang tua harus meluangkan waktu bermain bersama anaknya, agar pembentukan karakter indvidu terkendali dan mendapat bimbingan. Mulailah melakukan hal kecil seperti memberikan pujian terhadap anak sebagai langkah awal membentuk karakter individu, tidak hanya itu penting bagi orang tua dan saudara individu untuk melindungi individu dari acara televisi yang tidak baik.
      Daftar Pustaka

      Cara Membangun Karakter Anak Lewat Pujian, dalam http://kosmo.vivanews.com/ne ws/read/252060-cara-membangun-karakter-anak-le wat-pujian, diakses 25 Maret 2012, pukul 21.00 WIB.

      Proses Pembentukan Karakter, dalam http://wapannuri.com/a.karakter/proses pe mbent ukan-karakter.html, diakses 23 Maret 2012, pukul 17.25 WIB.

      Sinetron Penghancur Karakter Bangsa, dalam http://www.surya.co.id/2011/01/ 20/sinetron-penghancur-karakter-bangsa, diakses 23 Maret 2012, pukul 18.34 WIB.

      Hapus
  20. Nama : Niluh Komang Tri Andiyani
    Kelas : XII IPA 4
    Nomor : 24

    Pengaruh Industri Rumah Tangga dalam Bentuk Anyaman Terhadap Ekonomi Masyarakat

    Penulis memilih topik mengenai pengaruh industri rumah tangga dalam bentuk anyaman terhadap ekonomi masyarakat karena sebagian besar masyarakat lebih memilih untuk mengelola dan mengembangkan industri rumah tangga (home industry) untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Masyarakat berusaha keras untuk berinovasi dan berkreatifitas untuk menciptakan produk kerajinan anyaman yang berkualitas baik sehingga memiliki daya jual yang tinggi. Kegiatan ekonomi industri adalah suatu kegiatan yang mengelola bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Hal ini pun berlaku dalam kegiatan industri rumah tangga dalam bentuk anyaman yang banyak dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat. Masyarakat lebih memilih untuk mengelola industri rumah tangga dalam bidang kerajinan anyaman dikarenakan produk yang dihasilkan dari industri rumah tangga dalam bentuk kerajinan anyaman lebih banyak dipesan, dibeli atau dikonsumsi oleh masyarakat. Selain itu dalam mendapatkan bahan mentah yang nantinya akan diolah sebagai produk kerajinan anyaman tidaklah sulit dan juga tidak membutuhkan biaya yang mahal.
    Adapun salah satu pengerajin anyaman yang sukses mengelola dan mengembangkan industri rumah tangga dalam bentuk kerajinan anyaman, yaitu I Gusti Putu Ngurai. Gusti Geria sudah berpuluh-puluh tahun mengembangkan usaha keluarganya dan juga menggeluti dunia kerajinan anyaman dari bahan-bahan alam, seperti bambu, rotan dan lontar. Gusti Geria berhasil mengembangkan berbagai desain, produk kerajinan anyaman yang sangat indah dan kreatif, seperti nampan, keranjang buah, sangkar burung, keranjang parsel, wadah tisu, keranjang aksesoris dan kap lampu. Dengan dibantu anak cucunya, Gusti Geria mampu memproduksi rata-rata 800 pieces (200 set per desain) barang kerajinan anyaman setiap bulannya. Tak mengherankan apabila banyak kalangan pembeli mancanegara yang berminat untuk membeli produk-produk kerajinan anyaman yang dibuat oleh Gusti Geria. Bahkan kalangan pembeli dari Jepang yang selama ini terkenal dengan persyaratan standar mutunya yang sangat ketat dan tinggi secara rutin membeli berbagai produk kerajinan anyaman yang terbuat dari bambu, rotan dan daun lontar hasil kreasi Gusti Geria.
    Dari fakta yang fenomenal inilah penulis menghadirkan sebuah karya tulis ilmiah untuk menjabarkan pengaruh industri rumah tangga dalam bentuk anyaman terhadap ekonomi masyarakat. Perlunya topik ini untuk dibahas oleh penulis karena dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan informasi wirausaha untuk mengelola dan mengembangkan industri rumah tangga dalam bentuk anyaman untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyrakat. Selain itu, dapat menjadi motivasi keberhasilan atau kesuksesan untuk masyarakat dan juga masyarakat mampu berpikir kreatif dan inovatif untuk menciptakan dan menghasilkan produk industri rumah tangga yang berkualitas tinggi. Berdasarkan latar belakang penulisan karya tulis ilmiah ini, maka rumusan masalahnya adalah bagaimana pengaruh industri rumah tangga dalam bentuk anyaman terhadap ekonomi masyarakat?
    ****

    BalasHapus
  21. Dewasa ini proses didik orang tua dalam menentukan karakter anak telah memegang peranan yang sangat penting, karena lingkungan keluarga berinteraksi langsung dengan anak sebagai peserta didik. Dalam interaksi langsung inilah, perilaku pendidik merupakan model bagi anak. Perilaku ini tercermin dalam verbal, yaitu tutur kata, maupun non verbal, yaitu penampilan, sikap, dan tindakan. Perilaku verbal yang terwujud dalam tutur kata merupakan ungkapan terhadap sesuatu. Perilaku ini didapatkan oleh anak melalui indera pendengaran, sehingga pendidik diharapkan berhati-hati dalam bertutur kata. Pilihan kata dan intonasi suara perlu diperhatikan oleh pendidik ketika berkomunikasi. Penampilan pendidik meliputi cara berpakaian, penataan rambut, penggunaan sepatu, maupun atribut lainnya. Anak usia dini merupakan pengamat yang baik, sehingga penampilan pendidik akan menjadi bahan pengamatan bagi anak. Sikap pendidik tampak dalam perubahan raut wajah atau roman muka pendidik, ketika menyetujui atau menyukai sesuatu, juga sebaliknya. Tampilan raut wajah ini merupakan cerminan perasaan atau respon emosi pendidik ketika menghadapi sesuatu. Tindakan pendidik merupakan bentuk nyata perbuatan pendidik atas sesuatu, seperti berjalan, makan, minum, dan sebagainya. Penampilan, sikap, tindakan dan tutur kata ini mencerminkan gaya komunikasi pendidik yang merupakan salah satu model bagi anak ketika berada di sekolah. Oleh karena itu, pendidik diharapkan memiliki penampilan, sikap, tindakan dan tutur kata yang baik, sehingga anak mendapatkan model yang baik dan patut ditiru. Pembentukan tingkah laku pada anak berlangsung sedikit demi sedikit, bertahap, namun dapat juga berkembang menjadi rantai respon yang lebih panjang dan terintegrasi. Tingkah laku ini dapat diperkuat atau dihilangkan dengan menggunakan penguatan positif maupun negatif. Penguatan berarti memperkuat respons (meningkatkan kecepatannya), dan penguatan positif berarti memperkuat respons-respons dengan menambahkan konsekuensi-konsekuensi positif, seperti pujian atau perhatian.

    BalasHapus
  22. Penguatan negatif berarti menghilangkan stimuli tidak menyenangkan atau yang bersifat menyerang. Pada dasarnya hal yang dikuatkan secara negatif adalah kecenderungan untuk melepaskan dari hal-hal atau perilaku negatif. Namun di masa sekarang melalui berbagai tayangan televisi dapat dilihat bahwa banyak keluarga Indonesia memiliki kecenderungan untuk meninggalkan norma- norma kesantunan, salah satunya kesantunan berbahasa. Setiap orang tua bebas untuk berbicara tanpa batas. Saling mengejek, mengumpat, menghina dan bahkan mencaci maki dianggap sebagai perilaku berbahasa yang pantas untuk membentuk karakter anak. Dalamkehidupan nyata, dapat kita lihat bahwa sering kali fenomena menghujat, menghina dan mencaci maki ini terjadi. Perdebatan sendiri adalah suatu cara untuk menyampaikan ide secara logika dalam bentuk argumen disertai bukti–bukti yang mendukung situasi dari masing–masing pihak yang berdebat. Tutur kata orang tua memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tutur kata dijadikan sarana komunikasi antara orang tua dan anaknya. Kesantunan berbahasa dan bertuturkata merupakan salah satu aspek perkataan yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional penuturnya karena di dalam komunikasi penutur dan pendengar tidak hanya dituntut menyampaikan kebenaran, tetapi harus tetap berkomitmen untuk menjaga keharmonisan hubungan. Keharmonisan hubungan orang tua dan anak akan tetap terjaga apabila orang tua dan anak senantiasa tidak saling mempermalukan. Dengan demikian, tutur kata orang tua sangat mempengaruhi karakter anak. Penerapan kesantunan berbahasa dalam keluarga juga akan menghindarkan ketersinggungan bahkan kesalahpahaman antara orang tua dan anak, sehingga akan memperkecil munculnya konflik dan kekerasan.
    Tentunya peran tutur kata orang tua sangat berpengaruh terhadap pribadi sang anak. Berbagai cara telah dilakukan oleh orang tua agar dalam penyampaian maksud dapat dipahami oleh anak dengan baik. Namun, Bagaimanakah cara orang tua bertutur kata yang baik dan benar terhadap anaknnya? Apakah dampak dengan tutur kata yang keras dan kasar terhadap anak?
    Dalam hal ini, Penulis bertujuan untuk mengetahui cara orang tua bertutur kata yang baik dan benar terhadap anak dan dampak dari bertutur kata yang keras terhadap anak.****

    BalasHapus
  23. Keempat, Hilagkan rasa emosional dan amarah dalam bertutur kata. Karena anak cenderung meniru dan melakukan nya di kehidupan masyarakat. Akibatnya, masyarakat tidak dapat menerima dan mengucilkan anak tersebut.
    Jika orang tua bersih keras untuk tidak menerapkan beberapa aspek di atas, tentunya ada beberapa kerugian yang dapat dialami oleh mereka sendiri. Pada umumnya, orang tua tidak ingin ditentang dan dilawan. Mereka cederung untuk menggunakan amarah dan kata yang pedas dan menusuk agar anak dapat mengerti dan tidak mengulanginya lagi.
    Namun, hal tersebut tidak efektif karena dengan amarah dan kekerasan dapat menyebabkan anak dendam dan akan menerapkannya kepada teman-temannya bahkan kepada orang tua teman-teman mereka. Akibatnya, orang tua sendiri yang mendapatkan kerugiannya berupa cercaan dan makian atas didikan tutur kata kepada anaknya yang tidak baik.
    Tidak hanya menerapkan apa yang telah dilakukan orang tua dalam bertutur kata, namun anak cederung akan merasa tertekan dan stress dan berdampak pada kebiasaannya. Mereka akan menjadi pribadi yang pendiam dan akan berdampak pada kurangnya pergaulan. Mereka akan memiliki sedikit teman dan hubungan sosialisasi menjadi terhambat.****
    Pengaruh tutur kata sangatlah berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak. Orang tua mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mempersiapkan dan mewujudkan kecerahan hidup masa depan anak. Mereka dituntut untuk berperan aktif dalam membimbing anak-anaknya dalam kehidupannya didunia yang penuh rintangan ini dengan baik. Salah satu aspek yang tak dapat terelakkan adalah proses didik dalam bertutur kata yang santun yang baik. Dengan tutur kata yang baik dan sopan, niscaya karakter baik dari anak dapat muncul dan berkembang.****



    Daftar Pustaka

    ”Cara Penyampaian Tutur Kata”. http://www.bppnfi-reg4.net/index.php/pendidik-paud-sebagai-model-perilaku-anak-usia-din.html. Diakses 24 Maret 2012

    “ Peran Keluarga”. http://mamet-frasesza-online.blogspot.com/2010/12/peran-orang-tua-dalam-pembentukan.html. Diakses 24 Maret 2012

    BalasHapus
  24. Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    5. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    6. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
  25. Kebudayaan negara-negara lain yang masuk ke Indonesia ini akan mempengaruhi kebudayaan yang ada dan yang telah mengakar kuat di Indonesia. Kebudayaan-kebudayaan luar ini akan berakulturasi dengan kebudayaan Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan, akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling mempengaruhi. Contoh dari akulturasi ini adalah kebudayaan Hindu-Buddha yang berakulturasi dengan kebudayaan asli Indonesia. Masuknya kebudayaan luar ini memberikan dampak positif dan negatif terhadap kebudayaan Indonesia sebagai akibat dari kemajuan teknologi informasi. Selain dampak, terdapat juga tantangan bagi generasi muda Indonesia. Permasalahannya adalah bagaimana kemajuan teknologi informasi menjadi tantangan terhadap karakter budaya Indonesia? Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk menjelaskan kepada pembaca khususnya generasi muda Indonesia mengenai tantangan teknologi informasi terhadap karakter budaya Indonesia.
    ****

    BalasHapus
  26. Nama : Antony Wongso
    Kelas : XII IPA 4
    Nomor : 04

    Pengaruh Cara Makan Orang Tua Terhadap Pembentukan Karakter Anak

    Penulis memilih topik mengenai pengaruh cara makan orang tua terhadap pembentukan karakter anak karena orang tua sangat berperan penting dalam membentuk kepribadian anak dengan cara mengembangkan pola komunikasi dan interaksi dengan sesamanya agar menjadi pribadi yang baik dan berkualitas sehingga anak tersebut dapat menjadi anak yg berguna dalam masyarakat maupun dalam keluarga. Unsur-unsur yang ada dalam sebuah keluarga baik budaya, sosial , ekonomi bahkan banyak sedikitnya anggota keluarga sangat mempengaruhi perlakuan dan pemikiran anak khususnya orang tua yaitu ayah dan ibu. Pengaruh keluarga dalam pendidikan anak sangat besar dalam berbagai macam sudut pandang. Keluargalah yang menyiapkan semua keperluan untuk pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak dalam keluarga maupun dalam masyarakat. kepribadian anak tergantung pada pemikiran dan tingkah laku kedua orang tua serta lingkungannya karena apabila pengajaran orang tuanya buruk dalam kehidupan sehari-hari maka anaknya juga akan mempunyai sikap yang buruk juga dan sebaliknya apabila pengajaran orang tuanya baik dalam kehidupan sehari-hari maka anak itu juga mempunyai sikap yang baik dalam kehidupan bermasyarak dan berkeluarga.
    Bagi seorang anak, keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Keluarga itu mempunya berbagai macam fungsi dalam kehidupan kita. Fungsi keluarga adalah sebagai tempat untuk mendidik, mengasuh, dan mensosialisasikan anak suapaya anak tersebut dapat berguna bagi kelurga dan masyarakat. Apabila kelurga ingin menjalankan fungsi-fungsi itu dengan baik maka kelurga itu harus salaing membantu atau saling melengkapi. Orang tua yaitu ayah dan ibu juga harus memberi contoh yang baik pada anak-anaknya tapi jangan memberi contoh yang buruk pada anak-anaknya.
    Keberhasilan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada anak sangat tergantung pada jenis pola asuh yang diterapkan orang tua pada anaknya. Pola asuh dapat didefinisikan sebagai pola interaksi antara anak dengan orang tua yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik seperti cara makan orang tua, cara minum orang tua dan masih banyak yang lain. Tapi dalam karya tulis ini penulis akan membahas tentang pengaruh cara makan orang tua terhadap pembentukan karakter anak karena cara makan orang tua itu sangat berperan penting dalam pembentukan karakter anak sebab kalau cara makan orang tua berantakan maka cara makan anak juga ak berantakan. Sehingga kalau orang lain liat cara makan anak yang berantakan maka orang itu tau bahwa cara makan orang tua nya berantakan dan orang tuanya tidak memiliki sopan santun dalam makan.
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara makan orang tua ini sangat berpengaruh penting dalam kehidupan keluarga. Oleh karena itu kita harus mempunyai tata cara makan yang baik. Tata cara makan yang baik anatara lain.
      a. Saat makan jangan berdiri tetapi duduklah dengan tegak. Jangan membungkuk mendekati piring, tetapi kita tetap harus tegak dan sendok yang harus diangkat ke mulut bukan mulut yang mendekat ke sendok
      b. Pada saat mulut penuh, jangan berbicara, tertawa, atau bersiul, karena isi mulut dapat terlihat orang lain dan ini dinilai tidak sopan.
      c. Makanan harus dikunyah perlahan-lahan dan jangan sampai ada bunyi.
      d. Sendok dan garpu tidak boleh beradu dengan piring, gelas, mangkuk, panci, dan peralatan makan lainnya yang ada di ata meja.
      e. Menyeruput kuah, kecap, dan sambal dari piring tidak diijinkan, apalagi mengorek-ngorek gigi atau hidung di depan orang lain selagi makan.
      f. Jika mendadak batuk atau bersin, mulut atau hidung harus cepat-cepat ditutup dengan sapu tangan atau serbet yang sudah di sediakan,Kalau terlanjur tersembur, makanan itu jangan dimakan lagi!
      g. Dilarang memuntahkan makanan ke piring atau ke saku baju. Jika ingin muntah, cepatlah pergi ke wastafel.Kalau tidak ada wastafel, kamar mandi pun boleh. Kalau tidak ada kamar mandi, ya telan aja kembali makanan tersebut.
      h. Tidak boleh mengeluarkan suara keras (termasuk buang gas), menyanyi, atau membaca puisi pada saat makan.
      i. Tidak boleh meninggalkan meja makan sebelum selesai makan kecuali keadaan mendesak, seperti kebelet pipis, kebakaran, banjir, atau gempa bumi.
      j. Selesai makan, sendok dan garpu harus ditutup,dan usahakan membentuk tanda silang. jangan dimasukkan ke dalam saku celana. Mulut dilap dengan serbet atau sapu tangan, jangan dengan telapak tangan, apalagi dilap pakai baju atau celana.
      (http://anti-pay.blogspot.com/2009/11/tata-cara-makan-yang-baik.html , diakses 21Maret 2012,pukul18.00.WIB)
      Dr.chris K.H Teo dan Ching Beng Im “ Food And Cancer “mempunyai tips makan yang baik. Tips makan yang baik sebagai berikut
      a. Kondisi pikiran sangat penting untuk diperhatikan ketika sedang makan. Rileks dan nikmatilah apa yang sedang Anda makan karena hal itu penting untuk pencernaan dan proses asimilasi yang baik. Ketika makan jangan membicarakan dan membahas apapun.
      b. Perut kita tidak mempunyai gigi maka kunyahlah makanan secara perlahan untuk menjamin proses pencernaan dan asimilasi berjalan dengan sempurna .
      c. Jangan dorong makanan dengan banyak minum. Kurangilah kebiasaan makan sambil minum.
      d. Jangan makan terlalu banyak, cukupkanlah 70% dari kapasitas lambung anda terisi.
      e. Nikmatilah makanan dengan perlahan-lahan dan jangan terburu-buru menelan makan. Kenali apa yang sedang dimakan dan rasakan kenikmatan dari setiap jenis makan yang sedang disantap.
      f. Jangan makan pada saat malam sudah larut dan makanlah tiga jam sebelum Anda tidur. Hal ini akan menyempurnakan proses pencernaan serta memungkinkan Anda bisa menikmati tidur yang lebih nyenyak.
      g. Bila Anda sakit, makanlah makanan yang ringan atau berpuasa. Hal Ini akan membuat energi tubuh dapat disalurkan untuk menangani proses penyembuhan dari pada membantu proses pencernaan. Makanlah bubur encer ketika anda sakit karena makanan seperti itu mudah dicerna dan memungkinkan energy tubuh Anda dialihkan untuk membantu proses penyembuhan.
      h. Makan tanpa mengosongkan lambung adalah bencana.

      i. Oleh karena itu, kosongkan lambung Anda setiap hari, jangan terus diisi. Tanamkan kebiasaan itu.
      (http://yarobbi.com/artikel-kesehatan/tata-cara-makan-terbaik, diakses 21Maret 2012 ,pukul 18.06WIB)

      Hapus
  27. Peranan Keluarga dalam Pembentukan Karakter


    Nama : Monica Marcella
    Kelas : XII IPA 4
    Nomor : 22

    Keluarga adalah sebuat istilah yang sudah sangat sering kita dengar. Namun, tidak banyak orang mengerti apa itu kelurga. Banyak yang masih bertanya-tanya apa arti dari sebuah keluarga. Menurut keluargaharmonis.com, keluarga adalah satuan masyarakat yang terkecil, yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Sebuah keluarga dengan seorang ayah, ibu dan anak disebut keluarga inti. Ada kalanya sebuah keluarga inti tinggal bersama dengan kerabat lain seperti adik/kakak suami/istri atau pun orang tua dari salah satu pihak (istri atau suami). Keluarga adalah siapapun yang sudah sangat dekat dengan diri kita.
    Anak adalah pelengkap dalam suatu kelurga. Anak dapat juga disebut sebagai buah hati karena anak aka nada jika dua buah hati yaitu hati ayah dan ibu menjadi satu. Ada orang yang beranggapan kalau banyak anak maka banyak rezeki. Tetapi banyak orang juga yang mengangap banyak anak maka banyak musibah. Hal ini disebabkan karena tingkah laku anak-anak zaman sekarang yang sangat sulit di atur. Mereka bertindak semaunya dan tidak memikirkan orang tuanya. Contohnya bolos sekolah, memakai narkoba dan melakukan tindakan kriminal sehingga merusak nama baik keluarga. Hal ini juga membuat orang tua merasa kecewa terhadap anaknya.
    Sesungguhnya, anak adalah sebuah anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada kita. Sebuah keluarga akan menjadi lengkap jika memiliki anak. Anak juga bisa mempersatukan kaluarga yang berada di ambang kehancuran menjadi bersatu lagi.
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang tua yang memiliki anak yang bermasalah sering menyalakan anaknya. Tanpa memikirkan apa penyebabnya. Orang tua hanya mau seenaknya sendiri, merasa paling benar sehingga membuat anaknya menjadi semakin nekat. Padahal sifat dan karakter anak di tentukan atau dibentuk oleh keluarga.
      Ada pepatah yang mengatakan buah jatuh pasti tidak jauh dari pohonnya artinya, sifat dan karakter seorang anak pasti sama atau hampir mirip dengan orang tuanya, atau kata lain sifat dan karakter anak diwariskan oleh orang tuanya. Semua orang tahu tentang hal ini tetapi, sedikit orang yang mengerti dan mau menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari.
      Selain hal itu, sifat dan karakter seseorang juga dapat dipengaruhi oleh pergaulan dan yang paling dominan adalah keadaan dan situasi keluarga. Arti karekter itu sendiri adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara . Kerakter seeorang akan terbentuk sejalan dengan waktu.
      Keluarga adalah faktor yang paling berperan dalam pembentukan sifat dan karakter seseorang. Besar peran keluarga dalam pembentukan diri dan pengembangan perilaku positif oleh setiap orang dikala ia sudah mulai bersosialisasi dengan masyarakat atau lingkungannya kelak . Hal ini disebabkan, keluarga adalah lembaga komunikasi yang paling dekat dengan seorang individu sejak lahir hingga kembali kesisi Yang Maha Kuasa. Keluarga mengajarkan bagaimana cara bertingkah laku pertama kali kepada seorang individu yang masih tidak mengenal apapun. Individu tersebut akan berpikir bahwa apa saja yang diajakan oleh keluarga adalah hal yang benar.
      Seperti yang kita tahu bahwa, untuk massa balita adalah massa dimana perkembangan paling cepat terjadi pada anak balita sehingga anak tersebut akan mencontoh apa saja yang dilihatnya tanpa memikirkan itu baik atau buruk. Dimassa inilah massa yang cukup penting dalampembentukan sifat dan karakter seseorang. Pada massa ini orang tua harus memberikan contoh tingkah lalu yang baik dan benar kepada anaknya sehingga anaknya dapat meniru hal tersebut.
      Setiap anggota keluarga memiliki peran masing-masing. Terutama peran ayah dan ibu. Mereka adalah orang yang harus kita hormati karena mereka telah mendidik,mengajar dan membesarkan kita. Walaupun didikan atau ajaran mereka belum tentu seratus persen benar. Orang tua kita juga manusia, bisa salah maka kita juga harus memakluminya. Ayah dan ibu harus berkerja sama untuk mendidik anaknya.
      Seorang ayah akan menberi contoh kepada anaknya sehingga biasanya seorang anak akan mengidolakan ayahnya. Seorang ayah akan menjadi sosok pemberani, teguh,tegas,percaya diri, terus terang dan mandiri bagi anaknya. Anaknya pun akan belajar untuk menjadi seperti ayahnya. Pendidikan dari seorang ayah akan lebih mendidik kemandirian anaknya. Contohnya, saat anaknya terjatuh ayahnya akan membantunya berdiri lalu memberikan nasihat dan motivasi lalu melepasnya agar ia dapat mencoba lagi.
      Sifat ibu yang lembut, penuh perhatian dan kasih sayang mendidik dan mengajari kita tentang mencintai dengan tulus dan iklas, peduli dengan sesame, rajin, teliti dan masih banyak lagi. Ibu juga harus memberi contoh kepada anaknya perbuatan-perbuatan yang terpuji. Biasanya anak-anak akan lebih dekat dengan ibunya dari pada ayahnya karena ibu lebih banyak menhabiskan waktu di rumah.
      Keadaan rumah yang kacau atau berantakan juga akan menyerbabkan karakter anak menjadi jelek. Contohnya, apabila melihat rumahnya berantakan dan kerjaan ibunya hanya bergosip saja akan membuat anaknya menjadi malas dan tidak rapi. Atau contoh lainnya, anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dan melakukan tindakan kekerasan serta mengucapkan ucapan yang tidak baik maka, saat anak tersebut bertengkar dengan temannya, ia juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh orang tuanya.
      ****

      Hapus
    2. Sebagai orang tua, kita harus mendidik anak kita dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan cara menberi contoh yang baik. Selain itu kita juga harus memperhatikan dan mendekatkan diri dengannya agar kita dapat tahu apa masalahnya. Pendidikan dari ayah dan ibu harus seimbang, kalau tidak seimbang juga akan menbuat kerakter sianak menjadi kurang bagus contohnya manja atau terlalu mandiri.
      Anak-anak harus dididik dengan baik oleh orang tuanya. Tanpa didikan yang baik dari orang tua, anak cenderung memiliki karakter yang kurang baik. Hal ini akan mempengaruhi karakter anak. Oleh karena itu, mulai sekarang kita harus mendidik anak kita dengan baik. Dengan begitu, negara kita akan mendapatkan generasi baru yang memiliki karakter yang baik sehingga tindakan kriminal dan kenakalan remaja di negara kita akan turun.

      ****

      Hapus
    3. Daftar Pustaka


      Fanles ,Amin.2011.”Pengertian Karakter”.http://www.celoteh.herobo.com/
      katagori/artikel-pendidikan/53-pengertian-karakter.html. Diakses 24
      Maret 2012.
      Keluargaharmonis.com.http://keluargaharmonis.com/keluarga-besar/definisi-
      keluarga/. Diakses 24 Maret 2012.
      Rheiibebeq.2010.” Peran Keluarga dalam Pembentukan Karakter”. http://rheii
      bebeq.blogspot.com/2010/11/peran-keluarga-dalam-pembentukan_26.html. Diakses 24 Maret 2012

      Hapus
  28. Nama : Ikhsan Kamil
    Kelas : XII IPA 4
    Nomor : 13

    Bentuk Karakter Diri Sendiri

    Kita sebagai manusia pastinya berbeda dengan makhluk lain, kita memiliki akal pikiran dan hati nurani. Sejak dilahirkan, seorang anak di didik oleh orang tuanya untuk menjadi anak yang baik agar saat anak itu besar kelak, akan menjadi anak yang diharapkan. Namun cara orang tua mendidik seorang anak tentunya berbeda-beda, dengan perbedaan cara ini pun akan terjadi pula perbedaan karakter antar manusia.
    Jika lingkungannya mendukung untuk prtumbuhan karakter sifat yang jelek, maka akan terbentuk sifat yang jelek. Bentuk karakter yang jelek ini dapat kita ambil contoh, yaitu seorang pelacur yang tinggal di tempat pelacuran dan ia hamil, saat anaknya lahir maka akan terjadi proses pendidikan dari orang tua, caranya pun akan tergantung pada lingkungan sekitar anak itu. Dan hasilnya akan tidak jauh beda dari orang tuanya,kemungkinan besar anak ini akan menjadi pelacur juga, karena ia telah terbiasa dalam suasana ini. Namun ada pula pendidikan yang menghasilkan nilai positif dari anak, seperti orangtua yang menjalani pendidkan sampai sarjana dan mendapat pekerjaan yang layak dan kehidupan yang nyaman serta selalu ada waktu untuk keluarga, anak yang akan di didiknya kemungkinan besar akan ke arah positif dan memilikipotensi kedepannya.
    Namun itu hanya sebagai contoh. Pembahasan saya akan membahas pembentukan karakter yang dibentuk oleh diri sendiri, ini dilakukan untuk kedepannya saat membina keluarga. Untuk para remaja, sangat penting pembentukan karakter guna mendapatkan jati diri. Seseorang yang mengalami proses remaja, kebanyakan telah berfikir untuk menjadi dewasa. Dalam pembentukan karakter, yang dibutuhkan adalah pemikiran yang dewasa bukan pemikiran yang hanya ingin cepat-cepat menikah. Pembentukan karakter ini sangat penting saat berkeluarga, seseorang yang ingin membangun keluarga sejahtera harus memiliki karakter yang baik dalam dirinya.
    Dalam proses pembentukan karakter, pastinya kita akan bingung bagaimana cara terbaik untuk membentuk karakter yang baik pula, sebelum seseorang menjadi suami atau istri untuk membina sebuah keluarga. Lalu bagaimana dampak yang dirasakan dengan karakter yang terbentuk dalam diri kita, dan bagaimana cara membentuk karakter untuk membangun keluarga yang sejahtera? Semuanya akan dibahas untuk menjelaskan topik pembicaraan yang dibentuk.


    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Proses ini tidak hanya dilakukan sendiri, lingkungan sekitar ikut ambil peran membentuk karakter. Jika kita ingin terbentuk karakter yang baik dalam diri kita, maka harus memiliki lingkungan yang baik pula untuk memuluskan pembentukan karakter yang baik. Tetapi jika ingin membentuk karakter yang baik, namun memiliki lingkungan yang buruk, pembentukan karakter yang baik itu akan sulit terbentuk karena tidak ada yang dapat menunjang pembentukan karakter yang baik.
      Setelah pembentukan diri, maka akan terbentuk karakter yang baik. Setelah seseorang menikah, maka akan ada tantangan lagi yang dihadapi, yaitu menyatukan karakter kita dengan pasangan. Namun menyatukan dua karakter yang sama akan sangat sulit, bahkan tidak bisa. Yang dapat dilakukan dalam dua karakter yang berbeda hanya saling pengertian antara suami dan isteri, jika suami dan isteri saling mengerti dan tahu satu dengan yang lain, tidak menutup kemungkinan keluarga yang sejahtera pun akan hadir di dalam keluarga yang meraka bina.
      Antar anggota keluarga tentunya memiliki peran-peran tersendiri yang dapat membangun keluarga.
      Indah Purwanti (http://www.slideshare.net/ChoiSarah/membangun-keluarga, diakses 24 Maret 2012, pukul 20.35 WIB) mengemukakan,

      1. Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagaipencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga,sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnyaserta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
      2. Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai perananuntuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindungdan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakatdari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkahtambahan dalam keluarganya.
      3. Peran Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkatperkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

      Tugas-tugas Keluarga Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokoksebagai berikut :
      1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
      2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
      3.Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing- masing.
      4. Sosialisasi antar anggota keluarga.
      5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
      6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
      7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
      8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

      Hapus
    2. Sebuah keluarga pastinya akan terasa lengkap jika adanya kehadiran anak. Saat membimbing seorang anak dalam pertumbuhannya, pastinya juga akan ada pembimbingan karakter. Bimbingan karakter ini akan sulit di hadapi, namun orang tua akan dibantu oleh guru yang dapat meringankan kewajiban orang tua.
      Ladislaus(http://forum.kompas.com/sekolah-pendidikan/40127-pembentukan-karakter-anak-sejak-dini.html, diakses 24 maret 2012, pukul 23.07 WIB) mengemukakan,

      Cara mendidik karakter anak adalah :
      1. Responsility
      Tanggungjawab dalam bahasa Indonesia terdiri dari dua kata penting yakni tanggung dan jawab. Tanggung berarti bersedia menerima apa yang ditugaskan kepadanya, bersedia memikul isi tugas yang dipercayakan kepadanya. Jawab dalam pengertian di sini berarti bersedia belajar dan memberikan penjelasan sesuai kompetensi pekerjaan yang dipercayakankepadanya. Aspek psikologis dari Tanggungjawab ini adalah keberanian menerima tugas, komitmen menjalankan, ketahanan mental selama menjalankan, dan keterbukaan untuk menerima konsekuensi positip dan negatip. Maka seorang yang disebut punya karakter tanggungjawab berarti orang itu memiliki kesediaan untuk menerima, memiliki komitmen untuk menjalankan tugas tersebut sampai tuntas dan mengevaluasi serta menerima hasilnya baik positip maupun negatip. Tanggungjawab seorang anak (pelajar) adalah menerima tugas belajar. Sekali menerima tugas ini ia harus komit untuk menjalankannya hingga tuntas pada akhir tahun pelajarannya. Seorang pelajar harus membiasakan diri untuk selalu belajar. Ia bukan balajar untuk lulus ujian, atau supaya menyenangkan orangtua dan guru, tetapi ia harus belajar untuk hidup. Ia harus membangun suatu kebiasan bertanggungjawab dengan menjalankan setiap tugas yang diberikan kepadanya hingga tuntas dan dievaluasi untuk melihat hasilnya. Tanggungjawab adalah suatu aspek kepribadian yang perlu dibangun sejak dini, mulai dari hal-hal yang sederhana yang menjadi dasar.

      2. Self-Respect
      Penghargaan terhadap diri sendiri mungkin dilihat banyak orang sebagai hal yang lucu. Karena penghargaan biasanya lebih banyak berhubungan dengan relasi dengan orang lain yaitu menghargai orang lain. Bahkan ada yang beranggapan ekstrim bahwa penghargaan terhadap diri adalah bentuk pemujaan diri. Terlepas dari anggapan di atas saya mau mengatakan bahwa penghargaan terhadap diri sendiri adalah dasar untuk menghargai orang lain. Bagaimana anda bisa menghargai orang lain kalau anda sendiri tidak menghargai diri sendiri? Penghargaan terhadap diri sendiri berarti berpikir positip, bersikap positip dan menerima diri sendiri sebagaimana adanya. Dengan berpikir positip terhadap diri, orang dapat menemukan potensi dan bakat yang terpendam di dalamnya. Lalu dengan menerima hal-hal positip dan negatip yang ia miliki, maka ia merasa aman dengan dengan dirinya sendiri, dan akhirnya ia dapat tampil dengan penuh percaya diri. Penghargaan terhadap diri sendiri perlu dibangun sejak usia sekolah sehingga dapat menjadi dasar untuk kemajuan tugas-tugas yang dipercayakan.

      3. Doing The Right Thing
      Melakukan hal-hal baik merupakan aspek kepribadian yang perlu dibiasakan sejak dini. Kebiasaan baik ini dibentuk dengan latihan. Dan latihan melakukan hal-hal baik ini bisa terjadi di sekolah ataupun di rumah. Latihan di rumah akan didampingi orangtua, sedangkan di sekolah akan didampingi oleh guru. Orangtua dan guru hadir sebagai pendamping sekaligus motivator sehingga anak akan terus bersemangat melakukan hal-hal baik itu. Latihan yang dilakukan berulang kali akan sekaligus membentuk kebiasaan pada anak, dan selanjutnya kebiasaan ini akan menjadi bagian dari kepribadian anak itu sendiri. Seorang pelajar perlu dibiasakan untuk melakukan hal-hal yang dianggap baik oleh masyarakat sekitar, sehingga dengan demikian kebiasaan ini akan berputar secara otomatis dalam hidunya setiap hari.

      Hapus
    3. 4. Respecting Others

      Setiap orang tua dan guru di sekolah ingin supaya anak-anaknya memiliki kebiasaan menghargai orang lain. Sikap ini bukan hanya harapan orang tua dan guru tetapi adalah harapan setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika masih tinggal bersama orangtuanya di rumah, anak menjadi raja kecil. Semua permintaannya selalu dipenuhi, semua keinginannya selalu dikabulkan. Tetapi setelah ia masuk sekolah, ia akan bertemu dengan tantangan baru, yaitu teman-temannya yang juga memiliki keinginan dan kemauan sendiri. Di sini anak perlu didampingi untuk mengembangkan sisi penghargaan terhadap temannya yang lain. Ia perlu juga menahan diri, memberi kesempatan kepada teman lain, menerima pendapat dan keinginan teman lain, serta berani untuk menerima kekalahan. Sikap-sikap lain yang perlu dikembangkan untuk mendukung aspek ini adalah kesabaran, menerima orang lain, mendengarkan orang lain,dan mengakui kelebihan orang lain.

      5. Preventing Conflicts & Violence
      Konflik dan kekerasan sering identik dengan kaum muda. Pelajar yang adalah bagian dari kaum muda pun sering kena stikma ini. Tentu bukan tanpa alasan kaum muda mendapat stikma ini. Kenyataan membuktikan bahwa banyak terjadi tawuran antar pelajar, tawuran antara mahasiswa, dan tawuran pemuda antar desa. Kenyataan ini tentu memberi kita satu indikasi bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan karakter orang-orang muda kita ini. Apa itu? Mereka tidak dibekali dengan nilai-nilai kehidupan bersama yang patut diterima dan dihormati bersama. Selain itu oleh tekanan ekonomi dan tantangan hidup metropolitan yang begitu tinggi, menyebabkan mereka kehilangan pegangan hidup dan akhirnya sulit mengendalikan diri menghadapi konflik-konflik tersebut. Upaya membuat preventing terhadap konflik dan kekerasan antar pelajar adalah dengan memberikan beban pekerjaan rumah yang banyak sehingga ia sibuk dan hanya berpikir tentang tugas belajarnya, atau juga dengan memberikan kursus-kursus ketrampilan lain sesuai dengan bakat dan talenta yang dimilikinya. Selain itu anak juga perlu pandai memilih kegiatan yang tidak cenderung pada konflik dan kekerasan.

      6. Saying No to Alcohol and Other Drugs
      Mengatakan No kepada Alkohol dan segala jenis obat bius adalah harapan semua orangtua kepada anaknya. Bahkan bukan hanya para orangtua, tapi sekolah, dan masyarakat pun sangat setuju dengan komitmen di atas. Banyak orangtua selalu cemas dan dengan ketat memantau keberadaan anaknya supaya tidak sampai terjebak ke dalam kebiasan buruk di atas. Gampang mengatakan No kalau kita belum pernah mengalami nikmatnya minuman keras dan obat bius. Tapi adalah sulit kalau kita sudah terjebak dalam kebiasaan minumun keras dan obat tersebut. Banyak orangtua sampai menjual semua harta bendanya untuk memulihkan anaknya yang ketagihan narkoba. Bukan itu saja, tapi kondisi fisik dan psikologis anak itu juga sangat memprihatinkan. Maka para anak perlu diperingatkan untuk tidak mencoba-coba minum atau mengkonsumsi narkoba.

      Hapus
    4. 7. Speaking of Sex
      Seks adalah bahan yang paling menarik untuk diperbincankan di antara para remaja mulai dari SD hingga tingkat SMA. Mungkin dari rating pembicaraan antar remaja, topik yang satu ini yang paling banyak dan menarik diperbincangkan. Pendidikan seks perlu dan penting diperhatikan di sekolah-sekolah, karena Sex memiliki dimensi yang sangat luas. Adanya banyak aspek dan kepentingan yang terkontaminasi di dalam pembicaraan sex itu sendiri. Ada yang memandangnya dari segi bisnis, ada yang melihatnya dari segi pemuasan kebutuhan, ada yang melihatnya dari segi etika-moral. Di sini perlu sekali ada pendidikan sex di sekolah supaya sex itu sendiri ditempatkan tepat pada tempatnya sebagai ciptaan Tuhan, dan dibahas sesuai dengan tujuan penciptaannya. Revolusi sex dan segala dimensinya telah menyesatkan kaum remaja dan sekaligus menjerumuskan mereka kedalam lingkaran setan pemuasan nafsu belaka. Maka sejak awal anak perlu dibuka matanya untuk melihat sex bukan dari segi bisnis dan pemuasan hasrat sexual tapi terlebh sebagai ciptaan Tuhan yang mulia dan dipergunakan sesuai dengan tujuan penciptaannya.

      ****

      Sebagai seorang pribadi, kita harus membentuk diri untuk menjalani kehidupan kedepannya. Sebelum membangun sebuah keluarga, kita harus membangun karakter diri sendiri untuk memebentuk keluarga yang sejahtera. Anak yang baik adalah didikan orang tua yang baik, karena anak adalah cerminan orang tua.

      Hapus
    5. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    6. Daftar Pustaka

      Dhimi. 2011. “Cara Membangun Karakter Seseorang”. http://hadimi.blogspot.com/2011/05/cara-membangun-karakter-seseorang.html. Diakses 23 Maret 2012, pukul 21.09 WIB.

      Indah Purwanti. 2011. “Membangun Keluarga”. http://www.slideshare.net/ChoiSarah/membangun-keluarga. Diakses 24 Maret 2012, pukul 20.35 WIB.

      Ladislaus. 2009. “Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini”. http://forum.kompas.com/sekolah-pendidikan/40127-pembentukan-karakter-anak-sejak-dini.html. Diakses 24 Maret 2012, pukul 23.07 WIB.

      Mustafatope. 2010. “Apa Itu Karakter ?”. http://mustafatope.wordpress.com/category/pendidikan-karakter/. Diakses 23 Maret 2012, pukul 23.44 WIB.

      Hapus
  29. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Rasa Nasionalisme Anak

    Nama :Fitri Margaretha Bunyamin
    Kelas : XII IPA 4
    Nomor : 08


    Orang tua memiliki peranan yang sangat penting terhadap kepribadian, sikap, tutur kata, pergaulan dan masa depan anaknya. Meskipun masih ada pengaruh dari lingkungan di luar orang tua dan keluarga, baik lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, dan lingkungan bermainnya. Terlebih seorang anak adalah peniru yang amat baik, sehingga apa yang ia lihat dari orang tuanya akan ditiru sedemikian rupa. Hal ini sesuai dengan ilmu sosiologi yang menyatakan bahwa keluarga terutama orang tua adalah media sosialisasi primer bagi seorang anak, yaitu tempat seorang anak pertama kali mengenal lingkungannya dan belajar menjadi anggota masyarakat.

    Pelajaran tentang sikap, perilaku dan bahasa yang baik sehingga akan terbentuknya kpribadian anak yang baik pula, perlu diterapkan sejak dini. Orang tua merupakan pendidik yang paling utama, guru serta teman sebaya yang merupakan lingkungan kedua bagi anak. Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock (1978) yang mengungkapkan bahwa orang yang paling penting bagi anak adalah orang tua, guru dan teman sebaya dari merekalah anak mengenal sesuatu yang baik dan tidak baik.

    Akan tetapi tidak jarang pula orang tua yang menyerahkan peranan tersebut pada pihak lain. Misalnya orang tua yang sibuk bekerja kemudian lepas tangan begitu saja dengan menyerahkan anaknya pada pengasuh. Contoh lainnya adalah orang tua menyerahkan sepenuhnya peranan mereka pada sekolah untuk mendidik anak mereka, dan menyibukkan anak mereka dengan segudang aktifitas seperti kursus tanpa memperhatikan perlunya komunikasi dengan anak. Hal ini menunjukkan sikap orang tua yang mengabaikan tumbuh kembang anaknya.
    Padahal ada banyak pengaruh dari luar si anak yang mungkin membawa dampak negatif bagiya dan mempengaruhi si anak dikemudian hari. Terlebih dengan pesatnya pengaruh globalisasi pada semua aspek kehidupan, mulai dari gaya hidup, pola makan, gaya berpakaian, tutur kata, serta seni dan budaya. Banyak orang tua yang tidak menyadari perilaku anaknya yang kebarat-baratan akibat terbawa arus globalisasi. Hal ini jelas menunjukkan adanya kelunturan rasa nasionalisme di kalangan generasi muda.
    Peranan orang tua ini terlihat pada cara mereka mendidik anak-anak mereka. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, sehingga mereka mempunyai cara mendidik tersendiri yang menurut mereka adalah cara terbaik untuk mendidik anak-anak mereka. Cara didik ini pula membuat setiap orang tua memilik pola asuh yang berbeda terhadap anaknya.

    Masing-masing orang tua tentu saja memiliki pola asuh tersendiri dalam mengarahkan perilaku anak. Hal ini sangat dipengaruh oleh latar belakang pendidikan orang tua, mata pencaharian hidup, keadaan sosial ekonomi, adat istiadat, dan sebagainya. Dengan kata lain, pola asuh orang tua petani tidak sama dengan pedagang. Demikian pula pola asuh orang tua berpendidikan rendah berbeda dengan pola asuh orang tua yang berpendidikan tinggi. Ada yang menerapkan dengan pola yang keras/kejam, kasar, dan tidak berperasaan. Namun, ada pula yang memakai pola lemah lembut, dan kasih sayang. Ada pula yang memakai sistem militer, yang apabila anaknya bersalah akan langsung diberi hukuman dan tindakan tegas (pola otoriter). Bermacam-macam pola asuh yang diterapkan orang tua ini sangat bergantung pada bentuk-bentuk penyimpangan perilaku anak.

    Untuk itu perlu diketahui apa itu pola asuh orang tua dan rasa nasionalisme, macam-macam pola asuh serta bagaimana pengaruhnya terhadap rasa nasionalisme seorang anak. Hal ini dimaksudkan agar rasa nasionalisme anak dapat tertanam dengan baik melalui pola asuh orang tua yang tepat.
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pola asuh orang tua adalah cara yang digunakan oleh orang tua untuk mendidik, dan membesarkan anaknya yang diwujudkan melalui tindakan, perilaku, perkataan orang tua, dan sikap mereka terhadap anaknya yang terjadi secara terus-menerus sepanjang hidup si anak sehingga membentuk suatu pola yang melekat dan tertanam dalam diri si anak.

      Pola asuh orang tua adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat konsisten dari waktu kewaktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak, dari segi negatif dan segi positif.

      Pola asuh merupakan interaksi antara anak dan orang tua selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Pengasuhan ini berarti orang tua mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan serta melindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat.

      Istilah rasa nasionalisme seringkali disamakan dengan patriotisme, padahal keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Nasionalisne diartikan sebagai suatu rasa kebangsaan, yaitu seorang individu menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari suatu bangsa yang membentuk suatu negara sehingga menimbulkan keinginan untuk bersatu-padu dan memiliki negara. Namun, pengertian tersebut haruslah dimaknai dengan tetap menghormati keberadaan bangsa lain, sebab ada kalangan tertentu yang menganggap rasa nasionalisme sebagai alasan untuk memusuhi bangsa dan negara lain sehingga menolak keberlangsungan globalisasi. Sikap ini dikenal dengan istilah chauvinisme.

      Menurut Ernest Renan: Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara.
      Menurut Otto Bauar: Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib.
      Menurut Hans Kohn, Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness. Dengan perkataan lain nasionalisme adalah bentuk dari kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri. Dan kesadaran nasional inilah yang membentuk nation dalam arti politik, yaitu negara nasional.
      Menurut L. Stoddard: Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa.
      Menurut Dr. Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics mengemukakan empat unsur nasionalisme, yaitu:
      1. Hasrat untuk mencapai kesatuan.
      2. Hasrat untuk mencapai kemerdekaan.
      3. Hasrat untuk mencapai keaslian.
      4. Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa.
      Sedangkan menurut Louis Sneyder. Nasionalisme adalah hasil dari perpaduan faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, dan intelektual.

      Hapus
    2. Sementara patriotisme diartikan sebagai suatu sikap mencintai tanah air, yaitu seorang individu mengetahui tempat asalnya yang membuat individu tersebut merasa memiliki ikatan atau kaitan dengan segala sesuatu yang berasal dari lingkungan tempat asal atau tempat kelahirannya, seperti merasa terkait dengan norma, nilai budaya, suku, bahasa, kebiasaan, dan lain sebagainya. Sikap patriotisme ini menyebabkan seseorang rela berkorban demi kepentingan bangsanya, sehingga patriotisme dimaknai sebagai rasa cinta tanah air yang mendorong seseorang rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negaranya.

      Patriotisme adalah jiwa seseorang yang mencintai atau membela tanah seorang pejuang sejati, dan suatu kerelaan untuk mengorbankan segala jiwa dan hartanya untuk kemajuan dan kejayaan bangsanya.

      Dewasa ini semangat rasa nasionalisme pada generasi muda cenderung memudar. Memang ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut baik faktor eksternal maupun faktor internal. Contoh faktor eksternal yang menyebabkan lunturnya rasa nasionalisme adalah pesatnya arus globalisasi yang merasuki segala aspek kehidupan manusia dan kuatnya pengaruh paham-paham liberalisme dari negara-negara barat diberbagai sektor terutama sektor ekonomi dan pendidikan. Sedangkan contoh faktor internal yang mempengaruhi lunturnya rasa nasionalisme adalah anggapan bahwa rasa nasionalisme tidak penting akibat melihat kondisi negara yang memprihatinkan, tertinggalnya bangsa dan negara Indonesia dari negara lain menyebabkan banyak warganya yang kecewa dan tidak bangga lagi menjadi seorang warga negara Indonesia, dan yang terutama faktor sikap keluarga dan lingkungan sekitar yang tidak mencerminkan atau mengabaikan rasa nasionalisme dan patriotisme.
      Faktor sikap keluarga dan orang tua ini berkaitan dengan memudarnya rasa nasionalisme anak. Bahkan, ada pula orang tua yang tanpa sadar mendidik anak mereka untuk meninggalkan rasa nasionalisme, misalnya orang tua yang memenuhi semua kebutuhan anaknya baik pakaian, makanan, mainan, dan alat tulis impor, orang tua yang hanya mengajak anaknya berlibur ke luar negeri, dan selalu memutar lagu-lagu berbahasa asing dan tidak pernah memperkenalkan lagu-lagu nasional pada anaknya. Alhasil rasa nasionalisme anaknya pasti tidak tertanam dengan baik.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    5. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    6. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    7. Sudah disinggung sebelumnya bahwa setiap orang tua memiliki pola asuh yang berbeda-beda dalam menjalankan peran mereka untuk mendidik, membesarkan, dan memelihara anak mereka. Secara umum, ada empat pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anaknya, yaitu pola asuh otoritative (otoriter), pola asuh permisive (pemanjaan), pola asuh indulgent (penelantaran), dan pola asuh autoritatif (demokratis).
      Pola asuh otoritative menyebabkan si anak menjadi pribadi yang penakut, ragu-ragu, bimbang, dan tidak dapat mengambil keputusan yang menyangkut dirinya. Sehingga anak melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan-aturan yang telah dibuat oleh orang tuanya atas dasar rasa takut dipukul, takut dibentak, dan takut dimarahi. Terkadang ada pula anak yang terkekang sehingga menimbulkan perilaku-perilaku yang memberontak sebagai perlawanan.

      POLA ASUH OTORITATIVE (OTORITER)
      Cenderung tidak memikirkan apa yang terjadi di kemudian hari ,fokus lebih pada masa kini. Untuk kemudahan orang tua dalam pengasuhan. Menilai dan menuntut anak untuk mematuhi standar mutlak yang ditentukan sepihak oleh orang tua. Efek pola asuh otoriter terhadap perilaku belajar anak : anak menjadi tidak percaya diri, kurang spontan ragu-ragu dan pasif, serta memiliki masalah konsentrasi dalam belajar. Ia menjalankan tugas-tugasnya lebih disebabkan oleh takut hukuman. Di sekolah memiliki kecenderungan berperilaku antisosial, agresif, impulsive dan perilaku mal adatif lainnya. Anak perempuan cenderung menjadi dependen

      Sikap keragu-raguan yang ditimbulkan sebagai akibat pola asuh otoriter justru memudahkan si anak mudah terpengaruh oleh arus globalisasi karena segala sesuatunya dipilih dan diatur oleh orang tuanya. Akibatnya ketika si anak lepas dari orang tuanya ia akan terbawa arus globalisasi mulai ikut-ikutan teman yang bergaya kebarat-baratan, informasi global yang diterima membuat si anak bingung dan terus menerima dampak globalisasi tanpa menyaringnya. Dengan kata lain, pola asuh otoriter tidak baik untuk menumbuhkan rasa nasionalisme anak.

      Hapus
    8. Pola asuh impresive (pemanjaan) membuat seorang anak menjadi manja akibat kasih sayang orang tuanya yang berlebih-lebihan, sehingga si anak sangat tergantung terhadap sikap orang tuanya. Orang tua selalu memberikan apa yang diminta oleh anaknya.

      POLA ASUH PERMISIVE (PEMANJAAN)
      Segala sesuatu terpusat pada kepentingan anak, dan orang tua/pengasuh tidak berani menegur, takut anak menangis dan khawatir anak kecewa.
      Efek pola asuh permisif terhadap perilaku belajar anak :
      Anak memang menjadi tampak responsif dalam belajar, namun tampak kurang matang (manja), impulsive dan mementingkan diri sendiri, kurang percaya diri (cengeng) dan mudah menyerah dalam menghadapi hambatan atau kesulitan dalam tugas-tugasnya.
      Tidak jarang perilakunya disekolah menjadi agresif.

      Anak meminta mainan impor yang mengandung budaya yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa misalnya video game yang mengandung unsur kekerasan, tetapi orang tua tetap memberikannya karena takut anak menangis. Contoh lainnya anak menonton tayangan-tayangan yang mengandung kata-kata yang tidak senonoh, tapi orang tua mengijinkan. Orang tua menuruti keinginan anak untuk selalu berlibur ke luar negeri tanpa memperkenalkan daerahnya sendiri. Akibatnya si anak selalu memperoleh hal-hal yang menurutnya menyenangkan dari orang tuanya. Pola asuh demikian akan melunturkan rasa nasionalisme anak.
      Pola asuh indulgent (pelnelantaran) membuat seorang anak menjadi merasa terabaikan akibat kekurangan kasih sayang. Pola ini biasa diterapkan oleh orang tua yang sibuk bekerja. Sehingga anak tidak mempunyai wadah untuk mengutarakan apa yang ia rasakan dan apa yang ia inginkan. Biasanya anak akan mudah merasa tertekan dan frustasi.

      POLA ASUH INDULGENT (PENELANTARAN)
      Menelantarkan secara psikis. Kurang memperhatikan perkembangan psikis anak. Anak dibiarkan berkembang sendiri. Orang tua lebih memprioritaskan kepentingannya sendiri karena kesibukan. Efek pola asuh indulgent terhadap perilaku belajar anak : Anak dengan pola asuh ini paling potensial telibat dalam kenakalan remaja seperti penggunaan narkoba, merokok diusia dini dan tindak kriminal lainnya. Impulsive dan agresif serta kurang mampu berkonsentrasi pada suatu aktivitas atau kegiatan. Anak memiliki daya tahan terhadap frustrasi rendah.

      Hapus
    9. Sikap mudah terbawa arus dan tidak mempunyai batasan-batasan sebagai akibat dari pola asuh yang demikian menyebabkan anak sulit mengenali apa yang baik dan apa yang buruk dari sekian banyak informasi global yang ia peroleh. Anak hasil pola asuh ini akan melampiaskan rasa tertekannya tersebut melalui gaya hidup bebas, mulai menggunakan narkoba, free sex, tawuran, dan berbagai tindakan yang melenceng dari kebribadian bangsa. Pola asuh seperti ini tidak hanya melunturkan rasa nasionalisme anak, tetapi juga membawa kehancuran bagi masa depannya.
      Pola asuh autoritatif (demokratis) membuat anak tetap mengikuti globalisasi namun memiliki batasan-batasan yang dapat mengendalikan si anak, sehingga anak memiliki wawasan yang luas derta kreatif, tetapi juga mampu membedakan mana yang baik dan perlu diikuti dan mana yang tidak perlu diikuti.

      POLA ASUH AUTORITATIF (DEMOKRATIS)
      Menerima anak sepenuh hati, memiliki wawasan kehidupan masa depan yang dipengaruhi oleh tinakan-tidakan masa kini. Memprioritaskan kepentingan anak, tapi tidak ragu-ragu mengendalikan anak. Membimbing anak kearah kemandirian, menghargai anak yang memiliki emosi dan pikirannya sendiri Efek pola asuh autoritatif terhadap perilaku belajar anak: Anak lebih mandiri, tegas terhadap diri sendiri dan memiliki kemampuan introspeksi serta pengendalian diri. Mudah bekerjasama dengan orang lain dan kooperatif terhadapo aturan. Lebih percaya diri akan kemampannya menyelesaikan tugas-tugas. Mantap, merasa aman dan menyukai serta semangat dalam tugas-tugas belajar. Memiliki keterampilan sosial yang baik dan trampil menyelesaikan permasalahan. Tampak lebih kreatif dan memiliki motivasi berprestasi.

      Contoh pola asuh demokratis adalah ketika anak menonton tayangan-tayangan yang berasal dari luar negeri, orang tua ikut memperthatikan apa saja yang termasuk dalam tayangan tesebut dan melarang si anak menonton tayangan yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa misalnya tayangan smack down. Atau contoh lainnya adalah orang tua mendidik anaknya untuk mencintai produk dalam negeri, ketika anak selalu ingin makan fast food orang tua mengajak makan makanan tradisional. Dengan demikian anak tidak terbawa arus globalisasi karena telah ditanamkan nilai-nilai kebudayaan dan kepribadian bangsa. Pola asuh ini akan menumbuhkan rasa nasionalisme anak sejak dini.

      Hapus
    10. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    11. ****
      Berdasarkan pemaparan di atas, dapat di simpulkan bahwa disamping lingkungan seorang anak, keluarga terutama orang tua adalah faktor yang terpenting untuk mempengaruhi sikap termasuk sikap rasa nasionalisme dan patriotisme melalui pola asuh mereka. Hal ini dikarenakan peran orang tua sebagai media sosialisasi primer anak. Akan tetapi banyak orang tua yang menyerahkan sepenuhnya peranan mereka pada pihak lain seperti pengasuh, sekolah, bahkan mengabaikannya. Padahal gencarnya gempuran globalisasi dapat membawa dampak negatif termasuk lunturnya rasa nasionalisme anak.
      Pola asuh adalah cara didikan atau perilaku yang diterapkan oleh orang tua kepada anaknya secara konsisten sepanjang hidup sang anak. Pengertian dari rasa nasionalisme adalah rasa kebangsaan atau rasa kesatuan sebagai bagian dari suatu bangsa dan negara, sedangkan pengertian dari patriotisme adalah rasa cinta tanha air yang membuat seseorang rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negaranya.
      Ada empat pola asuh yang biasa diterapkan oleh orang tua terhadap anaknya, yang pertama adalah pola otoriter, yaitu orang tua mendidik anaknya dengan peraturan-peraturan yang keras sehingga anak menjadi penakut dan mudah terbawa arus globalisasi yang dapat melunturkan rasa nasionalisme anak. Yang kedua adalah pola asuh permisive (pemanjaan) yaitu orang tua selalu menuruti keinginan anaknya yang membuat anak menjadi manja dan selalu mengikuti arus globalisasi yang dapat menghilangkan rasa nasionalisme anak. Yang ketiga adalah pola asuh indulgent (penelantaran) yaitu orang tua mengabaikan perkembangan psikis anaknya sehingga membuat anak terjerumus pada arus globalisasi terutama gaya hidup bebas yang membawanya pada kenakalan remaja. Terakhir, pola asuh autoritatif, yaitu orang tua memberikan kebebasan pada anak namun disertai dengan batasan-batasan yang mengendalikan si anak, sehingga membuat anak dapat mengikuti globalisasi namun tetap mempertahankan rasa nasionalisme.
      Saran yang dapat diberikan kepada para orang tua adalah menyadari pentingnya peranan mereka sebagai media sosialisasi primer bagi si anak. Kemudian, sebaiknya orang tua memilih pola asuh yang efektif dalam mengasuh putera-puteri mereka, yaitu pola asuh autoritatif. Orang tua juga sebaiknya memberikan contoh yang baik serta menanamkan rasa nasiomalisme kepada anaknya sejak dini. Hal ini dimaksudkan agar anak sebagai generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang moralis dan nasionalis.

      Hapus
    12. Daftar Pustaka

      “BAB II BIMBINGAN ORANG TUA DALAM PENERAPAN POLA ASUH UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN SOSIAL ANAK" dalam http://www.damandiri.or.id/file/muazarhabi biupibab2.pdf diakses 24 Maret 2012 pukul21.49 WIB.

      “Ciri-Ciri Patriotisme” dalam http://webcache.googleusercontent.com/search? q=cache:E6rp2neuVl8J:www.scribd.com/doc/55152479/ciri-ciri-patriotisme+pengertian+patriotisme& hl=id&gl=id&strip=1 diakses 25 Maret 2012 pukul 09.38 WIB.

      “ Contoh Makalah Nasionalisme” dalam http://webcache.googleusercontent.com/search? q=cache:o2BT-m0FSp4J:sikoapoadolah.wordpress.com/2011/11/09/contoh-makalah-nasionalisme/+pengertian+rasa+nasionalisme &cd=2&hl=id&ct=c lnk&gl=id diakses 25 Maret 2012 pukul 09.03 WIB.

      “PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK” dalam http://webcache.googleusercontent.com /sarch?q=cache:WdfRQ20u3EsJ:www.slideshare.net/rismawijayanti/ pengaruh-pola-asuh-orang-tua-terhadap- pembentukan-kepribadian-anak diakses 23 Maret 2012 pukul 21.00 WIB.

      “PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK” dalam http://webcache. googleusercontent.com/search?q=cache:Xx7eecy4BtQJ:www.denpasarkota.go.id/main.php%3Fact%3Di_opi%26xid%3D135+peran+orang+tua+sikap+anak&hl=id&gl=id&strip=1] diakses 24 Maret 2012 pukul 19.36 WIB.

      “POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENGARAHKAN PERILAKU ANAK” dalam http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:vi7rc0l8GEgJ:e-smartschool.co.id/index.php%3Foption%3Dcom_content% 26task%3Dview%26id%3D363%26Itemid%3D54+peran+orang+tua+sikap+anak&cd=8&hl=id&ct=clnk&gl=id diakses 24 Maret 2012 pukul 19.01 WIB.

      Hapus
  30. Pengaruh Facebook terhadap Perkembangan Pendidikan Generasi Muda di Indonesia

    Nama: Natasha Monica Johandinata
    Kelas: XII IPA 4
    Nomor: 23

    Di era globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, penyebaran informasi serta akses telekomunikasi dan transportasi semakin cepat dan mudah. Saat ini, kehidupan dari sebagian besar orang, bahkan seluruh orang, tidak lepas dari perkembangan jaman. Seperti contohnya perkembangan jaman pada bidang teknologi yang semakin maju. Dulunya, orang sulit melakukan komunikasi jarak jauh. Contohnya saja dengan penggunaan surat. Namun dengan kemajuan teknologi, sekarang masyarakat luas dapat berkomunikasi dengan mudah. Dari penggunaan HP hingga instan messenger seperti Facebook.

    Mark Zuckberg adalah orang yang menemukan Facebook untuk mempermudah komunikasi jarak jauh. Munculnya Facebook di dunia berkembang dengan pesat. Sebagian besar masyarakat memiliki account Facebook. Facebook tidak hanya digunakan oleh remaja. Orang dewasa pun menggunakan facebook untuk mempermudah komunikasi jarak jauh. Hal ini terjadi karena facebook dapat digunakan untuk kepentingan pribadi, kepentingan sosial, kepentingan bisnis, bahkan kepentingan pendidikan.

    Situs pertemanan ini telah menembus 500 juta pengguna hingga bulan Juli 2010. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Facebook merupakan situs yang laku keras saat ini. Penggunaan account Facebook yang paling banyak yaitu pada Amerika Serikat, Inggris, Italia, Perancis, dan juga Indonesia.

    Di Indonesia, Facebook sendiri telah tersebar sejak November 2006. Layanan jejaring sosial ini tersebar dan langsung digemari oleh anak-anak muda bahkan orang dewasa. Seperti yang telah diketahui, pengguna Facebook sangatlah banyak di kalangan remaja, hampir setiap hari ribuan account Facebook melakukan aktifitas di dalam jejaring sosial ini. Akan tetapi, perkembangan Facebook tersebut mungkin dapat berpengaruh dengan dunia pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas pengaruh facebook terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia.
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahira (http://www.anneahira.com/penggunaan-facebook.htm, diunduh tanggal 24 Maret 2012) mengatakan,“Facebook adalah salah satu jenis jejaring sosial di dunia maya yang sudah marak beberapa tahun belakangan ini. Dengan segala kelebihan fiturnya, ia mampu menggeser jejaring sosial lain yang juga sempat populer di dunia maya, contohnya Friendster”.

      Facebook merupakan jejaring sosial yang paling digemari oleh masyarakat luas. Setiap harinya perkembangan dan pertambahan masyarakat yang menggunakan account Facebook berkembang dengan pesat. Hal ini dikarenakan Facebook yang menyediakan aplikasi-aplikasi yang mampu menghipnotis para penggunanya. Biasanya, Facebook digunakan untuk mencari identitas orang lain, dan juga bisa digunakan untuk melakukan kegiatan sosial misalnya dengan mengumpulkan suara atau dukungan atas aksi sosial tertentu. Hal seperti inilah yang menjadi alasan mengapa masyarakat luas menyukai jejaring Facebook ini.

      Beberapa orang memiliki berbagai alasan mengapa menggunakan jejaring sosial Facebook. Alasan yang paling sering diutarakan masyarakat adalah untuk bertemu sahabat dan keluarga yang tiggal jarak jauh. Ada pula yang beralasan untuk mempromosikan organisasi, sekolah, kampus, geng, komunitas bahkan bisnis yang sedang digeluti. Selain dari alasan-alasan tersebut, beberapa orang beralasan penggunaan Facebook untuk main game yang ditawarkan dari faceboook. (Vivieck, http://vivieckblog.blogspot.com, diunduh tanggal 24 Maret 2012).

      Hapus
    2. Dengan berbagai alasan yang sering diutarakan oleh pengguna account Facebook, jejaring sosial ini memang memiliki berbagai manfaat yang mendorong dan membantu para pengguna dalam menjalankan pekerjaan, mencari teman dan sebagainya. Facebook dalam dunia pendidikan dapat dimanfaatkan. Seperti misalnya, sebagai tempat informasi hasil karya penelitian seperti Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Facebook juga dapat digunakan untuk membentuk komunitas pendidikan, seperti komunitas multimedia. Selain itu juga, dapat dimanfaatkan untuk member informasi penting untuk siswa seperti tes CPNS untuk alumni, sebagai wahana untuk memberikan pesan positif untuk siswa, Facebook juga sebagai tempat memberikan tugas guru kepada muridnya. Selain itu, adapula yang menggunakan Facebook sebagai tempat memberikan informasi berupa kisi-kisi soal, juga sebagai tempat pengumuman nilai hasil ulangan. (Sirodjuddin, http://goresanardan.wordpress.com, diunduh tanggal 24 Maret 2012).

      Bila dipikirkan, dari manfaat-manfaat yang ada dalam account Facebook ini, terdapat juga sisi-sisi negatif yang akan berdampak bagi masyarakat, terutama bagi siswa-siswi yang sangat menggemari jejaring sosial ini. Akhir-akhir ini, banyak dijumpai pemberitaan tentang penyalahgunaan situs jejaring sosial. Tidak hanya kehidupan umum saja yang terkena dampak dari situs jejaring sosial, namun pengaruhnya mulai dirasakan dalam dunia pendidikan. Dampak terburuk dalam dunia pendidikan yang mungkin dihasilkan dari situs jejaring sosial adalah mulai menurunnya motivasi dan prestasi belajar siswa.

      Situs jejaring sosial Facebook tidak hanya berdampak positif bagi penggunanya. Namun, ada beberapa dampak negatif yang ditimbulkan terutama bagi generasi muda penerus bangsa Indonesia ini. Facebook mengurangi waktu para siswa-siswi untuk belajar. Hal ini sudah jelas, karena dengan mengakses internet dan membuka situs jejaring sosial, siswa akan lupa waktu, sehingga yang dikerjakannya hanya mengakses Facebook. Selain itu, akses internet untuk membuka jejaring sosial jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan siswa. Tidak jarang siswa menggunakan uang SPP untuk pergi ke warnet sekedar untuk membuka situs jejaring sosial saja. Ini dapat dikategorikan sebagai pemborosan. (Ridhotha, http://ridhotha.wordpress.com/2010/02/23/dampak-negatif-situs-jejaring-sosial-terhadap-motivasi-dan-prestasi-belajar-siswa/, diunduh tanggal 24 Maret 2012).

      Ahira (http://www.anneahira.com/penggunaan-facebook.htm, diunduh tanggal 24 Maret 2012) mengatakan, “Walaupun sangat baik untuk perkembangan sosialisasi, namun orang yang kecanduan Facebook bias menjadi seorang penyendiri yang akan tidak peduli dengan orang-orang sekitar. …Penggunaan Facebook yang terus menerus bias membuat seseorang lupa waktu. Bagi pelajar, prestasinya bias menurun”.
      ****

      Hapus
    3. Seiring dengan perkembangan globalisasi, munculnya situs jejaring sosial seperti Facebook mempengaruhi kehidupan masyarakat. Jejaring sosial ini memberikan manfaat bagi masyarakat baik dalam bidang komunikasi, sosial, maupun pendidikan. Dalam dunia pendidikan, Facebook dapat bermanfaat seperti untuk tempat informasi hasil karya penelitian, membentuk komunitas pendidikan, seperti komunitas multimedia. Selain itu juga, dapat dimanfaatkan sebagai tempat memberikan tugas guru kepada muridnya, sebagai tempat memberikan informasi berupa kisi-kisi soal, juga sebagai tempat pengumuman nilai hasil ulangan. Namun, dibalik sisi positif Facebook, terdapat pula kekurangan dan kerugian dari penggunaan situs Facebook dalam bidang pendidikan. Hal ini akan mempengaruhi pendidikan generasi muda Indonesia. Dampak negative yang ditimbulkan Facebook bagi para pelajar seperti pemborosan uang dan juga kurangnya waktu belajar karena digunakan untuk membuka situs Facebook.

      Dari dampak negative yang telah ditimbulkan dari accout Facebook,penulis memiliki beberapa saran yang dapat membantu para pengguna Facebook, terutama para generasi muda Indonesia. Pelajar dapat mengatur waktu, kapan waktu untuk membuka Facebook, dan kapan pelajar melaksanakan tugasnya untuk mengerjakan PR dan belajar. Sebagai sswa-siswi, generasi muda Indonesia harusnya bisa menentukan prioritas, manakah yang lebih penting antara belajar meningkatkan prestasi atau membuka jejaring social seperti Facebook. Agar terhindar dari penyalahgunaan Facebook, seharusnya pengguna account ini, terutama para pelajar, mengetahui fungsi facebook terlebih dahulu. Selain itu, para generasi muda disarankan untuk membatasi membuka Facebook. Dengan membatasi membuka Facebook, tidak akan terjadi pemborosan secara berlebihan.

      Hapus
    4. Daftar Pustaka

      Ahira, Anne. 2008. “Pengaruh Penggunaan Facebook dalam Kehidupan”. http://www.anneahira.com/penggunaan-facebook.htm, diunduh pada tanggal 24 Maret 2012, pukul 01.15.

      Ridhotha. 2010. “Dampak Negatif Situs jejaring Sosial terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa”. http://ridhotha.wordpress.com/2010/02/23/dampak-negatif-situs-jejaring-sosial-terhadap-motivasi-dan-prestasi-belajar-siswa/, diunduh pada tanggal 24 Maret 2012, pukul 13.14.

      Sirodjuddin, Ardan. 2010. “Manfaat Facebook untuk Pendidikan”. http://goresanardan.wordpress.com/2010/11/28/manfaat-facebook-untuk-pendidikan/, diunduh pada tanggal 24 Maret 2012, pukul 01.48.

      Vivieck. 2009. “Beberapa Alasan Mengapa Orang Menggunakan Facebook”, http://vivieckblog.blogspot.com/2010/07/beberapa-alasan-mengapa-orang.html, diunduh pada tanggal 24 Maret 2012, pukul 11.38.

      Hapus
  31. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  32. Nama : Agustin
    Kelas: XII IPA 4
    Nomor: 01

    Pengaruh Agroindustri Buah Kelapa dalam Menanggulangi
    Pengangguran di Indonesia

    Penulis memilih topik mengenai pengaruh agroindustri buah kelapa dalam menanggulangi pengangguran di Indonesia karena banyak masyarakat Indonesia yang berpendidikan tinggi, namun tidak memiliki kesempatan untuk bekerja. Lapangan pekerjaan di Indonesia pun masih sedikit, sehingga meningkatkan jumlah pengangguran. Selain itu, tanah-tanah subur yang mampu dikembangkan masih luas dan bisa ditanami dengan tanaman-tanaman yang bermanfaat bagi masyarakat. Tanaman kelapa adalah salah satu komoditi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia. Contohnya buah kelapa muda bisa digunakan untuk minuman penambah energi, buah kelapa yang agak tua bisa digunakan untuk santan, dan juga bisa digunakan untuk berbagai kerajinan yang dapat di ekspor ke luar negeri. Hal ini dapat menjadi peluang usaha bagi orang-orang yang belum mendapat kesempatan untuk bekerja dan mereka juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar tempat usaha mereka. Sehingga mereka bisa mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

    Adapun salah seorang pengusaha buah kelapa yang mengolah kelapa menjadi sabut kelapa adalah Asli Malin. Produsen sabut kelapa di Pariaman, Sumatera Barat ini memproduksi 1,2 ton serat hasil olahan 18.000 sabut per hari. Jangankan memenuhi kebutuhan importir di Korea Selatan mencapai 10.000 ton per tahun, order di Jakarta saja belum ia layani sepenuhnya. Setiap pekan, eksportir di Jakarta memborong serat Rp 1.800,00 per kg. Pengusaha ini memetik keuntungan Rp 300,00 per kg. Dengan produksi 8,4 ton per minggu, laba bersihnya Rp 2.500.000,00 per minggu. Malin juga memproduksi 90 ton cocopit atau serbuk kelapa yang memberikan laba bersih Rp 27.000.000,00 per bulan.

    Dari fakta tersebut penulis membuat sebuah karya tulis ilmiah mengenai pengaruh agroindustri buah kelapa dalam menggulangi pengangguran di Indonesia. Topik ini dibahas untuk manambah wawasan, pengetahuan dan sebagai media informasi bagi masyarakat yang belum memiliki kesempatan untuk bekerja. Selain itu, karya tulis ilmiah ini juga dapat memberikan motivasi bagi masyarakat agar dapat mengolah dan mengembangkan buah kelapa menjadi suatu lapangan pekerjaan bagi orang lain. Berdasarkan latar belakang penulisan karya tulis ilmiah ini, maka rumusan masalahnya adalah bagaimana pengaruh agroindustri buah kelapa dalam menanggulangi pengangguran di Indonesia?
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. Agroindustri pertama kali diungkapkan oleh Austin (1981), yaitu perusahaan yang memproses bahan nabati (yang berasal dari tanaman) atau hewani (yang dihasilkan oleh hewan). Agroindustri adalah kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang, dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut. Kamus Besar Bahasa Indonesia (http://kamusbahasaindonesia.org/agroindustri, diakses pada tanggal 19 Maret 2012, pukul 11.53 WIB) mengatakan, “Agroindustri merupakan industri di bidang pertanian”. Dalam http://tinagers.wordpress.com/2011/10/02/hasil-rumusan-simposium-nasional-agroindustri-iv/ (diakses pada tanggal 19 Maret 2012, pukul 12.02 WIB) mengatakan, ” Agroindustri adalah mengolah hasil pertanian untuk mendapatkan nilai tambah”. Dalam http://conandole.wordpress.com/2007/07/17/agroindustri-masa-depan-kita-semua/ (diakses pada tanggal 19 Maret 2012, pukul 12.15 WIB) mengatakan, “Agroindustri merupakan industri yang mengolah bahan baku hasil pertanian menjadi barang yang mempunyai nilai tambah yang dapat di konsumsi oleh masyarakat”.

      Karena kemajuan agroindustri saat ini, banyak para ahli yang memberikan pendapat mereka tentang pengertian agroindustri. Manalili (1996) dan Sajise (1996) dalam http://mrjoxfadh.blogspot.com/2011/01/pentingnya-agroindustri-dalam.html (diakses pada tanggal 23 Maret 2012, pukul 13.16 WIB) mengatakan, “Agroindustri adalah fase pertumbuhan setelah pembangunan pertanian, tetapi sebelum pembangunan tersebut memulai ke tahapan pembangunan industri”. Soeharjo (1991) dalam http://mrjoxfadh.blogspot.com/2011/01/pentingnya-agroindustri-dalam.html (diakses pada tanggal 23 Maret 2012, pukul 13.18 WIB) mengatakan, “agroindustri adalah pengolahan hasil pertanian”.

      Dari pendapat para ahli dan Kamus Besar Bahasa Indonesia mengenai pengertian agroindustri, penulis mengartikan agroindustri sebagai industri di bidang pertanian yang mengolah hasil pertanian agar dapat meningkatkan kualitas dan nilai jual barang. Agroindustri tidak memerlukan barang yang langkah dan mahal melainkan menggunakan bahan yang mudah dicari dan murah agar produsen bisa memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

      Kelapa merupakan tanaman yang sangat sering ditemui di negara-negara tropis termasuk di Indonesia. Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Kelapa (diakses pada tanggal 23 Maret 2012, pukul 08.21 WIB) mengatakan, “Kelapa (Cocos nucifera) adalah satu jenis tumbuhan dari suku aren-arenan atau Arecaceae dan adalah anggota tunggal dalam marga Cocos”. Kamus Besar Bahasa Indonesia (http://kamusbahasaindonesia.org/agroindustri, diakses pada tanggal 23 Maret 2012, pukul 08.43 WIB) mengatakan, “Kelapa adalah tumbuhan palem yang berbatang tinggi, buahnya tertutup sabut dan tempurung yang keras, di dalamnya terdapat daging yang mengandung santan dan air”.

      Di era modern ini, makin sedikit peluang kerja yang ada di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh jumlah pertumbuhan penduduk yang tidak sesuai dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Akibatnya, banyak pengangguran yang memiliki kualitas, namun tidak memiliki kesempatan untuk bekerja. Hal inilah yang menuntut masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan agar dapat mengembangkan kemampuan mereka dan untuk menanggulangi pengangguran di Indonesia. Namun, banyak calon pengusaha yang takut untuk memulai usaha sendiri karena mereka menganggap bahwa modal yang dibutuhkan sangat tinggi sehingga mereka hanya berusaha untuk mencari pekerjaan yang sudah ada, bukan menciptakan lapangan pekerjaan. Contoh agroindustri buah kelapa adalah pembuatan sabut kelapa, minyak kelapa, gula kelapa, untuk membuat makanan dan minuman berbahan dasar kelapa atau santan kelapa, dan tempurung buah kelapa dapat dikreasikan menjadi barang-barang yang berguna, misalnya aksesoris, pajangan, dan untuk asbak rokok.

      Hapus
    3. Agroindustri buah kelapa sebenarnya sudah berkembang sejak dahulu. Namun, calon pengusaha tidak berminat untuk mengembangkan usaha ini karena mereka menganggap bahwa agroindustri buah kelapa ini sulit dan memiliki keuntungan yang sangat sedikit. Tetapi, peranan agroindustri buah kelapa ini dapat menanggulangi pengangguran di Indonesia. Calon pengusaha dapat mengolah dan mengembangkan agroindustri ini dengan membuat berbagai macam produk yang berbahan dasar buah kelapa. Dengan begitu mereka dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi pengangguran-pengangguran, sehingga agroindustri buah kelapa ini bisa menjadi solusi untuk menanggulangi jumlah pengangguran di Indonesia dan mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.
      ****

      Pengolahan dan mengembangan agroindustri buah kelapa ini memiliki pengaruh yang besar dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat dan dapat menanggulangi pengangguran di Indonesia. Tak hanya itu, agroindustri buah kelapa ini juga dapat membuat masyarakat Indonesia semakin kreatif untuk mengolah buah kelapa menjadi barang yang lebih berkualitas dan meningkatkan nilai jual buah kelapa. Untuk mengembangkan agroindustri buah kelapa ini masyarakat tidak memerlukan modal yang besar dan cara yang sulit, misalnya untuk mendapatkan bahan bakunya masyarakat dapat dengan mudah mendapatkannya karena di Indonesia buah kelapa dapat tumbuh dengan subur, bahkan kita dapat melihat tanaman kelapa di semua jalan di Indonesia. Pada dasarnya untuk mengembangkan agroindustri ini masyarakat hanya memelukan kreatifitas, keterampilan, dan kemauan untuk berusaha mengolah dan menginovasikan buah kelapa menjadi produk yang berkualitas dan memiliki nilai jual. Jika masyarakat mau mengembangkan hidup mereka, maka mereka dapat menanggulangi jumlah pengangguran di Indonesia.

      Peran masyarakat dalam agroindustri buah kelapa ini sangat diperlukan. Masyarakat harus mau melestarikan lingkungannya agar tanaman kelapa ini dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah yang berkualitas. Masyarakat juga harus mau bekerja sama dengan pemerintah untuk menanggulangi pengangguran di Indonesia dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi para pengangguran.

      Hapus
    4. Daftar Pustaka

      “Definisi Agroindustri” dalam http://kamusbahasaindonesia.org/agroindustri. Diakses pada tanggal 19 Maret 2012, pukul 11.53 WIB.

      “Hasil Rumusan Simposium Nasional Agroindustri” dalam http://tinagers.wordpress.com/2011/10/02/hasil-rumusan-simposium-nasional-agroindustri-iv/. Diakses pada tanggal 19 Maret 2012, pukul 12.02 WIB.

      “Agroindustri Masa Depan Kita” dalam http://conandole.wordpress.com/2007/07/17/agroindustri-masa-depan-kita-semua/. Diakses pada tanggal 19 Maret 2012, pukul 12.15 WIB.

      “Pentingnya Agroindustri dalam Perekonomian Nasional” dalam http://mrjoxfadh.blogspot.com/2011/01/pentingnya-agroindustri-dalam.html. Diakses pada tanggal 23 Maret 2012, pukul 13.16 WIB.

      “Kelapa” dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Kelapa. Diakses pada tanggal 23 Maret 2012, pukul 08.21 WIB.

      Hapus
  33. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  34. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  36. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  37. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  38. Nama :Vincent
    Kelas:XII IPA 4
    Nomor:36

    Pengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua terhadap Pembentukan Karakter Anak

    Pendidikan dimulai pertama kalinya dalam keluarga. Keluarga berati sangat mempengaruhi pembentukkan karakter anak pertama kalinya. Pada saat anak di lahirkan, pastilah keluarga memegang peranan yang sangat besar dalam karakter anak. Karakter anak tersebut baik atau buruk yang menentukkan hanyalah keluarga. Kedua orang tua memang memiliki banyak kesibukan setiap harinya, tetapi peran orang tua dalam pembentukan karakter anak sangat mempengaruhi. Orang tua harus bisa membagi kesibukannya untuk anak-anak. Setiap orang tua yang ada di dunia pasti memiliki pendidikan yang berbeda-beda. Pendidikan yang dimiliki oleh orang tua sangatlah memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan karakter anak itu sendiri. Karaker orang tua yang berpendidikan tinggi sangat berbeda dengan orang tua yang memiliki berpendidikan rendah.
    Orang tua yang memiliki kesibukan yang sangat tinggi pastilah menyewa pembantu untuk mengasuh anak. Tetapi, pembantu hanyalah orang yang menerima gaji. Pembantu tidak mempedulikan anak tersebut. Anak yang diasuh oleh pembantu pastilah anak tersebut memiliki karakter yang kurang baik karena pembantu tidak mempedulikan pembentukan karakter anak tersebut. Pembantu juga merasa tidak ada gunanya bila mendidik anak itu secara benar karena pembantu tidak akan mendapatkan gaji tambahan untuk hal tersebut.
    Orang tua harus pandai-pandai membagi waktunya untuk anak. Anak yang masih kecil tidak mengerti yang dilakukannya. Anak hanya mengikuti yang di ajarkan oleh orang yang ada di rumah. Orang tua yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi memang memiliki sumber daya yang cenderung lebih besar, baik pendapatan, waktu, tenaga, dan jaringan kontak, yang memungkinkan mereka untuk terlibat lebih jauh dalam pembentukan karakter anak. Akan tetapi, sebaliknya ada juga orang tua yang tingkat pendidikannya
    rendah tetapi punya kesadaran yang tinggi, bahwa dengan memberikan motivasi
    dan menyediai semua kebutuhan belajar anak akan menunjang keberhasilan
    dalam belajarnya.
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang tua sangat berpengaruh dalam besar dalam pembentukan karakter anak karena orang tua memiliki tanggung jawab yang berpengaruh sekali terhadap karakter anak. Tanggung jawab orang tua antara lain:
      1) Mengasuh dan memberikan kasih sayang kepada anak.
      2) Menjaga dan melindungi anak dari bahaya manapun.
      3) Mendidik dan memberikan berbagai pengetahuan yang berguna untuk anak.
      4) Membahagiakan anak selamanya.
      5) Mengarahkan anak menuju kedewasaan.
      Kesadaran orang tua dalam mendidik anak harus diimbangi dengan perubahan zaman yang terjadi sekarang ini. Orang tua juga harus memiliki bekal untuk anak-anaknya dalam menghadapi persaingan zaman. Dengan demikian, anak akan dapat mempunyai bekal untuk menghadapi lingkungkan yang selalu berubah.
      Scribd.com (http://www.scribd.com/doc/50577384/17/Tingkat-Pendidikan-Formal-Orang-Tua, di diakses 23 Maret 2012, pukul 17.15 WIB) mengemukakan,

      Pendidikan merupakan proses yang berlangsung terus selama manusia hidup dantumbuh. Berlangsungnya pendidikan selalu melalui proses belajar. Karena itu,semakin banyak orang belajar, akan semakin bertambah pengetahuan, pengalamanserta pengertian tentang sesuatu. Belajar tanpa disadari mempengaruhi kepribadianorang tua, baik dalam sikap, berfikir maupun cara bertindak. Orang tua yangmempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda, masing-masing akanmempunyai pengaruh yang bebeda dalam cara membimbing belajar anaknya. Usahauntuk memperoleh pengetahuan salah satunya adalah memulai pendidikan formal,karena tingkat pendidikan formal yang dialami orang tua akan menentukan banyak tidaknya pengetahuan yang ia peroleh dan ia miliki, terutama pengetahuan yangdiperlukan untuk memberikan bimbingan kepada anak dalam belajar dirumah.

      Tingkat pendidikan yang dimiliki orang tua sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak. Orang tua juga tidak bisa disalahkan bila memiliki pendidikan yang rendah karena orang tua pasti mempunyai alasan memiliki pendidikan yang rendah.
      Tingkat pendidikan berpengaruh terhadap pengetahuan orang tua, keyakinan, nilai, dan tujuan tentang pengasuhan, sehingga berbagai perilaku orang tua tidak berkaitan langsung dengan pembentukan karakter anak-anak. Sebagai contoh, tingkat pendidikan yang lebih tinggi dapat meningkatkan kemampuan orang tua untuk terlibat dalam pembentukan karakter anak-anak mereka, dan juga memungkinkan orang tua untuk memperoleh kemampuan dalam bersosialisasi dan strategi pemecahan masalah yang timbul dikalangan anak-anak. Dengan demikian, siswa yang orang tuanya memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi mungkin memiliki hal untuk kesempurnaannya belajar, keyakinan akan kemampuan yang lebih positif, kemampuan kerja yang kuat, dan mereka mungkin menggunakan teknik belajar yang lebih efektif daripada anak-anak dengan orang tua yang memiliki tingkat pendidikan lebih rendah.

      Hapus
    2. Orangtua.org (http://www.orangtua.org/2011/05/16/pengaruh-tingkat-pendidikan-orang-tua-terhadap-prestasi-belajar-anak/, di diakses 23 Maret 2012, pukul 20.35 WIB) mengatakan,” orang tua mensosialisasikan anak-anak mereka, tetapi anak-anak juga mempengaruhi orang tua mereka. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kombinasi dari perilaku belajar dan kecerdasan melebihi kontribusi sumber tunggal dalam memprediksi prestasi skolastik anak-anak”. Orang tua memang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak, tetapi anak-anak juga harus menjalankan kecerdasan yang telah diberikan orang tua kepada kita dengan sebaik-baiknya. Orang tua yang memiliki pendidikan yang tinggi sangat membantu sekali dalam pembelajaran anak. Tingkat pendidikan yang dimiliki orang tua pastilah sangat mempengaruhi sekali pembentukan karakter anak.
      Kemampuan anak juga mempengaruhi dalam membentuk karakter mereka sendiri. Tanpa bantuan orang tua anak bisa membnetuk karakter mereka. Tetapi, karakter yang terbentuk tanpa ada bantuan orang tua dalam pembentukannya akan hancur. Karakter yang terbentuk pastilah karakter yang memiliki sifat buruk. Biarpun, lingkungannya terdapat banyak orang yang baik. Hal ini disebabkan orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan karakter seorang anak. Pembentukkan karakter anak tanpa campur tangan orang tua sudah dipastikan akan hancur.
      Shvoong.com (http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2156059-pengaruh-tingkat-pendidikan-orang-tua/, di diakses 23 Maret 2012, pukul 21.10 WIB) mengemukakan,

      Dengan demikian, perbedaan antara orang tua yang tingkat pendidikannya
      rendah dengan orang tua yang tingkat pendidikanya lebih tinggi (menengah) baik dalam hal membimbing anak dalam belajar, menyediakan fasilitas belajar maupun membantu anak dalam kesulitan belajar dapat mempengaruhi motivasi belajar anak, meskipun dalam hal ini tidak luput dari faktor lain. Orang tua yang mempunyai pendidikan yang tinggi yang dapat memberikan motivasi kepada anak-anaknya dalam masalah belajar, sehingga mereka diharapkan bisa menjadi anak yang rajin belajar baik di sekolah maupun di rumah. Setelah memahami betapa pentingnya peran orang tua dalam usaha pembinaan pribadi anak, diharapkan semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua, semakin luas dalam memberikan motivasi, bimbingan, perhatian dan pembinaannya. Tentunya hal ini bila dibandingkan dengan orang tua yang berpendidikan rendah.



      Perbedaan tingkat pendidikan orang tua sangat berpengaruh sekali dalam pembentukan karakter anak. Karakter anak terbentuk karena orang tua yang memberikan karakter itu kepada anak. Anak juga harus tahu harus kemana membawa diri. Pada saat nanti anak itu telah tumbuh menjadi anak yang dewasa, Orang tua mengharapkan anak tersebut memiliki karakter yang diinginkan oleh orang tuanya. Sebagai anak kita juga harus selalu mengingat jasa-jasa orang tua terhadap kita atas pembentukan karakter yang telah diberikannya kepada kita. Jangan lupakan semua yang itu, tanpa mereka seorang anak karakter dirinya bisa hancur. Juga jangan menyia-yiakan mereka, tidak ada arti anak tanpa adanya orang tua.
      ****
      Dengan demikian, di dalam pendidikan keluarga, orang tua sangatlah berpengaruh terhadap pendidikan anaknya selepas dari waktu sekolah. Bagi orang tua yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi atau memiliki pengetahuan tentang pendidikan akan selalu memperhatikan hasil belajar yang dicapai oleh anaknya di sekolah, sebaliknya jika tingkat pendidikan orang tua rendah, kegiatan belajar anaknya di sekolah kurang di perhatikan. Kedua hal tersebut bisa terjadi karena hubungan orang tua dengan anak-anaknya tidak atau bahkan kurang berjalan dengan baik.

      Hapus
    3. Daftar Pustaka


      Orangtua.org (http://www.orangtua.org/2011/05/16/pengaruh-tingkat-pendidikan-orang-tua-terhadap-prestasi-belajar-anak/, di diakses 23 Maret 2012, pukul 20.35 WIB.

      Scribd.com,”Tingkat Pendidikan Formal Orang Tua”, http://www.scribd.com/doc/50577384/17/Tingkat-Pendidikan-Formal-Orang-Tua, diakses 23 Maret 2012, pukul 17.15 WIB.

      Shvoong.com,”Pengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua.”http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2156059-pengaruh-tingkat-pendidikan-orang-tua/, di diakses 23 Maret 2012, pukul 21.10 WIB.

      Hapus
  39. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  40. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  41. Pengaruh Penggunaan Blackberry Menurunkan Perkembangan Pendidikan Pelajar Sekolah Menengah Atas

    Nama : Eric Decasia Pratama
    Kelas : XII IPA 4
    Nomor : 07

    Di zaman globalisasi yang sudah dipenuhi dengan teknologi-teknologi terbaru ini, manusia menginginkan suatu alat yang dapat mempermudah komunikasi dan tanpa memakai waktu yang lama, sehingga diciptakanlah hanphone atau ponsel. Kata handphone atau ponsel ini bukan merupakan sesuatu yang asing lagi pada hampir sebagian besar manusia di bumi ini. Bahkan anak-anak kecil juga sudah banyak yang mempunyai handphone dan selalu dibawa kemana saja mereka pergi. Jika anak kecil yang seharusnya belum menggunakan alat-alat seperti itu saja ternyata pada keadaan yang sebenarnya mereka telah menggunakan handphone atau ponsel, lalu bagaimana handphone atau ponsel tersebut pada kaum remaja atau pelajar di kalangan Sekolah Menengah Atas (SMA)?

    Seiring dengan perkembangan dunia teknologi dalam masa globalisasi ini, ponsel juga sudah berkembang mengikuti tuntutan kebutuhan yang diperlukan manusia. Oleh karena itu, manusia berlomba-lomba untuk menciptakan produk-produk terbaru yang ditujukan terhadap masyarakat agar menggunakannya. Salah satu contoh produk terbaru dari berbagai macam jenis ponsel adalah produk yang dikeluarkan oleh RIM atau Research In Motion adalah Blackberry. Blackberry sudah menyebar luas ke seluruh belahan dunia, dan menurut sebuah situs forum blackberry yang ada, bahwa produk ponsel blackberry dipakai oleh lebih dari 40 juta manusia di seluruh dunia.

    Menyebarnya pemasaran produk Blackberry di seluruh dunia juga termasuk ke dalam pemasaran Blackberry di Indonesia. Bukan menjadi rahasia lagi kalau Indonesia memang menjadi Negara dengan pengguna Blackberry yang cukup banyak, terutama di kalangan remaja hingga dewasa. Kita dapat melihat dimana-mana remaja Indonesia yang biasanya masih memiliki status sebagai pelajar seringkali terlihat selalu membawa ponsel Blackberry kemanapun mereka pergi, ini cukup menjadi sebuah dasar pemikiran untuk mencari tahu bagaimana pengaruh yang diberikan oleh produk-produk seperti ponsel Blackberry terhadap perkembangan pendidikan pada kaum pelajar di Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai pengaruh Blackberry serta keterkaitannya dengan perkembangan pendidikan pelajar Indonesia.
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejak Blackberry diluncurkan dan mulai tersebar ke dalam Indonesia yaitu pada tahun 2004, Blackberry bagaikan virus dengan kekuatan super karena kecepatannya yang dalam waktu yang singkat dapat menyebar di Indonesia. Dari tahun ke tahun, pengguna produk Blackberry semakin terus meninggkat dengan pesat. Menurut data yang ada, pada awal masuknya Blackberry di Indonesia hanya memiliki 400.000 orang pengguna Blackberry, namun hanya berselang beberapa tahun, pada akhir tahun 2010, pengguna produk ini mencapai hingga lebih dari 2 juta orang pengguna Blackberry yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Dengan angka peningkatan penggunaan Blackberry di Indonesia yang ada ini, maka tidak heran jika Indonesia pernah dianggap sebagai negara pengguna terbesar di dunia, hal ini juga disebabkan oleh banyaknya angka penduduk di Indonesia dan tidak heran jika RIM menjadikan Indonesia menjadi pasar penjualan Blackberry (http://www.forumkami.net/teknologi/172477-indonesia-pengakses-blackberry -no-1-di-dunia.html, diunduh 22 Maret 2012).

      Perkembangan ponsel genggam Blackberry cukup diminati oleh kaum pelajar Indonesia karena beberapa kelebihan yang diberikan dalam fitur-fitur Blackberry. Berbeda dengan ponsel lain pada umumnya yang hanya bisa digunakan sebatas untuk melakukan panggilan atau telepon serta digunakan untuk SMS, produk Blackberry memiliki beberapa keunggulan misalnya pada salah satu kelebihannya dalam mengakses internet karena ponsel ini dilengkapi dengan akses internet dengan kecepatan 3G sehingga memudahkan dalam pengguna melakukan browsing di internet. Tidak hanya itu, ponsel Blackberry juga dapat digunakan untuk sebagai sarana yang paling praktis untuk mengunggah sebuah atau bahkan beberapa e-mail sekaligus. Namun, aplikasi utama yang diberukan oleh pihak RIM adalah aplikasi Blackberry Messenger atau biasa disebut BBM. Aplikasi ini adalah alasan utama mengapa penggunaan Blackberry sangat tinggi di Indonesia maupun di tempat lain.

      Penggunaan ponsel yang disebut-sebut sebagai produk smart phones ini sangat marak terjadi di kalangan remaja pelajar Indonesia, kita dapat melihat hampir kebanyakan pelajar selalu membawa Blackberry ataupun ponsel merek lainnya di dalam saku mereka ataupun dalam genggaman tangannya. Kebanyakan siswa ataupun siswi mengaku jika menggunakan Blackberry memang betul membuat mereka lupa waktu dan tempat, hal ini disebabkan karena tersedianya aplikasi-aplikasi yang begitu menarik yang ada di dalam ponsel Blackberry tersebut, misalnya saja Blackberry Messenger atau BBM, terbukti jika seseorang sedang menggunakan fitur ini maka ia akan merasa asik dan nyaman dengan dirinya sendiri sehingga tidak lagi mengindahkan tempat dan waktu pada saat itu, dan ini bahkan terjadi pada saat jam pelajaran di dalam Sekolah. Misalnya saja di Sekolah Menengah Atas yang hampir setiap hari menemukan siswanya sedang asik menggunakan ponselnya untuk kepentingan pribadi dan hal itu dilakukan di dalam jam pelajaran. Sehingga penggunaan Blackberry berpotensi dalam penurunan perkembangan pendidikan pelajar Indonesia.

      Hapus
    2. Blackberry merupakan alat komunikasi yang universal dan fleksibel. Pada awalnya merupakan barang mewah akan tetapi sekarang sudah mudah untuk dimiliki. Berbagai fasilitas yang terdapat didalam Blackberry membuat orang menghabiskan banyak waktu dengan balckberry tersebut sehingga berpengaruh pada pendidikannya. Penulis akan menjelaskan beberapa pengaruh yang ditimbulkan oleh Blackberry tersebut antara lain menjadi tidak fokusnya atau beralihnya perhatian siswa. Siswa yang terlalu asik dengan ponselnya akan lebih memperhatikan apa yang sedang dilakukannya dengan ponselnya tersebut dan mengabaikan penjelasan oleh guru, sehingga memunkinkan jika pendidikan yang didapatkannya akan turun dan prestasinya berkurang (Minrin, http:// parkminrin123.wordpress.com/2011/05/18/karya-tulis-sederhana-handphone-dan-pengaruh nya-terhadap-prestasi-di-sekolah/, diunduh 22 Maret 2012).

      Selain itu, ada juga pengaruh lain yang diberikan Blackberry terhadap pendidikan di kalangan pelajar SMA yaitu turunnya bahkan hilangnya konsentrasi terhadap pembelajaran oleh siswa. Konsentrasi adalah tingkat perhatian kita terhadap sesuatu dan dalam konteks belajar berarti perhatian siswa terhadap penjelasan dan bimbingan guru. Jika siswa sudah tidak memperhatikan guru maka ada kemungkinan jika siswa tersebut sedang bermain dengan ponselnya. Hal ini membuat siswa tersebut tidak berkonsentrasi lagi pada pelajaran dan penjelasan guru, membuat pendidikan yang diperoleh siswa tersebut sangat sedikit. Namun tidak hanya itu, siswa-siswi pelajar SMA yang sudah kecanduan Blackberry, maka yang hanya ingin mereka lakukan hanyalah bermain dengan ponsel tersebut dan tidak memikirkan lagi hal yang lain, apalagi memikirkan untuk belajar. Hal ini membuktikan bahwa pengaruh Blackberry dapat membuat siswa-siswi menjadi malas belajar (Minrin,http:// parkminrin123.wordpress.com/201 1/05/18/karya-tulis-sederhana-handphone-dan-pengaruh nya-terhadap-prestasi-di-sekolah/, diunduh 22 Maret 2012).

      Walaupun demikian, disamping pengaruh-pengaruh yang kurang baik terhadap siswa, Blackberry tetap mempunyai pengaruh positif jika digunakan dengan benar. Misalnya mempermudah dalam melakukan komunikasi jarak jauh. Ini menjadi andalan siswa-siswi untuk berinteraksi dengan temannya. Pengaruh baik lainnya adalah meningkatkan antusias pelajar dalam mencari ilmu pengetahuan. Hal tersebut dikarenakan Blackberry telah diproduksi dengan dilengkapi oleh fasilitas yang canggih sehingga dapat memudahkan pelajar untuk mencari pengetahuan melalui internet dan kemudian dapat menyimpannya di dakam ponsel itu sendiri ataupun dibagikan dengan temannya yang lain demi kepentingan perkembangan pendidikan.
      ****

      Hapus
    3. Dari pengaruh-pengaruh baik maupun yang kurang baik yang disebabkan oleh penggunaan Blackberry, penulis menarik kesimpulan dari data yang ada. Penggunaan Blackberry yang terus menerus meningkat di kalangan pelajar Indonesia memang tidak dapat dihindari lagi, oleh karena itu, sebaiknya pelajar lebih bijaksana dalam memilih jenis ponsel yang akan digunakan dan harus ingat apa tujuan utama sebuah ponsel. Jika seseorang telah menyadari apa tujuan sebuah ponsel itu diproduksi yaitu untuk menelpon dan menyebarkan pengetahuan atau informasi, maka orang tersebut tidak akan terpengaruh oleh pengraruh buruk dari penggunaan ponsel tersebut, yaitu tidak terpengaruh untuk tidak berkonsentrasi terhadap pelajaran ataupun menjadi pemalas ketika belajar. Jika siswa dapat mengontrol diri dari pengaruh buruk penggunaan Blackberry, maka kita akan dapart melakukan sesuatu yang lain dan tentunya lebih berharga daripada hanya membuang waktu percuma dengan ponsel tersebut.

      Hapus
    4. Daftar Pustaka

      Minrin.2011.”Handphone dan Pengaruhnya Terhadap Prestasi di Sekolah”. http://parkminrin123.wordpress .com / 2011/05/18/karya-tulis-sederhana-handphone-dan-pengaruhnya-terhadap-prestasi-di-sekolah/.diunduh 22 Maret 2012. pukul 19.30WIB.

      Anonim.2011.”Indonesia Pengakses Blackberry No.1 di Dunia”. http://www.forumkami.net/teknologi/172477-indonesia-pengakses-blackberry -no-1-di-dunia.html. diunduh 22 Maret 2012 Pukul 18.35 WIB.

      Anonim.2010.”Pengaruh Handphone Terhadap Siswa”. http://portal.paseban.com/ar icle/3567/pengaruh-handphone-terhadap-siswa. diunduh 22 Maret 2012 Pukul 20.00WIB

      Hapus
  42. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  43. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  44. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  45. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  47. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  48. Nama : Mario Salim
    Kelas : XII IPA 4
    No.Absen : 19

    Pengaruh Kekerasan Orang Tua terhadap Pembentukan Karakter Anak

    Mendidik seorang anak merupakan hal yang tidak mudah. Bila orangtua mendidik anak dengan benar, maka sang anak pun akan berkembang ke arah yang diinginkan baik secara fisik, mental, spiritual dan intelegensia. Namun bila sejak awal orangtua telah salah didik dan tidak menyadari kesalahan tersebut, maka akan berdampak pada tumbuh kembang anak dan karakter anak tidak terbentuk seperti yang diharapkan.
    Psiko-edu.blogspot.com (http://psiko-edu.blogspot.com/, diakses 21 Maret 2012, pukul 19.25 WIB) mengatakan, “Salah satu cara yang kurang tepat dalam mendidik anak adalah dengan kekerasan. Hal ini biasanya orang tua lakukan untuk mencoba menerapkan disiplin pada anak atau memberi hukuman saat anak melakukan kesalahan”. Kekerasan seperti ini sering ditemui pada hampir semua keluarga terutama yang orangtuanya merupakan aparat penegak hukum seperti tentara atau polisi. Mereka melakukan hal tersebut karena didasari oleh latar pekerjaan mereka yang mendapatkan pendidikan keras ala militer sehingga berusaha menerapkannya pada keluarga terutama anak – anak mereka.
    Orang tua juga bisa melakukan kekerasan pada anak karena tidak mampu mengontrol emosi. Sebagai manusia, wajar bila suatu saat merasa emosi baik karena ada masalah di kantor maupun stres karena banyak persoalan atau masalah yang ditanggung. Hal tersebut terkadang membuat orang tua tidak mampu berpikir jernih dan khilaf dengan melakukan kekerasan pada anak saat mereka melakukan kesalahan.
    Orangtua yang menerapkan disiplin dengan cara kekerasan, sebaiknya merubah pola didik tersebut mulai sekarang. Tidak semua anak mampu dididik dengan cara keras, meskipun ada pula sebagian kecil yang mampu bertahan dengan didikan ala militer tersebut. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mendidik anak dengan kekerasan lebih banyak efek negatifnya dibandingkan dampak positif yang dihasilkan, terutama bagi pembentukan karakter anak.
    ****

    BalasHapus
  49. Psiko.com (http://psiko-edu.blogspot.com/, diakses 21 Maret 2012, pukul 19.25 WIB) mengatakan, “Karakter merupakan kualitas moral dan mental seseorang yang pembentukannya dipengaruhi oleh faktor bawaan atau turunan dan lingkungan”. Potensi karakter yang baik dimiliki manusia sebelum dilahirkan, tetapi potensi tersebut harus terus-menerus dibina melalui sosialisasi dan pendidikan sejak usia dini. Anak – anak mendapatkan pendidikan pertama kali dari dalam keluarga.
    Lutfinoufal.wordpress.com(http://lutfinoufal.wordpress.com/2011/ 12/01/keluarga-sebagai-media-sosialisasi-dalam-pembentukan-kepribadian/, diakses 20 Maret 2012, pukul 18.20 WIB) mengatakan, “Keluarga merupakan wahana pertama dan utama bagi pendidikan karakter anak”. Apabila keluarga gagal melakukan pendidikan karakter pada anak-anaknya, maka akan sulit bagi institusi-institusi lain di luar keluarga (termasuk sekolah) untuk memperbaikinya. Kegagalan keluarga dalam membentuk karakter anak akan berakibat pada tumbuhnya masyarakat yang tidak berkarakter. Oleh karena itu, setiap keluarga harus memiliki kesadaran bahwa karakter anak sangat tergantung pada pendidikan karakter anak di rumah.
    Ketika anak melakukan kesalahan , orang tua biasanya mengingatkannya untuk menuruti peraturan yang berlaku dalam rumah tangga. Ketika anak melakukan kesalahan yang sama, orang mulai menaikkan peringatan dengan menghukum. Saat terjadi ketiga kalinya, orang tua merasa perlu menaikkan hukuman dengan memukul anak. Dengan kejadian seperti ini, maka timbulah tindakan kekerasan yang terkadang dilakukan oleh orang tua.
    Pada saat ini cukup banyak orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak dan mereka lupa bahwa mereka adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam pembentukan karakter anaknya. Saat orang tua melakukan kekerasan terhadap anak, pasti anak tersebut hanya berdiam diri saja memendam penderitaan yang mereka alami tanpa tahu harus berbuat apa. Banyak orangtua menganggap kekerasan pada anak adalah hal yang wajar. Mereka beranggapan kekerasan adalah bagian dari mendisiplinkan anak. Padahal perlakuan ini bukannya berdampak positif bagi anak, melainkan dapat menyakiti perasaan anak dan berpengaruh bagi pembentukan karakter anak.
    Melindahospital.com(http://www.melindahospital.com/modul/user/detail_artikel.php ?id=4 59_ Dampak-Kekerasan-Bagi-Masa-Depan-Anak, diakses 20 Maret 2012, pukul 18.45WIB)mengatakan, “Murray Strauss, seorang peneliti dari New Hampshire University, Amerika Serikat, melakukan penelitian terhadap 1.510 anak, baik yang mendapatkan perlakuan kasar dari orangtuanya maupun tidak. Semua anak tersebut menjalani tes IQ pada saat memulai penelitian dan pada akhir penelitian. 4 tahun kemudian atau di akhir penelitian, Murray mendapatkan hasil bahwa anak-anak yang tidak mengalami kekerasan di rumahnya mengalami peningkatan IQ antara 2,8 hingga 5 poin, sementara IQ anak-anak yang mengalami kekerasan cenderung statis dan kesulitan untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi”.
    Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak balita yang sering mendapatkan perlakuan kasar atau kekerasan dari orang tua, cenderung memiliki IQ yang rendah. Anak-anak berumur satu tahun yang mengalami kekerasan dari orangtuanya tersebut ternyata membuat mereka memiliki kemampuan kognitif yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mendapatkan perlakuan kasar.
    Kekerasan terhadap anak tidak hanya berdampak pada IQ anak, ternyata kekerasan orangtua terhadap anak juga berpengaruh terhadap karakter anak di kemudian hari. Anak-anak berusia tiga tahun yang sering mengalami kekerasan secara fisik dari orangtuanya akan bersikap lebih agresif saat sang anak menginjak usia lima tahun. Perilaku agresif tersebut akan meningkat sejalan dengan lebih seringnya kekerasan yang dialaminya.

    BalasHapus
  50. Pengaruh Kemajuan Teknologi Informasi dalam Perkembangan Budaya Nasional Indonesia

    Nama : Lavenia Vitara
    Kelas : XII IPA 4
    No : 17

    Teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia telah berkembang dengan sangat baik.Kemajuan teknologi semakin menyebar. Perangkat teknologi saat ini tidak hanya dipakai oleh kalangan tertentu saja, tetapi sudah sangat meluas dari lingkungan kota hingga lingkungan pedesaan, dimana semuanya mungkin sudah dapat mengerti dasar dasar pemakaian alat tekhnologi informasi dengan mudahnya. Sebut saja pemakaian komputer, hingga pemakaian teknologi komunikasi seperti handphone kini sudah merupakan hal yang umum.Dengan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang masuk ke Indonesia, akan membuat dampak positif dan dampak negatif nya sendiri bagi bangsa Indonesia. Anak muda Indonesia sering memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melihat atau mencari budaya-budaya negara asing yang nantinya akan mereka pelajari dan ikuti.Hal ini menyebabkan semakin terkikisnya nilai – nilai budaya kita oleh pengaruh budaya Asing yang masuk ke Negara kita. Contohnya, di Tapanuli (Sumatera Utara), dua puluh tahun yang lalu, anak-anak remajanya masih banyak yang berminat untuk belajar tari tor-tor dan tagading (alat musik batak). Hampir setiap minggu dan dalam acara ritual kehidupan remaja di sana selalu diundang pentas sebagai hiburan budaya yang meriah (http://diasindonesia .wordpress.com/2011/11/04/dampak-kemajuan-teknologi-dan-globalisasi-terhadap-kebudayaan-indonesia/, diakes 23 Maret 2012, pukul 13.20 WIB). Saat ini, ketika teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat. Wahana permainan yang masih menunjukan budaya-budaya asli Indonesia hanyalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
    Hal ini penting untuk dibahas, agar budaya nasional kita tetap ada dan tidak menghilang, karena budaya itu adalah hal yang penting bagi suatu negara. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa, “Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinis.”( http://erikromadona.blog.upi.edu/ 2010/11/05/makalah-dampak-teknologi-informasi-dan-komunikasi-terhadap-kebudayaan/, diakses 23 Maret, pukul 13.30 WIB). Masyarakat perlu mengetahui dampak-dampak yang disebabkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, karena apabila kita tidak bersifat kritis dalam menghadapi kemajuan tersebut,karena kebudayaan adalah sesuatu yang penting bagi suatu negara. Kebudayaan juga bisa dikategorikan sebagai jati diri suatu negara.
    Dalam perkembangannya, kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi pasti menimbulkan berbagai dampak. Seperti yang telah dinyatakan tadi bahwa, sangatlah penting bagi masyarakat untuk mengetahui dampak-dampak tersebut, baik itu dampak negatif, ataupun dampak positif. Oleh karena itu penulis akan membahas berbagai macam dampak yang didapat oleh pengaruh dari kemajuan teknologi komunikasi serta pemecahan masalahnya.

    ****

    BalasHapus
  51. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  52. Kartono (1990) mengatakan, “Selain itu juga, anak yang melihat ataupun mengalami pemukulan atau kekerasan bisa mengalami trauma dan ketakutan, terutama bila terjadi pada balita. Efek trauma ini biasanya cenderung pendiam, sering marah, hingga menangis. Di samping itu, trauma tersebut juga akan membuat anak stres pada kejadian-kejadian yang sulit dihadapi dan akan berdampak buruk pada perkembangan kognitifnya.” Didikan yang terlalu keras juga akan menghambat kreativitas dan kemampuan anak Anda untuk berpikir secara bebas, selain itu juga anak Anda tidak terlatih untuk mengerahkan segenap kemampuan yang dimilikinya.
    Demi terwujudnya pembentukan karakter anak yang baik, maka orang tua harus mendidik anak dengan cara yang tepat, halus, dan penuh kasih sayang dan orang tua harus sadar bahwa keluarga adalah tempat pertama kali anak belajar mengenal aturan yang berlaku di lingkungan keluarga dan masyarakat yang akan membentuk karakter anak. Tindakan kekerasan yang dilakukan orangtua merupakan pengalaman yang traumatik bagi anak. Semakin sering anak mendapatkan kekerasan, maka akan semakin lambat juga perkembangan kemampuan mental anak dan akan terganggunya pembentukan karakter anak.
    ****
    Sebagian besar orang tua belum menyadari bahwa keluarga merupakan pendidikan yang paling utama untuk membentuk karakter anak, dan orang tua merupakan figure utama pendidik dalam keluarga. Keteladanan orang tua merupakan pola pendidikan yang paling ringkas, dan efektif. Mendidik anak agar menjadi karakter anak yang baik harus diperlukannya kasih sayang dan komunikasi antar anggota keluarga ditambah dengan contoh nyata dari sosok orang tua, bukan mendidik anak dengan kekerasan yang dapat mengakibatkan anak memiliki karakter yang buruk dan mengganggu atau merusak masa depan anak. Orang tua yang luar biasa adalah orang tua yang disegani, ditaati dan diteladani oleh anak-anaknya.


    Daftar Pustaka

    Dampak Kekerasan bagi Masa Depan Anak, dalam http://www.melindahospital.com/modul/user/ detail_artikel.php?id=459Dampak-Kekerasan-Bagi-Masa-Depan-Anak, diakses 20 Maret 2012, pukul 18.45 WIB.
    Kartini Kartono, Dr.1990. Psikologi Anak (Psikolog Perkembangan).Bandung : Bandar Maju.
    Kekerasan terhadap Anak, dalam http://psiko-edu.blogspot.com/, diakses 21 Maret 2012, pukul 19.25 WIB.
    Keluarga sebagai Media Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadia, dalam http://lutfinoufal.wor dpress.com/2011/ 12/01/keluarga-sebagai-media-sosialisasi-dalam-pembentukan-kepriba dian/, diakses 20 Maret 2012, pukul 18.20 WIB.
    Pengertian Karakter, dalam http://www.celoteh.herobo.com/katagori/artikel-pendidikan/53penger tian-karakter.html, diakses 22 Maret 2012, pukul 19.30 WIB.

    BalasHapus
  53. Nama : Mario Salim
    Kelas : XII IPA 4
    No.Absen : 19

    Pengaruh Kekerasan Orang Tua terhadap Pembentukan Karakter Anak

    Mendidik seorang anak merupakan hal yang tidak mudah. Bila orangtua mendidik anak dengan benar, maka sang anak pun akan berkembang ke arah yang diinginkan baik secara fisik, mental, spiritual dan intelegensia. Namun bila sejak awal orangtua telah salah didik dan tidak menyadari kesalahan tersebut, maka akan berdampak pada tumbuh kembang anak dan karakter anak tidak terbentuk seperti yang diharapkan.
    Psiko-edu.blogspot.com (http://psiko-edu.blogspot.com/, diakses 21 Maret 2012, pukul 19.25 WIB) mengatakan, “Salah satu cara yang kurang tepat dalam mendidik anak adalah dengan kekerasan. Hal ini biasanya orang tua lakukan untuk mencoba menerapkan disiplin pada anak atau memberi hukuman saat anak melakukan kesalahan”. Kekerasan seperti ini sering ditemui pada hampir semua keluarga terutama yang orangtuanya merupakan aparat penegak hukum seperti tentara atau polisi. Mereka melakukan hal tersebut karena didasari oleh latar pekerjaan mereka yang mendapatkan pendidikan keras ala militer sehingga berusaha menerapkannya pada keluarga terutama anak – anak mereka.
    Orang tua juga bisa melakukan kekerasan pada anak karena tidak mampu mengontrol emosi. Sebagai manusia, wajar bila suatu saat merasa emosi baik karena ada masalah di kantor maupun stres karena banyak persoalan atau masalah yang ditanggung. Hal tersebut terkadang membuat orang tua tidak mampu berpikir jernih dan khilaf dengan melakukan kekerasan pada anak saat mereka melakukan kesalahan.
    Orangtua yang menerapkan disiplin dengan cara kekerasan, sebaiknya merubah pola didik tersebut mulai sekarang. Tidak semua anak mampu dididik dengan cara keras, meskipun ada pula sebagian kecil yang mampu bertahan dengan didikan ala militer tersebut. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mendidik anak dengan kekerasan lebih banyak efek negatifnya dibandingkan dampak positif yang dihasilkan, terutama bagi pembentukan karakter anak.
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Psiko.com (http://psiko-edu.blogspot.com/, diakses 21 Maret 2012, pukul 19.25 WIB) mengatakan, “Karakter merupakan kualitas moral dan mental seseorang yang pembentukannya dipengaruhi oleh faktor bawaan atau turunan dan lingkungan”. Potensi karakter yang baik dimiliki manusia sebelum dilahirkan, tetapi potensi tersebut harus terus-menerus dibina melalui sosialisasi dan pendidikan sejak usia dini. Anak – anak mendapatkan pendidikan pertama kali dari dalam keluarga.
      Lutfinoufal.wordpress.com(http://lutfinoufal.wordpress.com/2011/ 12/01/keluarga-sebagai-media-sosialisasi-dalam-pembentukan-kepribadian/, diakses 20 Maret 2012, pukul 18.20 WIB) mengatakan, “Keluarga merupakan wahana pertama dan utama bagi pendidikan karakter anak”. Apabila keluarga gagal melakukan pendidikan karakter pada anak-anaknya, maka akan sulit bagi institusi-institusi lain di luar keluarga (termasuk sekolah) untuk memperbaikinya. Kegagalan keluarga dalam membentuk karakter anak akan berakibat pada tumbuhnya masyarakat yang tidak berkarakter. Oleh karena itu, setiap keluarga harus memiliki kesadaran bahwa karakter anak sangat tergantung pada pendidikan karakter anak di rumah.
      Ketika anak melakukan kesalahan , orang tua biasanya mengingatkannya untuk menuruti peraturan yang berlaku dalam rumah tangga. Ketika anak melakukan kesalahan yang sama, orang mulai menaikkan peringatan dengan menghukum. Saat terjadi ketiga kalinya, orang tua merasa perlu menaikkan hukuman dengan memukul anak. Dengan kejadian seperti ini, maka timbulah tindakan kekerasan yang terkadang dilakukan oleh orang tua.
      Pada saat ini cukup banyak orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak dan mereka lupa bahwa mereka adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam pembentukan karakter anaknya. Saat orang tua melakukan kekerasan terhadap anak, pasti anak tersebut hanya berdiam diri saja memendam penderitaan yang mereka alami tanpa tahu harus berbuat apa. Banyak orangtua menganggap kekerasan pada anak adalah hal yang wajar. Mereka beranggapan kekerasan adalah bagian dari mendisiplinkan anak. Padahal perlakuan ini bukannya berdampak positif bagi anak, melainkan dapat menyakiti perasaan anak dan berpengaruh bagi pembentukan karakter anak.
      Melindahospital.com(http://www.melindahospital.com/modul/user/detail_artikel.php ?id=4 59_ Dampak-Kekerasan-Bagi-Masa-Depan-Anak, diakses 20 Maret 2012, pukul 18.45WIB)mengatakan, “Murray Strauss, seorang peneliti dari New Hampshire University, Amerika Serikat, melakukan penelitian terhadap 1.510 anak, baik yang mendapatkan perlakuan kasar dari orangtuanya maupun tidak. Semua anak tersebut menjalani tes IQ pada saat memulai penelitian dan pada akhir penelitian. 4 tahun kemudian atau di akhir penelitian, Murray mendapatkan hasil bahwa anak-anak yang tidak mengalami kekerasan di rumahnya mengalami peningkatan IQ antara 2,8 hingga 5 poin, sementara IQ anak-anak yang mengalami kekerasan cenderung statis dan kesulitan untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi”.
      Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak balita yang sering mendapatkan perlakuan kasar atau kekerasan dari orang tua, cenderung memiliki IQ yang rendah. Anak-anak berumur satu tahun yang mengalami kekerasan dari orangtuanya tersebut ternyata membuat mereka memiliki kemampuan kognitif yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mendapatkan perlakuan kasar.
      Kekerasan terhadap anak tidak hanya berdampak pada IQ anak, ternyata kekerasan orangtua terhadap anak juga berpengaruh terhadap karakter anak di kemudian hari. Anak-anak berusia tiga tahun yang sering mengalami kekerasan secara fisik dari orangtuanya akan bersikap lebih agresif saat sang anak menginjak usia lima tahun. Perilaku agresif tersebut akan meningkat sejalan dengan lebih seringnya kekerasan yang dialaminya.

      Hapus
  54. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  55. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  56. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  57. Nama : Stella Aurea
    Kelas : XII IPA 4
    No Absen : 32
    Pengaruh Pola Didik Orang Tua terhadap Karakter Anak

    Seorang anak kedapatan mencuri sandal jepit seorang polisi. Anak itu berinisial AAL. Tidak disangka, tindak pidana yang dilakukan AAL berbuntut panjang. Akibat perbuatannya mengambil barang milik orang lain, AAL divonis bersalah. Namun, remaja berusia 15 tahun ini, tidak ditahan. AAL dikembalikan kepada kedua orang tuanya.
    Kasus tersebut adalah salah satu contoh dari banyaknya tindak pidana yang dilakukan oleh anak dibawah umur. Sebenarnya, siapa yang salah sehingga mereka berbuat demikian? Tanggung jawab siapa? Oleh karena itu, peran orang tua sangat diperlukan. Melalui peran orang tua, kasus kejahatan yang dilakukan oleh anak dapat dihindari. Berawal dari sinilah pendidikan karakter anak perlu dibangun.
    Anak berusia dini akan lebih cepat menyerap perilaku dari lingkungan sekitarnya. Anak dengan mudah mencontoh dan mengingat setiap perilaku dan perkataan dari lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan yang baik akan membentuk karakter yang positif.
    Lingkungan yang sering dijumpai oleh anak adalah lingkungan keluarga. Termasuk di dalamnya juga terdapat orang tua. Karena anak lebih lama berada di rumah, orang tualah yang selalu mendidik anak tersebut. Orang tua diharapkan dapat menerapkan berbagai pola didik yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter anak. Bagaimana hubungan pola didik orang tua terhadap karakter anak?
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap orang tua memiliki gaya mendidik anak yang berbeda-beda karena perbedaan presepsi dan pengertian pola didik orang tua terhadap anak-anak mereka. Karenanya, mari kita lihat terlebih dahulu pengertian dari pola didik orang tua. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pola adalah sistem;cara kerja, bentuk atau struktur yang tetap. Sedangkan, didik adalah memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Jadi, pola didik orang tua adalah cara tetap orang tua memelihara akhlak dan kecerdasan pikiran anak.
      Bentuk-bentuk pola didik orang tua sangat erat hubungannya dengan kepribadian anak setelah ia menjadi dewasa. Hal ini dikarenakan ciri-ciri dan unsur-unsur watak seorang individu dewasa sebenarnya sudah diletakkan benih-benihnya ke dalam jiwa seorang individu sejak sangat awal, yaitu pada masa ia masih kanak-kanak.

      Danny I. Yatim Irwanto mengemukakan beberapa pola didik orang tua, yaitu:
      1. Pola didik otoriter, pola ini ditandai dengan adanya aturan-aturan yang kaku dari orang tua. Kebebasan anak sangat dibatasi.
      2. Pola didik demokratik, pola ini ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orang tua dengan anaknya.
      3. Pola didik permisif, pola asuhan ini ditandai dengan adanya kebebasan tanpa batas pada anak untuk berprilaku sesuai dengan keinginannya.
      4. Pola didik dengan ancaman, ancaman atau peringatan yang dengan keras diberikan pada anak akan dirasa sebagai tantangan terhadap otonomi dan pribadinya. Ia akan melanggarnya untuk menunjukkan bahwa ia mempunyai harga diri.
      5. Pola didik dengan hadiah, yang dimaksud disini adalah jika orang tua mempergunakan hadiah yang bersifat material atau suatu janji ketika menyuruh anak berprilaku seperti yang diinginkan.
      (Yusniyah dalam Irwanto, 2008)

      Selain jenis-jenis pola didik di atas, Syamsu Yusuf mengatakan, “Ada tujuh bentuk pola didik pada anak, yaitu: Overprotection (terlalu melindungi), Permisivienes (pembolehan), Rejection (penolakan), Acceptance (penerimaan), Domination (dominasi), Submission (penyerahan), dan Over disipline (terlalu disiplin).
      Sedangkan Marcolm Hardy dan Steve Heyes mengemukakan empat macam pola didik yang dilakukan orang tua dalam keluarga, yaitu :

      a. Autokratis (otoriter)
      Ditandai dengan adanya aturan-aturan yang kaku dari orang tua dan kebebasan anak sangat di batasi.
      b. Demokratis
      Ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orang tua dan anak.
      c. Permisif
      Ditandai dengan adanya kebebasan tanpa batas pada anak untuk berprilaku sesuai dengan keinginannya sendiri.
      d. Laissez faire
      Ditandai dengan sikap acuh tak acuh orang tua terhadap anaknya.
      (Yusniyah dalam Malcom & Steve Heyes, 2008)

      Hapus
    2. Dari berbagai macam pola didik yang dikemukakan di atas, penulis hanya akan mengemukakan tiga macam saja, yaitu pola didik otoriter, demokratis, permisif dan kombinasi. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar pembahasan menjadi lebih terfokus dan jelas.
      Pola didik otoriter. Orang tua yang mendidik anaknya dengan otoriter biasanya selalu mengekang anak dan tidak membiarkan anak memiliki ruang geraknya sendiri. Anak cenderung diatur dan tidak diperbolehkan melakukan hal ini dan hal itu. Orang tua yang otoriter juga berkuasa sendiri, sehingga karakter anak cenderung bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain.
      Ciri-ciri anak yang didik dengan otoriter biasanya tidak bahagia, paranoid / selalu berada dalam ketakutan, mudah sedih dan tertekan, senang berada di luar rumah, benci orangtua, dan lain-lain. Namun, ada juga karakter positif yang bisa didapat dari anak yang didik dengan otoriter yaitu anak lebih bisa mandiri, bisa menjadi orang sesuai keinginan orang tua, lebih disiplin dan lebih bertanggungjawab dalam menjalani hidup.
      Berbeda dengan demokratis. Orang tua yang demokratis mendidik anak dengan menentukan peraturan-peraturan tetapi dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan anak. Dengan kata lain, pola asuh ini memberikan kebebasan kepada anak untuk mengemukakan pendapat, melakukan apa yang diinginkannya dengan tidak melewati batas-batas atau aturan- aturan yang telah ditetapkan oleh orang tua.
      Anak yang di didik dengan pola demokratis mampu menghargai orang lain, mampu bertanggung jawab terhadap kehidupan sosialnya, mampu menerima kritik dari orang lain, dan yang tidak kalah pentingnya adalah adanya keterbukaan antara orang tua dan anak. Sehingga, anak dapat menerapkannya di berbagai bidang kehidupan.
      Pola didik permisif adalah pola didik yang ditandai dengan sikap acuh tak acuh orang tua terhadap anaknya (Laissez faire). Pola didik ini ditandai dengan adanya kebebasan tanpa batas pada anak untuk berperilaku sesuai dengan keinginannya sendiri. Orang tua tidak pernah memberi aturan dan pengarahan kepada anak. Semua keputusan diserahkan kepada anak tanpa pertimbangan orang tua.
      Anak yang di didik orangtuanya dengan metode semacam ini nantinya bisa berkembang menjadi anak yang kurang perhatian, merasa tidak berarti, rendah diri, nakal, memiliki kemampuan sosialisasi yang buruk, kontrol diri buruk, salah bergaul, kurang menghargai orang lain, dan lain sebagainya baik ketika kecil maupun sudah dewasa. Pola didik permisif ini juga akan membuat anak bertindak semaunya tanpa memperhatikan kepentingan orang lain.
      Jika orang tua mau melihat anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan karakter yang baik, sebaiknya perhatikan beberapa solusi berikut ini:
      1. Jadilah teladan bagi anak Anda. Karena anak akan dengan mudah meniru dan merekam hal-hal yang dilakukan oleh orang tua, mulailah tanamkan hal-hal positif dan hindari hal-hal negatif. Misalnya, menggunakan cara bicara yang sopan dan santun.
      2. Kenali dan cermati karakter anak. Memahami dan mengerti situasi dan kondisi yang terjadi pada anak, akan membuat orang tua mengalami kemudahan dalam mendidik anak.
      ****

      Jadi, setiap pola didik orang tua akan berpengaruh terhadap karakter anak. Jika orang tua mendidik dengan pola otoriter, anak akan menjadi otoriter, Jika orang tua mendidik dengan pola demokratis, anak akan menjadi demokratis. Jika orang tua mendidik dengan pola permisif, anak akan menjadi acuh tak acuh. Seperti pepatah mengatakan, “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”.

      Hapus
  58. Nama : Elvin Cendra
    Kelas: XII IPA 4
    No. : 6

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan Manusia
      Seiring dengan berkembangnya zaman, mengonsumsi buah menjadi sebuah kebiasaan dan pola hidup masyarakat modern. Pada era ini, sebagian besar masyarakat mencari cara yang ampuh untuk menjaga kesehatan tubuh agar tubuh mereka tetap bugar. Oleh karena itulah mengonsumsi buah menjadi pilihan utama yang dipadukan dengan olahraga teratur dan istirahat yang cukup. Pola hidup sehat menjadi dambaan setiap orang sehingga banyak orang rela menempuh segala macam cara untuk mendapatkan sesuatu yang bernama ‘sehat’. Namun, masyarakat modern cenderung mencari cara instan untuk sehat, misalnya dengan mengonsumsi jus buah karena lebih praktis. Tentu saja mengonsumsi secara langsung lebih baik daripada di jus.
      Buah-buahan memang sangat beragam dengan bermacam-macam jenis, bentuk, warna, rasa, dan kandungannya. Hal ini membuat masyarakat bingung untuk memilih buah apa yang akan mereka konsumsi dalam rangka mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan. Memang sebaiknya kita tidak mengonsumsi satu jenis buah saja karena belum tentu kandungan nutrisi pada buah itu dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh kita. Namun tidak setiap saat kita bisa mendapatkan berbagai macam jenis buah-buahan. Akhirnya kita lebih sering mengonsumsi satu jenis buah saja. Disini penulis membahas mengenai buah naga karena menurut penulis lebih lengkap nutrisinya dibandingkan dengan buah lain. Penulis berpendapat bahwa selain memiliki bentuk yang unik dan menarik, buah naga sangat berkhasiat dan bermanfaat bagi kesehatan manusia.
      Nasution, Rusydi, dkk. Dalam Marketing Plan PT. Fresh Dragon Fruit (xa.yimg.com/kq/groups/28671191/396114683/Marketing+Plan-Kelompok+Apel+print.doc , diakses pada 22 Maret 2012 pukul 18.31 WIB. Menyatakan, “Buah naga atau dragon fruit memang belum lama dikenal, dibudidayakan, dan diusahakan di Indonesia. Tanaman dengan buahnya yang berwarna merah dan bersisik hijau ini merupakan pendatang baru bagi dunia pertanian di Indonesia dan merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan dan pengembangan tanaman buah naga sangat bagus dibudidayakan di daerah tropis seperti di Indonesia”.
      Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberi informasi kepada para pembaca dan juga penulis mengenai buah naga yang menjadi alternatif buah pilihan yang dapat dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Penulis juga mengajak para pembaca untuk mengonsumsi buah ini untuk mendapatkan manfaat dan khasiatnya dalam rangka menjaga kesehatan tubuh.
      Masalah yang dibahas oleh penulis pada artikel ini adalah apa saja kandungan nutrisi pada buah naga, apa saja manfaat mengonsumsi buah naga, apa khasiat buah naga, serta keunggulan buah naga daripada buah lainnya. Pada artikel ini penulis membahas masalah tentang kandungan buah naga. Selain itu, penulis juga berupaya mengkorelasikan kandungan buah naga dengan manfaat yang akan didapatkan oleh para penikmat buah naga serta khasiat buah tersebut bagi manusia. Disamping itu, penulis juga akan mengungkapkan keunggulan buah naga dibandingkan dengan buah lainnya.
      ****

      Hapus
    2. Teknikdiet.com. (http://teknikdiet.com/sukses-diet/manfaat-dari-buah-naga, diakses pada 22 Maret 2012 pukul 17.42 WIB) menyatakan, ”Buah naga (hylocereus polyrhizus) adalah buah yang tumbuh di daerah dengan iklim tropis, subtropis, hingga daerah beriklim kering. Buah ini berasal dari negara-negara di benua Amerika, seperti Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Meksiko. Selain itu, buah naga juga terdapat di Tiongkok, Australia, Jepang, dan Israel. Manfaat dari buah naga ini sudah dikenal di penjuru dunia. Konon katanya manfaat buah naga sangat baik untuk kesehatan”.
      Anneahira.com (www.anneahira.com/manfaat-buah-naga.htm, diakses pada 22 Maret 2012 pukul 21.51 WIB) menyatakan, “ Awalnya buah naga hanya merupakan tanaman yang hidup liar di hutan dan buahnya tidak dikonsumsi. Kemudian seiring dengan perkembangan waktu, buah ini dijadikan tanaman hias. Namun setelah diketahui manfaat buah naga sangat baik untuk kesehatan, akhirnya buah naga dibudidayakan di berbagai Negara, termasuk Indonesia”.
      Buah naga mempunyai khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia di antaranya sebagai penyeimbang kadar gula darah, pelindung kesehatan mulut, pencegah kanker usus, mengurangi kolesterol, pencegah pendarahan dan mengobati keluhan keputihan. Buah naga biasanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai penghilang dahaga, karena buah naga mengandung kadar air tinggi sekitar 90 % dari berat buah. Rasanya cukup manis karena mengandung kadar gula mencapai 13-18 briks. Secara umum, pakar sependapat dan mengakui buah naga kaya dengan potasium, ferum, protein, serat, sodium dan kalsium yang baik untuk kesehatan berbanding buah-buahan lain yang diimport.
      Al Leong dalam buahnaga.us (http://www.buahnaga.us/2009/04/khasiat-buah-naga.html, diakses pada 20 Maret 2012 pukul 18.37 WIB) mengatakan, “Penelitian menunjukkan buah naga merah ini sangat baik untuk sistem peredaran darah, juga memberikan efek mengurangi tekanan emosi dan menetralkan toksik dalam darah.“Penelitian juga menunjukkan buah ini bisa mencegah kanker usus, selain mencegah kandungan kolesterol yang tinggi dalam darah dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh”.
      Menurut Al Leong dari Johncola Pitaya Food R&D, organisasi yang meneliti buah naga merah , buah kaktus madu itu cukup kaya dengan berbagai zat vitamin dan mineral yang sangat membantu meningkatkan daya tahan dan bermanfaat bagi metabolisme dalam tubuh manusia.
      Lagalus.com (http://www.lagalus.com/2012/01/manfaat-buah-naga.html, diakses pada21 Maret 2012 pukul 15.50 WIB) menyatakan, “ Manfaat Buah Naga sangat beraneka ragam. Buah Naga atau dragon fruit merupakan tanaman kaktus pemanjat, disebut pemanjat karena batangnya memanjat tanaman lain untuk tumbuh dan berkembang. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis, sehingga sangat baik jika di budidayakan di Indonesia. Buah Naga memiliki kadar air yang tinggi yaitu sekitar 90% dari berat buah. Dengan rasanya yang manis, buah naga biasanya digunakan sebagai pelepas dahaga karena dapat mengembalikan kesegaran tubuh”.
      Untuk memperoleh manfaat dari buah naga ini secara maksimal, anda bisa membuatnya menjadi jus dan meminumnya secara rutin. Setiap cangkir jus buah naga merah memiliki kandungan sekitar 100kkal. Untuk memperoleh khasiatnya anda bisa mengonsumsilah secara langsung apabila anda tidak sempat membuatnya menjadi jus”.

      Hapus
  59. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  60. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  61. Nama : Reny
    Kelas : XII IPA 4
    No Absen : 29

    Dampak Positif Pendidikan Kejujuran Terhadap Pembentukan Karakter Remaja

    Pada era globalisasi yang serba canggih seperti sekarang ini, banyak hal yang bisa mempengaruhi karakter remaja baik hal baik maupun hal buruk Keinginan untuk mendapatkan sesuatu dengan cepat tanpa usaha merupakan salah satu contoh hal buruk yang seringkali membuat remaja menjadikan kebiasaan tidak jujur sebagai sesuatu yang lumrah dilakukan. Bermula dari mencontek saat sekolah hingga menjadi koruptor di dunia kerja merupakan salah satu contoh wajah kehidupan remaja Indonesia saat ini. Ada dua kasus korupsi yang menjerat dua orang muda saat ini yaitu Gayus Tambunan dan Dhana Widyatmika. Kasus yang terjadi inilah yang mendasari penulis ingin membahas mengenai pentingnya pendidikan kejujuran ditekankan orang tua dalam diri remaja agar karakter mereka terbentuk secara baik sehingga ke depannya tidak terseret pada hal-hal yang tidak baik. Seperti yang dikemukakan dalam http://www.pendidikankarakter.com/, ”Karakter adalah kunci keberhasilan individu.” Dari pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa pembentukan karakter sangatlah penting bagi seorang individu.
    Seperti hukum alam, jika dibentuk dengan karakter yang baik, seorang remaja akan menjadi manusia yang baik, namun sebaliknya jika dibentuk dengan karakter yang tidak baik, seorang remaja akan menjadi manusia yang tidak baik pula. Oleh karena itu, orang tua perlu untuk mengetahui dampak positif yang akan diterima remaja bila mereka mendapatkan pendidikan kejujuran dalam keluarga. Orang tua dan remaja dapat saling berinteraksi untuk dapat menerima hasil yang maksimal dalam pendidikan kejujuran. Dengan mengetahui dampak positif yang dapat diterima dari suatu hal yang sebenarnya tidak terlalu sulit jika dilakukan sejak dini ini, akan menjadikan orang tua dan remaja dapat menerima hal positif. Selain itu, remaja juga dapat membiasakan hidup jujur sejak dini jika mereka mengetahui banyak hal positif yang akan ia terima.
    Dampak positif yang bisa didapatkan tentunya dapat memperkuat keinginan orang tua untuk mengajarkan pendidikan kejujuran dalam keluarga. Bagaimanapun keluarga adalah pilar utama yang menentukan cara hidup dan berperilaku seorang individu. Melalui keluarga-lah individu akan menerapkan nilai-nilai yang ia terima dalam keluarga sepanjang hidupnya. Melihat keuntungan yang dapat diterima remaja dan orang tua dalam mengetahui pentingnya pendidikan kejujuran ini, penulis ingin membahas apa saja dampak positif yang bisa diterima remaja jika orang tua membiasakan pendidikan karakter jujur dalam keluarga. Selain itu, penulis juga akan membahas apa saja contoh-contoh konkret dari dampak positif pendidikan kejujuran dalam pembentukan karakter remaja.

    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    4. Tampil lebih percaya diri dalam setiap kegiatan hidup karena merasakan ketentraman dalam hati nurani adalah dampak positif pertama yang didapatkan remaja dalam pendidikan kejujuran. Karakter remaja yang terbentuk percaya diri akan membuat remaja berpikir berulang kali untuk melakukan kecurangan dan tanggap melakukan sesuatu. Percaya diri adalah modal utama dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Ubaydillah dalam http://www.e-psikologi.com/remaja/101106… mengemukakan, “Kepercayaan-diri itu adalah efek dari bagaimana kita merasa, meyakini, dan mengetahui. Orang yang punya kepercayaan diri rendah atau kehilangan kepercayaan diri memiliki perasaan negatif terhadap dirinya, memiliki keyakinan lemah terhadap kemampuan dirinya dan punya pengetahuan yang kurang akurat terhadap kapasitas yang dimilikinya.” Hal tersebut membuktikan sikap jujur sangat berkaitan erat dengan rasa percaya diri seseorang. Remaja yang jujur akan meyakini apa yang ia lakukan tanpa harus merasa ketakutan bila ketahuan berbuat kecurangan seperti remaja yang berbohong.
      Menjauhkan diri dari buruk sangka adalah dampak positif kedua yang bisa didapatkan remaja. Banyaknya orang yang tidak jujur di zaman sekarang ini akan membuat remaja juga merasa ragu untuk percaya bahkan kepada keluarga dan teman dekatnya. Pembiasaan sikap jujur dalam keluarga sejak dini akan membuat remaja juga bersikap jujur dan tidak berprasangka buruk pada orang lain Karakter remaja yang selalu positive thinking akan membuatnya selalu melihat hal-hal positif yang bisa ia dapatkan dalam melakukan sesuatu dengan menggunakan cara yang positif pula. Dengan begitu, remaja akan mampu mendapatkan pencapaian maksimal dalam sekolah maupun dunia kerjanya kelak. Contoh konkret perjalanan remaja yang sekarang telah menjadi miliarder di usia sangat muda adalah Merry Riana. Awalnya sebagai remaja yang kuliah di luar negeri, ia bermimpi untuk menjadi sukses. Dengan pendidikan kejujuran yang ditanamkan orang tuanya dalam keluarga, ia tidak berlaku curang di sana. Ia berjuang dengan kemampuannya dengan selalu positive thinking menjalani setiap kegiatannya. Akhirnya, tentu saja ia menjadi sukses seperti apa yang ia inginkan.

      Hapus
    5. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    6. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    7. Mudah dipercaya oleh orang lain merupakan dampak positif keempat yang dapat diterima remaja. Dalam pergaulan sekarang sangatlah sulit menemukan orang yang jujur. Dalam dunia kerja yang akan ditapaki remaja nanti, jujur adalah nilai lebih yang akan dilihat klien sangat bertransaksi. Dengan kata lain, walaupun jasa atau barang yang ditawarkan sama, jika remaja sudah terbiasa dengan kejujuran, ia akan lebih dipilih. Hal tersebut tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi perkembangan finansialnya. Dapat dikatakan, ia telah memiliki aset besar untuk menjalankan usahaya di masa yang akan datang, yaitu kejujuran.
      Menghindari diri dari sikap menyakiti orang lain adalah dampak positif kelima yang bisa didapatkan remaja. Disadari atau tidak orang yang tidak jujur akan menyakiti perasaan orang lain. Pembentukan karakter remaja yang memiliki nilai-nilai kejujuran akan membuatnya jauh dari kelakuan yang menyakiti orang lain. Sekarang ini banyak kasus pencurian, pembunuhan, bahkan perselingkuhan yang berakibat pada hilangnya nyawa orang lain. Begitu menakjubkan arti sebuah kejujuran hingga seorang manusia bisa melakukan perbuatan keji kepada orang lain tanpa rasa bersalah. Remaja yang dibiasakan dengan hidup jujur akan mempengaruhi karakternya hingga mampu menghargai dan dihargai orang lain. Ia akan mengetahui betapa bahagianya hidup berdampingan dengan orang lain tanpa saling menyakiti.
      Memiliki pedoman hidup yang akan diwariskan pada keturunannya kelak adalah dampak positif terakhir yang penulis bahas dari banyak lainnya dampak positif yang bisa didapatkan remaja dari pendidikan kejujuran. Seperti kata pepatah ” Buah yang jatuh tidak akan pernah jauh dari pohonnya”, begitu pula dengan kelakuan dan pendidikan orang tua yang akan diikuti anaknya. Kemudian, kelakuan dan pendidikan yang diberikan oleh orang tuanya itu akan diberikan pada anaknya kelak, dan anaknya kelak akan memberikan hal yang sama pada generasi berikutnya, dan akan begitu seterusnya. Jika sudah begini, bukan remaja dan orang tua saja yang mendapatkan dampak positif , tapi juga generasi mereka berikutnya. Contoh konkret dari dampak positif ini adalah kisah hidup Prof. dr. Hardi Darmawan, M.P.H dan istrinya dr. Indrawati Hardi. Mereka mendidik anak mereka dengan pola hidup jujur sehingga anaknya menjadi orang yang mengikuti kesuskesan orang tuanya menjadi seorang dokter. Mereka juga mewariskan pendidikan itu kepada anak mereka sekarang. Hal ini membuktikan bahwa pola hidup yang telah dibiasakan tidak akan pernah mati melainkan terus berkembang.

      ****

      Dari uraian mengenai dampak positif pendidikan kejujuran di atas, kita dapat mengetahui bahwa pendidikan kejujuran dapat membentuk banyak karakter baik lainnya dalam diri remaja antara lain karakter percaya diri dan selalu berpikiran positif yang mampu menjadikan remaja mudah dipercaya orang lain. Karakter-karakter ini menjadi satu bagian yang padu yang akan membentuk remaja manjadi manusia yang bermoral dan dapat menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik ke depannya. Remaja yang berpedoman pada nilai-nilai kejujuran juga akan membentuk generasi bangsa berikutnya dengan karakter yang jauh lebih baik. Maka, orang tua sebaiknya mulai memberikan pendidikan kejujuran dalam diri remaja sebagai mata pelajaran wajib di rumah. Meluangkan sedikit waktu untuk melakukan hal tersebut akan memberikan manfaat berkali-kali lipat lebih banyak dari waktu yang telah dikorbankan.

      Hapus
  62. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  63. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  64. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  65. Nama : Hatta Iskandar
    Kelas : XII IPA 4
    No Absen: 10


    Dampak Tanaman Ciplukan Bagi Kesehatan Tubuh

    Ketika kita mendengar nama tanaman ciplukan, mungkin timbul banyak pertanyaan dari diri kita tentang apa itu ciplukan? Bagaimana sih bentuk ciplukan itu? Dan apa manfaat ciplukan? Wajar bila timbul pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam diri kita. Tanaman ciplukan memang nama tanaman yang jarang dan hampir tidak pernah kita dengar, namanya pun hampir tidak pernah kita dengar dan ketahui apalagi bentuk dari tanaman itu sendiri.
    Tanaman ciplukan biasa dikenal dengan nama daerah keceplokan, nyornyoran atau cecenet/ cecender. Tanaman ciplukan itu sendiri merupakan tanaman yang tergolong sebagai tanaman liar, ciplukan dapat kita temukan di tanah-tanah kosong yang tidak terlalu becek. Seperti pinggir selokan, pinggiran rel kereta api, pinggir-pinggir kebun, dan lereng-lereng tebing sungai dan pegunungan. Tanaman ini berdiri tegak dengan tinggi antara 30 cm sampai 50cm dan berbatang berwarna hijau persegi, bercabang, dan berambut pendek. Permukaan atas daun bewarna hijau dan permukaan bawah daun bewarna hijau muda dan berambut.
    Tanaman ini cenderung hanya dianggap sebagai tanaman liar biasa, tapi sebenarnya tanaman ciplukan ini bukan hanya sekedar tanaman liar biasa. Tanaman ciplukan bisa dikonsumsi bagi tubuh, dan bagian yang dimakan dari tanaman ciplungak ini adalah buahnya. Buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna coklat dengan rasa asam-asam manis. Tanaman ciplukan merupakan tanaman obat herbal alami yang memiliki khasiat-khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh kita, karena tanaman ciplukan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dalam tubuh.
    Ketidaktahuan masyarakat atau orang-orang akan tanaman ciplukan inilah yang semestinya diubah, jelas sudah tanaman ciplukan bukan hanya tanaman liar biasa yang tumbuh dipinggir selokan. Akan tetapi ciplukan merupakan tanaman obat yang baik bagi kesehatan dan dapat dikonsumsi buahnya.
    ****

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penggunaan dari tanaman ciplukan oleh masyarakat, pada umumnya akar dari tanaman ciplukan hanya digunakan sebagai obat cacing dan penurun demam. Daunnya digunakan untuk penyembuhan patah tulang, busung air, bisu, borok, penguat jantung, keseleo, nyeri perut, dan kencing nanah. Buah ciplukan sendiri sering dimakan, untuk mengobati epilepsy, tidak dapat kencing dan penyakit kuning.
      Masih banyak lagi khasiat yang ditimbulkan dari penggunaan tanaman ciplukan bagi kesehatan tubuh. Penggunaanya pun beragam, tergantung dengan penyakit yang ingin disembuhkan (http://www.prasko.com/2011/04/khasiat-ciplukan.html, diakses pada 24 Maret 2012) mengumakakan;


      Khasiat Ciplukan :
      1. Mengobati Influenza
      Tanaman 9-15 gram direbus, minum. Penetral racun untuk influenza, 3 pohon dipotong 5 cm, rebus didalam 4 gelas air, sisakan 2 gelas, saring, minum.
      2. Mengobati Sakit Tenggorokan
      Tanaman 9-15 gram direbus, diminum.
      3. Mengobati Batuk Rejan (Pertusis)
      Tanaman 9-15 gram, direbus, diminum.
      4. Mengobati Bronchitis
      Tanaman 9-15 gram, direbus, diminum.
      5. Mengobati Gondongan (Parotitis)
      Tanaman 9-15 gram, direbus, diminum.
      6. Mengobati Pembengkakan Buah Pelir (Orchitis)
      Tanaman 9-15 gram, direbus, diminum.
      7. Mengobati Bisul
      Daun ciplukan 1/2 genggam dicuci, digiling halus, diturapkan pada bisul dan sekelilingnya, lalu dibalut. diganti 2X sehari.
      8. Mengobati Borok
      Daun ciplukan 1/3 genggam dicuci, digiling halus, ditambah air kapur sirih secukupnya untuk menurap borok. Diganti 2X sehari.
      9. Mengobati Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
      Tanaman direbus dengan 3 gelas air jadi 1 gelas, saring dan minum.
      10. Mengobati Sakit Paru-Paru
      Tanaman ciplukan lengkap direbus dengan 3-5 gelas air mendidih, saring, minum airnya 3X sehari 1 cangkir.
      11. Mengobati Ayan
      Buah ciplukan 8-10 butir dimakan setiap hari
      12. Mengobati Pembengkakan Prostat
      Tanaman 9-15 gram rebus dan minum

      ****
      Beberapa orang memang belum menyadari manfaat dari tanaman ciplukan itu sendiri, dan beberapa orang pun ada yang hanya menganggap tanaman ciplukan itu hanya sebagai tanaman liat. Sangat disayangkan apabila tanaman ciplukan yang memiliki khasiat-khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh tersebut dibabat bersama tanaman ilalang dan tanaman liar lainnya. Akan lebih baik apabila masyarakat mengetahui manfaat tanaman disekitar kita. Tanaman ciplukan boleh di lihat oleh beberapa orang hanya sebagai tanaman liar biasa, tapi dibalik itu tanaman ciplukan menyimpan banyak khasiat bagi kesehatan tubuh. Maka dari itu, jangalah kita melihat tanaman ciplukan berdasar dari tempat habitat ia tumbuh dan bentuknya, tetapi lihatlah dari khasiat yang ditimbulkannya.

      Hapus

Gunakan email masing-masing. Harap ditulis nama, kelas, dan nomor absen.