Senin, 20 September 2010

MENULIS CERITA PENDEK

 Dari Crayonpedia

Langkah menulis cerpen tidak jauh berbeda dengan mengarang pada umumnya. Berikut ini adalah tahap-tahap penulisan cerpen.

1.    Menentukan tema cerpen. Tema merupakan permasalahan dasar yang menjadi pusat perhatian dan akan diuraikan agar menjadi jelas. Tema sangat berkaitan dengan amanat/pesan/tujuan yang hendak disampaikan kepada diri pembaca. Tema dapat diperoleh dari proses menggali pengalaman-pengalaman yang mengendap atau refleksi peristiwa vang baru dialaminya.

2.    Mengumpulkan data-data, keterangan, informasi, dokumen yang terkait dengan peristiwa/pengalaman yang menjadi sumber inspirasi cerita.

3.    Menentukan garis besar alur atau plot cerita. Secara bersamaan dengan tahap ini, menciptakan tokoh dan menentukan latar cerita.

4.    Menetapkan titik pusat kisahan atau sudut pandang pengarang.

5.    Mengembangkan garis besar cerita menjadi cerita utuh.

6.    Memeriksa ejaan, diksi, dan unsur-unsur kebahasaan lain serta memperbaikinya jika terdapat kekeliruan.


Aktivitas Diri
1.      Berdasarkan pengalaman hidup teman yang telah kamu dengarkan pada kegiatan di atas atau dari sumber lain, karanglah sebuah cerpen.
2.      Tulislah cerpen di buku tugasmu! Setelah selesai tunjukkanlah kepada temanmu yang kisah kehidupannya kamu ceritakan dalam cerpen tersebut. Mintalah ia mengemukakan pendapatnya sekaligus memeriksa ejaan cerpen.
3.      Perbaikilah cerpenmu berdasarkan masukan atau saran dari temanmu. Jika telah menjadi cerita yang memenuhi unsur cerpen dan menarik, ketiklah cerpenmu secara rapih di kertas kuarto.
4.      Tulislah di bagian bawah cerpenmu data tentang pengalaman yang menjadi sumber inspirasi cerita. Sebutkan nama pemilik pengalaman dan data-data peristiwanya.
5.      Setelah selesai, kumpulkanlah kepada gurumu untuk diperiksa dan dinilai.

Menulis Cerpen Berdasarkan Kehidupan Orang Lain (pelaku,peristiwa, latar)
Salah satu jenis karya sastra yang cukup diminati kalangan remaja adalah cerpen. Dengan ceritanya yang pendek dan tidak terlalu kompleks,cerpen cocok dijadikan bacaan di waktu senggang Berawal dari kegemaran membaca, banyak pembaca yang kemudian tertarik untuk mencoba mengarang cerpen sendiri. Menulis cerpen ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Siapa pun orang mampu menyusun kalimat dengan baik, punya pengalaman hidup, dan mampu berimajinasi akan mampu mengarang cerpen. Yang penting, berani mencoba, tekun berlatih, dan tidak lekas putus asa.
Cerpen merupakan cerita yang bersifat khayalan dan kebenarannya hanya sebatas dalam imajinasi pengarang. Namun, biasanya, cerpen adalah refleksi kehidupan masyarakat. Cerita yang diangkat merupakan apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Secara umum, cerpen (short story) sama dengan prosa fiksi lainnya yang dibangun atas unsur ekstrinsik dan intrinsik. Dalam cerpen, juga terdapat unsur tema, tokoh, latar, sudut pandang pengarang, dan dialog. Meskipun demikian, ada sifat-sifat khusus cerpen yang membedakannya dengan prosa fiksi lainnya. Jika ingin belajar sungguh-sungguh menulis cerpen, kamu harus mengenali sifat-sifat khas tersebut sehingga cerita yang kamu tulis benar-benar menjadi sebuah cerpen.
Untuk mengetahui ciri-ciri atau karakteristik cerpen, berdiskusilah untuk menjawab pertanvaan-pertanyaan berikut:
1.      Berdasarkan jumlah kata atau halaman, berapa kira-kira panjang sebuah cerita dapat dikategorikan sebagai cerpen?
2.      Umumnya dalam sebuah cerpen terdapat berapa banyak tokoh?
3.      Menurutmu peristiwa yang dialami tokoh dalam cerpen itu bersifat fakta atau fiktif? Apakah dalam cerpen ada kejadian-kejadian yang bersifat irasional/tidak masuk akal?
4.      Bagaimanakah dengan kisah yang dialami tokoh, terjadi dalam kurun waktu yang panjang atau hanya berlangsung secara singkat?
5.      Bagaimana dengan ruang atau tempat kejadiannya, apakah di banyak tempat atau hanya di satu dua tempat saja?
6.      Bagaimana alur ceritanya, tunggal atau bercabang-cabang ? berapa kali terjadi klimaks dalam sebuah cerpen?
Dari jawaban-jawaban di atas, simpulkan batasan serta ciri-ciri sebuah cerpen. Pengarang yang kreatif tidak akan kebingungan mencari ide cerita, karena setiap orang punya pengalaman hidup. Pengalaman adalah sumber inspirasi yang terus terbarui dan tidak akan pernah habis digali. Tergantung bagaimana seseorang menggunakan perspektifnya dalam memandang dan memaknainya. Pengalaman akan suatu peristiwa kecil, sepele, dan singkat dapat memberi inspirasi untuk lahirnya ide cerita asalkan kita mampu menyelami dan menemukan nilai-nilai yang tersembunyi di balik peristiwa.

Pengalaman tidak selalu datang dari kejadian yang dialami diri sendiri, tetapi juga bisa berasal dari kehidupan orang lain. Pengalaman dari orang lain itu bisa diperoleh secara langsung dari narasumbernya. Hal itu terjadi saat kita mendengarkan seseorang membagi pengalaman hidupnya Pengalaman itu juga dapat diperoleh secara tidak langsung melalui tulisan atau penuturan pihak ketiga.

Dalam kehidupan pribadi banyak cerita yang akan ditulis, tetapi saya bingung memulainya dari mana. Bisa gak sih kalo dalam penulisan cerita tersebut disusun berdasarkan kejadian/pengalaman pribadi? Sebenarnya semua penulis fiksi menulis cerpen/novel/puisi berdasarkan pengalaman pribadi. Pengertian “pengalaman pribadi” di sini sangat luas, mencakup:
  • Hal-hal yang kita alami
  • Hal-hal yang kita pikirkan
  • Hal-hal yang kita rasakan
  • Kejadian atau peristiwa tertentu di luar sana yang kita lihat
  • Curhat seorang teman pada kita
  • Adegan film yang kita tonton dan membuat kita tersentuh
  • dan sebagainya.
Sebagai contoh: Seorang teman Anda – bernama A – curhat pada Anda mengenai masalah pribadinya. Dia sedang bertengkar dengan istrinya. Curhat si A ini mendatangkan ide bagi Anda untuk menulis sebuah cerpen.
Memang kejadian “bertengkar dengan istri” ini dialami oleh si A. Tapi dalam konteks ide penulisan, kejadian ini termasuk “pengalaman pribadi saya”, karena saya sudah mendengarkan cerita mengenai hal ini dari si A. Saya mendengarkan sebuah cerita, mana cerita itu merupakan pengalaman pribadi bagi saya.

Jadi, Anda kira kita sudah tahu apa jawaban atas pertanyaan di atas, bukan? Anda masih bingung tentang cara mulai menulisnya? Lacak terus dan baca!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Gunakan email masing-masing. Harap ditulis nama, kelas, dan nomor absen.