Selasa, 21 September 2010

MENGEMBANGKAN IDE TULISAN

Submitted by team e-penulis on Jum, 21/11/2008 - 10:14am.
 
Bagi seorang penulis mengembangan ide menjadi sebuah wacana memang merupakan suatu rutinitas dan kinerja yang menjadi bagian kehidupannya setiap hari. Nemun, bagi kalangan pembelajar atau penulis pemula, mengembangkan ide menjadi sebuah wacana masih merupakan tugas berat yang penuh tantangan dan kesulitan. Lantas, bagaimana bila hal itu terjadi di dalam lingkup pendidikan di kelas, lebih spesifik dialami dan dihadapi oleh seorang guru, terutama guru bahasa, khususnya bahasa Indonesia?

Memang banyak tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh seorang guru bahasa Indonesia. Banyak kesulitan yang dihadapi dalam memberikan pelajaran menulis sebagai suatu keterampilan sesuai dengan konteks tingkat dan jenis pendidikannya. Bagaimana penulis mengembangkan ide untuk menulis? 

Penulis menggunakan banyak cara, dan saya berani bertaruh bahwa sebagian besar cara-cara tersebut melibatkan menulis itu sendiri. Bayangkan seorang komposer yang hendak mengarang sebuah lagu dengan memainkan not-not keyboard. Bayangkan seorang pemahat membuat ide untuk sebuah patung dengan membentuk-bentuk ulang sebongkah tanah liat. Bayangkan seorang penjahit selimut yang hendak membuat pola motif selimut dengan merancang dan merancang kembali beragam kain. Semua usaha kreatif melalui beberapa tahap awal di mana pencipta menghasilkan ide-ide, menghapus beberapa ide, dan bermain-main dengan ide yang merebut imajinasi atau yang cocok. Setiap pencipta mengembangkan ide dengan tenggelam dan memikirkan sesuatu dalam media tertentu. Demikian juga dengan menulis. Dalam dunia kepenulisan, tahapan awal pengembangan ide itu disebut "pratulis".

Pratulis biasanya berantakan -- banyak ide tersebar di mana-mana -- seperti penjahit selimut dengan potongan kainnya yang berserakan di lantai rumah. Bagi kebanyakan orang, berantakan dan tidak ambil peduli dengan logika, pola, atau bentuk akhir adalah suatu kebebasan. Itulah tujuan dari pratulis; menjadi sebebas mungkin dalam membangkitkan ide-ide. Jika Anda sangat terganggu dengan ketidakrapian, maka pratulis bisa disebut sebagai prarencana, sebagai alat untuk membangkitkan ide-ide dan data yang dapat membantu Anda menciptakan draf esai. Sebaliknya, pratulis adalah sebuah tahap pengeraman ide, salah satu cara untuk membangkitkan ide dan menangkap pemikiran Anda dengan menulis.

Ide-ide penulisan berkembang dengan banyak cara, dan teknik pratulis mencoba untuk menunjukkan beragam cara di mana ide dapat berkembang. Berikut beberapa bentuk pratulis yang bertujuan untuk membantu Anda membawa ide-ide dan minat di bawah kesadaran Anda menjadi sesuatu yang kita sadari (penolong jika kita hendak mengisi kertas kosong saat kita diminta untuk "menulis tentang sesuatu yang menarik minat kita"):
1.    tulisan bebas,
1.1  mencari ide,
1.2  pengelompokan/pemetaan, dan
1.3  memelihara jurnal pribadi.
Bentuk-bentuk lain dari pratulis yang ditujukan untuk membantu Anda membangkitkan dan juga memfokuskan diri mengenai suatu subjek yang telah Anda pilih, adalah:
  1. menanyakan sesuatu tentang suatu subjek, dan
  2. membuat daftar.
Bentuk pratulis lain juga ditujukan untuk membantu Anda menghasilkan ide Anda sendiri dalam menanggapi ide orang lain, yaitu:
1.      meresponi sebuah teks,
2.      memelihara jurnal harian, dan
3.      meresponi sebuah tugas tertentu.

Menulis Bebas
Menulis bebas membantu Anda mengidentifikasi subjek-subjek yang menjadi minat Anda. Secara tidak sadar, Anda tahu apa yang menjadi minat Anda, tetapi belum dapat mengidentifikasinya secara sadar, dan diharapkan Anda dapat menyadari minat Anda itu dengan menuliskannya secara bebas (sebab menulis sama dengan berpikir). Menulis bebas seperti menulis dengan aliran kesadaran di mana Anda menulis apa yang ada di pikiran Anda. Setelah Anda membuat beberapa tulisan bebas, Anda akan mendapati bahwa Anda cenderung kembali ke satu subjek berulang kali. Subjek yang berulang kali Anda tulis adalah subjek yang baik untuk Anda kembangkan melalui penulisan, sebab hal tersebut jelas merupakan sesuatu yang penting di pikiran Anda.

Untuk menulis bebas, gunakan komputer Anda atau ambillah selembar kertas dan pensil, apa pun yang menurut Anda nyaman. Ambil pengatur waktu. Setel waktu lima menit. Tulislah apa yang ada dalam pikiran Anda dalam lima menit tanpa memusingkan diri dengan kesempurnaan, kalimat yang baik, dan ejaan atau tanda baca yang benar. Bahkan, jangan pedulikan masuk akal atau tidaknya juga tulisan Anda. Berkonsentrasilah hanya untuk merekam semua pikiran Anda dan memenuhi ruang yang ada dengan sebanyak mungkin tulisan selama lima menit itu. Jika Anda tidak menulis sesuatu, tulis saja: "tidak tahu tidak tahu" sampai Anda mendapat ide lain. Jika menurut Anda latihan ini sangat bodoh, maka tulislah: "ini bodoh ini bodoh" sampai Anda mendapat ide lain. Ingat, tujuan dari menulis bebas adalah untuk mengisi halaman kosong dengan sebanyak mungkin kata selama lima menit menulis. 

Setelah 5 menit, beristirahatlah selama 1 menit dan bacalah apa yang telah Anda tulis, lalu lakukan lagi prosedur penulisan bebas tersebut minimal dua atau lebih kali lagi. Setelah sampai pada tahap itu, berhentilah dan lakukan yang lain. Lakukan serangkaian prosedur penulisan bebas dalam waktu lima menit itu beberapa jam kemudian. Anda mungkin dapat memahami benang merah (ide-ide yang berulang kali tertulis) setelah Anda menulis bebas beberapa kali. Ide-ide yang Anda ulang adalah ide-ide yang bagus untuk esai sebab ide-ide itulah yang menjadi minat Anda.

Mencari Ide/Brainstorming
Mencari ide/brainstorming, seperti halnya menulis bebas, adalah teknik sebelum menulis yang dirancang untuk membawa ide-ide di bawah sadar menjadi ide-ide yang kita sadari. Cara ini adalah cara yang bagus ketika Anda sudah mengetahui subjek umum yang Anda minati, namun belum mengetahui aspek apa dalam subjek itu yang akan Anda titikberatkan. Brainstorming adalah teknik yang dilakukan secara sadar di mana Anda secara cepat merekam semua ide yang berhubungan dengan subjek utama tersebut. Semua ide sama-sama dapat diterima; tujuan dari brainstorming adalah untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin ide yang berhubungan dengan subjek itu. Kemungkinan besar Anda sudah pernah melakukan brainstorming di tempat kerja atau pernah melihatnya di televisi atau film.

Pengelompokkan/Pemetaan
Pengelompokkan/Pemetaan dapat membantu Anda menyadari ragam cara untuk memikirkan suatu subjek. Untuk melakukan pengklasifikasian atau "pemetaan pikiran", tuliskanlah subjek utama Anda di tengah sebuah kertas kosong. Lalu, tuliskanlah secara cepat ide-ide yang berhubungan dengan subjek tersebut di seluruh ruang kosong lembaran kertas Anda. Apabila satu ide mengembangkan ide yang lain, gabungkan mereka dengan garis penghubung dan lingkaran untuk membentuk kelompok-kelompok ide. Tujuan utama dari cara ini adalah untuk menggunakan garis dan lingkaran untuk menunjukkan secara visual bagaimana ide-ide Anda dapat saling berkaitan dan juga berkaitan dengan subjek utama.

Sebuah kelompok atau peta menggabungkan dua tahapan brainstorming (merekam ide-ide dan kemudian mengelompokkan mereka) menjadi satu. Cara ini juga dapat membuat Anda melihat sekilas aspek-aspek subjek mana yang dapat Anda tulis lebih banyak, sehingga hal ini dapat membantu Anda untuk memutuskan bagaimana memfokuskan sebuah subjek yang luas menjadi tulisan.


Memelihara Jurnal Pribadi
Sebuah jurnal pribadi itu cara bagus yang akan terus-menerus merekam semua observasi dan pemikiran Anda -- respons pribadi Anda terhadap dunia -- lalu mengembangkan ide untuk menulis. Sebuah jurnal pribadi lebih dari sekadar catatan mengenai apa yang terjadi dalam hidup Anda (lebih dari sekadar "hari Senin, saya pergi ke perpustakaan; hari Selasa, saya kerja sampai malam"). Jurnal pribadi adalah rekaman semua observasi, perasaan, dan refleksi diri terhadap semua pengalaman Anda. 

Anda mungkin mau menulis tentang sebuah kejadian yang Anda amati, tentang seseorang, sebuah tempat, pengalaman penting masa kecil Anda, reaksi yang berbeda atas sebuah situasi, isu yang sedang hangat, tujuan, masalah etika, atau subjek lainnya yang menarik perhatian Anda dan memenuhi pikiran Anda. Anggap diri Anda sebagai seorang penyelidik dan tanyalah pada diri Anda mengapa sesuatu itu seperti kelihatannya, mengapa seseorang merespons situasi tertentu dengan beragam cara, apa ciri-ciri khusus yang dimiliki seseorang, sebuah tempat atau sebuah benda, atau bagaimana sesuatu terjadi. Dengan kata lain, pikirkanlah tentang apa yang Anda amati dan tulislah pemikiran-pemikiran tersebut ke dalam jurnal Anda.

Menanyakan Sesuatu Tentang Suatu Subjek
Bertanya adalah bentuk serbaguna pratulis. Anda dapat bertanya untuk mengembangkan sebuah perspektif mengenai suatu subjek yang ingin Anda tulis, untuk mempersempit subjek yang telah Anda pilih, dan untuk menentukan apakah subjek pilihan Anda dapat ditulis dengan mudah (khususnya jika Anda menulis karya ilmiah).

Bertanya untuk Mengembangkan Sebuah Perspektif Mengenai Sebuah Subjek
Bertanyalah mengenai "siapa", "apa", "kapan", "di mana", "mengapa", dan "bagaimana" suatu subjek untuk menangkap batasan subjek tersebut dan bagaimana Anda dapat mendekati subjek itu -- sudut mana yang nampaknya masuk akal untuk Anda ambil saat memikirkan subjek itu.

Bertanya untuk Mempersempit Sebuah Subjek
Bertanyalah mengenai subjek Anda dan gunakan jawabannya untuk membuka pertanyaan lain sampai Anda mendapati sebuah pertanyaan bagus untuk berhenti (pertanyaan terfokus yang Anda tahu dapat diteliti, atau pertanyaan terfokus yang dapat Anda jawab sendiri dengan memberikan contoh-contoh dan detail-detail).

Membuat Daftar
Membuat daftar berarti mencatat ide-ide yang berhubungan langsung dengan subjek tertentu. Membuat daftar lebih terarah daripada mengumpulkan ide (brainstorming) atau menulis bebas; apabila Anda memutuskan untuk membuat daftar sebagai sebuah bentuk pratulis, maka Anda telah memiliki fokus khusus Anda mengenai subjek dan beragam aspek yang berkaitan dengan fokus tersebut. Anda dapat memperluas atau menghapus beberapa isi daftar seiring Anda mengerjakannya, dan memang diharapkan seperti itu. Sebuah daftar adalah alat untuk menangkap apa yang dapat Anda pikirkan mengenai semua aspek yang berhubungan dengan fokus subjek. 

Misalnya:
Subjek Terfokus: cara-cara di mana komunikasi dapat mengalir dalam sebuah organisasi.
1.    Atasan-bawahan tradisional -- para manajer memberikan informasi dan mengeluarkan perintah bagi bawahan.
2.    Bawahan-atasan -- lebih langka, di mana manajemen membuka pintu untuk menerima informasi-informasi dan saran-saran dari karyawan untuk perusahaan.
3.    Lintas departemen -- di mana orang-orang dengan status setara saling berbagi informasi.
4.    Tim kerja -- yang mungkin melibatkan anggota dari berbagai level organisasi, yang berkumpul bersama untuk suatu proyek tertentu.
5.    Selentingan -- yang menembus semua level organisasi dan merupakan yang tersulit untuk dikendalikan.

Meresponi Sebuah Teks
Banyak penulis mengembangkan ide dari membaca. Misalnya, apa pendapat Anda mengenai sebuah artikel tentang perusahaan-perusahaan besar yang keluar dari AS untuk menghemat biaya (membayar para pekerja $1 per hari daripada $18 per jam)? Bagaimana pendapat Anda tentang editorial sebuah surat kabar yang mendukung/menentang kuota untuk memastikan lapangan kerja yang merata? Bagaimana pendapat Anda mengenai ide yang ditawarkan oleh sebuah buku pelajaran di sebuah universitas, bahwa Amerika Serikat adalah masyarakat yang didominasi oleh struktur kelas tradisional? Membaca dapat memunculkan banyak ide untuk penulisan, dan dipastikan bahwa Anda akan diminta untuk merespons sebuah teks dengan ide Anda sendiri.

Anda dapat melakukan pratulis untuk sebuah esai dengan menuliskan ide-ide sambil Anda membaca. Catat pikiran-pikiran Anda. Setuju atau tidak setuju dengan ide orang lain, dan tuliskan alasan Anda. Tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang muncul ketika Anda membaca. Pada pokoknya, lakukan dialog Anda sendiri dengan penulis teks tersebut, seolah-olah Anda sedang berbicara kepadanya, dan tuliskan dialog tersebut supaya Anda dapat mendapatkan kembali idenya di waktu mendatang.

Memelihara Jurnal Respons
Jurnal respons memungkinkan Anda untuk merefleksikan dan mencatat refleksi-refleksi tersebut saat dan setelah Anda membaca. Metode ini sangat bagus untuk meresponi sebuah teks yang kompleks, dan merupakan teknik yang bagus untuk membangkitkan ide-ide untuk menulis. Anda dapat bertanya dan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam sebuah jurnal respons:
  • Apa inti argumen penulis dan poin penting apa saja yang mendukung ide tersebut?
  • Apakah saya setuju atau tidak setuju dengan inti argumen itu? Mengapa?
  • Apakah informasi tersebut berlaku untuk sesuatu hal yang telah saya ketahui?
Sebuah jurnal respons juga memberikan kesempatan untuk mencatat pikiran dan reaksi Anda terhadap teks.

Bekerja dengan Pratulis: Berpindah dari Diri kepada Subjek
Inti dari pratulis adalah mencatat serangkaian pemikiran sehingga Anda memunyai sebuah kolam untuk menampung ide dari esai Anda. Anda mungkin telah mencatat secara campur aduk informasi-informasi dan ide-ide. Saya menganggap pratulisan saya sebagai sesuatu yang berhamburan. Pratulisan saya cenderung seperti barang-barang yang ada dalam pikiran sehingga saya harus menumpahkannya ke selembar kertas (oke, jadi saya memunyai sesuatu yang berantakan berserakkan di dalam kepala saya). Kemudian, tugas selanjutnya adalah menyortir barang-barang itu, memilih beberapa dan membuang suatu barang, sehingga saya berpindah dari kecampuradukan informasi ke sebuah fokus yang dapat saya kembangkan dan mendukung sebuah esai.

Pada pokoknya, ketika melakukan pratulis, Anda perlu berpindah dari diri kepada subjek. Sepenting apa pun sebuah pratulis dalam membantu Anda mengidentifikasi ide-ide untuk menulis, data pratulis sendirian tidak dapat menyediakan cukup informasi untuk menulis seluruh esai. Pratulis hanya dihasilkan oleh semua pengalaman, pengamatan, dan pemikiran Anda. Untuk mengembangkan sebuah esai, Anda mungkin perlu memasukkan beberapa pengalaman, pengamatan, dan pemikiran tambahan -- informasi-informasi yang tidak hanya merefleksikan pengalaman-pengalaman tertentu Anda, tetapi juga pengalaman manusia pada umumnya. Sebuah esai selalu menggunakan pengertian dan pemikiran Anda sendiri sebagai dasarnya, tetapi juga meluas sehingga pemikiran tersebut memiliki relevansi bagi orang lain. (Kolom koran gabungan milik Dave Barry memberikan contoh yang bagus. 

Satu esai khusus yang menceritakan pengalamannya dengan toilet baru, tipe toilet yang tidak menggunakan banyak air dan karena itu tidak dapat menyiram dengan baik. Dia menggunakan pengalamannya sendiri sebagai dasar untuk refleksi yang lebih luas mengenai masalah-masalah dengan teknologi modern dan masalah perundang-undangan, hal-hal yang kebanyakan orang dewasa dapat kaitkan satu sama lain melalui suatu cara.) Jadi, bagaimana cara Anda berpindah dari diri kepada subjek dalam melakukan pratulis?
  • Tinjau ulang pratulisan Anda untuk mengidentifikasi berbagai ide utama yang ada dalam pratulis.
  • Daftarkan ide-ide tersebut.
  • Tulislah ide-ide tersebut dalam kalimat tesis. Yakni, membuat pernyataan yang menjelaskan pengertian atau ide Anda mengenai topik, dan menuliskan pertanyaan tersebut dalam bentuk kalimat lengkap.
Menggarap tesis, yang dapat dikembangkan dari pratulis, adalah kunci untuk menulis sebuah esai. (t/Hilda)
Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
Nama situs
:
Empire State College
Judul asli artikel
:
Developing Ideas for Writing (Prewriting)
Penulis
:
Tidak dicantumkan
Alamat URL
:
http://www.esc.edu/ESConline/Across_ESC/WritersComplex. nsf/3CC42A422514347A8525671D0049F395/CE2B510E7D9975AE852569C3006ACCCC? OpenDocument#prewriting

Mengenali Pembaca

Submitted by team e-penulis on Rab, 18/06/2008 - 9:51am.
 
Jika Anda ingin pembaca Anda merasakan apa yang Anda rasakan, atau memercayai apa yang Anda percayai, Anda harus menjalin sebuah hubungan dengan mereka. Untuk mengembangkan hubungan semacam itu, cari tahulah kesamaan yang Anda dan pembaca Anda miliki: asumsi, sudut pandang, pengalaman, pengetahuan, dan latar belakang. Anda kemudian dapat menggunakan kesamaan itu sebagai jembatan menuju pengalaman atau pemikiran yang tidak Anda ungkapkan.

Saat Anda memikirkan karakteristik pembaca Anda, coba uji apakah Anda dapat mengelompokkan pembaca menurut seberapa banyak yang mereka tahu tentang subjek tulisan Anda dan kemungkinan reaksi yang muncul terhadap tulisan Anda.

1.                  Pembaca Umum
Penulisan yang ditujukan untuk pembaca umum tidak menanggung tingkat pengetahuan khusus tentang subjek atau pokok penulisan. Pembaca ini mungkin bekerja dengan spesialisasi tinggi dan memiliki sejumlah minat tertentu, namun saat pembaca seperti ini menyimak majalah dengan beragam rubrik, seperti Ebony, Newsweek, People, Psychology Today, Sports Illustrated, atau National Geographic, mereka berharap menemukan artikel yang ditulis dalam bahasa standar nonteknis yang dapat dengan mudah dipahami, dengan definisi dan penjelasan yang disediakan untuk istilah-istilah tidak umum. Mereka seperti Anda; mereka ingin mendapat informasi tanpa harus menguasai bidang tertentu.

2.                  Pembaca dengan Spesialisasi
Penulis dapat mengambil keuntungan dari minat pembaca pada spesialisasinya serta tingkat pengetahuan tertentu mengenai hal tersebut. Pembaca seperti ini dapat memahami informasi, gagasan, dan bahasa khusus, atau jargon, yang tidak akan cocok ditujukan pada pembaca umum. Kini, banyak majalah yang diterbitkan untuk pembaca yang memiliki minat pada suatu bidang khusus tertentu, antara lain Antique Monthly, Chemical and Engineering News, The Chronicle of Higher Education, Model Railroder, Industrial Marketing, Journal of American History, dan Indiana Farmer.

3.                  Pembaca Pemula dan Ahli
Salah satu tugas Anda sebagai penulis adalah memperkirakan tingkat keahlian pembaca Anda. Bahkan di antara pembaca yang memiliki spesialisasi, mungkin terdapat tingkat keahlian yang benar-benar berbeda. Seorang pembaca sebuah esai mengenai komputer mungkin baru saja membeli sebuah komputer; yang lain mungkin sudah memiliki komputer selama bertahun-tahun. Biasanya, lebih sulit untuk menulis bagi semua tingkat pembaca karena Anda harus mendefinisikan lebih banyak istilah dan menyertakan lebih banyak penjelasan daripada yang pembaca ahli butuhkan. Ketika merencanakan tulisan, cobalah untuk menentukan seberapa luas dan dalam pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca mengenai subjek tulisan Anda.

4.                  Pembaca yang Yakin, Netral, dan Skeptis
Jika pembaca Anda sepertinya memahami pemikiran Anda, penulisan yang Anda lakukan akan lebih mudah daripada jika pembaca Anda butuh diyakinkan. Menemukan kesamaan antara Anda dan pembaca Anda bisa membantu meredakan perbedaan pemikiran dan mendasari sebuah kesamaan pendapat. Tentu saja, bahkan seorang pembaca yang sepertinya tertarik dengan topik Anda dan setuju dengan apa yang harus Anda katakan tentang topik itu, pantas menerima informasi dan keterampilan menulis Anda yang paling baik. Namun, seorang pembaca skeptis menuntut pemikiran dan penulisan saksama tertentu. Anda akan, misalnya, harus memberikan pembaca skeptis lebih banyak bukti untuk mendukung pemikiran Anda daripada yang dibutuhkan para pembaca yang tak skeptis.

Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
Nama buku
:
Handbook for Writers
Judul bab
:
The Process of Writing: Planning
Penulis
:
Melinda G. Kramer, Glenn Legget, dan C. David Mead
Penerbit
:
Prentice Hall, New Jersey 1995
Halaman
:
16 -- 17

Tidak ada komentar: